Channel9.id, Malang – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong perluasan jangkauan program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia (SDM) dan upaya inklusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menggarisbawahi pentingnya keterbukaan akses pendidikan bagi anak-anak marjinal, termasuk mereka yang sempat mengalami putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Sekolah Rakyat ini harus terus kita dorong untuk semakin memperluas jangkauan,” ujar Bima Arya dalam keterangan tertulis, saat meninjau operasional Sekolah Rakyat di kawasan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Kota Malang, Rabu (21/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bima menyoroti dinamika sosial para siswa yang berlatar belakang keluarga buruh hingga anak yatim piatu. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi instrumen krusial dalam mendorong mobilitas sosial (social mobility) agar anak-anak prasejahtera dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga.
Bima mencontohkan, terdapat siswa yang kembali memiliki tekad menimba ilmu setelah hampir empat tahun menghentikan pendidikannya.
“Dia sudah hampir empat tahun putus sekolah, tetapi masih mau bersekolah lagi. Ini luar biasa. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah membuka jalan agar mereka kembali memiliki harapan untuk masa depan,” tuturnya.
Dari sisi tata kelola dan infrastruktur, keberlangsungan Sekolah Rakyat di Kota Malang memanfaatkan skema optimalisasi aset milik negara.
Fasilitas sekolah yang kini menampung 75 siswa tersebut memanfaatkan eks bangunan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang berada di area BPSDM Jawa Timur. Langkah pengoperasian aset ini melibatkan sinergi kolaboratif antara Kemendagri, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Pemerintah Kota Malang.
Bima menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat bukan sekadar program karitatif (charity), melainkan strategi jangka panjang pemerintah dalam mempersiapkan jajaran calon pimpinan bangsa serta memutus rantai kemiskinan struktural melalui pendidikan berkualitas.




