Connect with us

Nasional

Otsus Papua, PPATK Temukan 80 Transaksi Mencurigakan dan Alami Kebocoran

Published

on

Channel9..id-Jakarta. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae menyatakan ada 80 hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan dan mengalami kebocoran terkait penggunaan dana otonomi khusus dan APBD di Papua.

Data itu ia dapatkan berdasarkan hasil analisis PPATK selama 10 tahun terakhir terkait penggunaan dana Otsus dan APBD di Papua.

“Dalam periode kurang lebih 10 tahun terakhir, PPATK sudah menyampaikan lebih dari 80 hasil analisis dan pemeriksaan kepada KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian,” kata Dian seperti melansir cnnindonesia.com, Selasa, 22 Juni 2021.

Dian merinci potensi kerugian negara akibat transaksi mencurigakan dan kebocoran itu diperkirakan sebesar triliunan rupiah.

Dia mencurigai kebocoran dana tersebut turut melibatkan lebih dari 53 oknum pejabat pemda, rekanan pemda, vendor hingga ormas. Meski demikian, ia tak merinci Pemda atau ormas mana yang melakukan tindakan demikian.

“PPATK meyakini ketidakefisienan dan kebocoran APBD dan dana otsus menjadi penyebab lambatnya upaya mensejahterakan masyarakat Papua,” kata dia.

Lebih lanjut, Dian mendukung langkah dari pelbagai pihak seperti Presiden Jokowi, Menko Polhukam, Panglima TNI, Kepala Kepolisian RI, dan pihak terkait untuk melakukan penegakan hukum atas transaksi mencurigakan tersebut.

“Sekaligus melakukan pendekatan kesejahteraan kepada masyarakat Papua,” kata dia.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD sempat menyinggung bahwa pemerintah akan menindak kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Papua.

Dia merinci ada sekitar 10 dugaan kasus penyalahgunaan dana negara alias korupsi yang telah teridentifikasi di Papua.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

FBJP Bangunkan Tempat Tinggal Anak Yatim-Piatu korban Covid-19

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Forum Budaya Jakarta Pesisir (FBJP) berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Ancol menggelar aksi sosial berupa pembangunan rumah untuk anak Yatim Piatu di Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua FBJP Husein Munir dan Lurah Ancol, Rusmin, di RT 09/04, Kelurahan Ancol, Jakarta, pada Kamis (29/07/2021).

Husein mengatakan, pembangunan rumah tinggal bagi ke keluarga anak yatim piatu itu merupakan bentuk kepeduliannya kepada sesama.

“Kedua orang tua anak ini, enam bulan lalu meninggal,  jadi betul-betul keluarga yatim piatu dan kondisi rumahnya sudah tidak layak huni dan kami dari FBJP memberikan tempat yang sedikit lebih layak,” ujarnya.

Baca juga: FBJP Desak Pemerintah Rilis Protokol Isoman dan Bagikan Alat Bantu 

Husein menargetkan, pembangunan rumah tinggal bagi anak yatim piatu ini akan selesai dalam waktu satu bulan mendatang.  Sementara, selama dalam pembangunan FBJP menyewakan tempat tinggal bagi anak yatim piatu tersebut.

“Untuk membantu masyarakat lainnya, kedepannya FBJP akan melakukan kerjasama dengan steakholder yang ada melalui dana corporate sosial responsibility (CSR),” imbuhnya.

Pada kesempatan sama Lurah Ancol, Kecamatan Pademangan, Rusmin mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk kolaborasi dengan melibatkan seluruh jajaran yang ada. Ia mengapresiasi Forum Budaya Jakarta Pesisir atas pembangunan tempat tinggal bagi warganya.

“Apresiasi yang luar biasa terhadap FBJP yang cepat mendukung kegiatan kami sehingga kami sedikit lega dengan adanya bantuan ini,” kata Rusmin.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya tengah mencari solusi untuk kehidupan Riski dan keempat saudaranya lantaran saat ini mereka belum bisa bekerja.

“Kita Kelurahan Ancol saat ini tengah menjajaki dan berusaha untuk mencarikan pekerjaan bagi Riski dan keluarganya. Karena saat pandemi covid ini mereka belum mendapat pekerjaan,” tutup Rusmin.

 

Continue Reading

Hot Topic

Mendagri Tito: Pemerintah Jadi Motor Penyemangat Masyarakat

Published

on

By

Channel9.id-Brebes. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bahwa Pandemi Covid-19, sebagai perang yang panjang. Karena itu, masyarakat bisa saja bosan, tetapi pemerintah tak boleh lelah, justru menjadi motor penyemaangat masyarakat.

“Covid ini krisis yang panjang, sudah satu setengah tahun,” kata Mendagri Tito dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (29/7/2021).

Karena itu, kata Tito,kedatangannya ke Brebes untuk memberikan dorongan semangat, agar Bupati beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah tetap menjaga kekompakan dan tidak terlarut dalam kejenuhan.

“Kapolres, Pak Dandim, dan Ibu Kejari, mereka orang-orang yang paham lapangan,” ujar mantan Kapolri ini.

Selain itu, Tito mengapresiasi Bupati Idza Priyanti terkait pencairan dana insentif bagi tenaga kesehatan.

“Saya atas nama Pemerintah Pusat dan para tenaga kesehatan menyampaikan terima kasih atas kerja keras Ibu Bupati semoga Allah SWT, membalas kebaikan Ibu Bupati,” ujarnya usai mendapat paparan dari Idza.

Baca juga: Kemendagri: Dana Insentif Daerah Dorong Inovasi pada Pemda dan Masyarakat

Tito juga mengapresiasi, besarnya bantuan sosial bagi warga terdampak di Kabupaten Brebes.

“Di sini Bansos cukup besar, jumlahnya lebih 600 ribu lebih. Ini ada Bansos Pusat dan daerah. Tinggal yang belum terdaftar sebagai penerima manfaat, tetapi sangat membutuhkan bisa di cover oleh Bansos daerah,” imbuhnya.

Pemerintah daerah juga memfasilitasi Coorporate Social Responsibily (CSR), dari perusahaan-perusahaan, atau menggandeng Baznas yang pertanggungjawabannya lebih ringan, juga menggalang semangat gotong royong bagi warga masyarakat yang mampu untuk membanti warga tak mampu.

Continue Reading

Nasional

Duta Cina Tiba di AS, Berikan Pesan Optimistik

Published

on

By

Duta Cina Tiba di AS, Berikan Pesan Optimistik

Channel9.id-Amerika. Duta baru Cina untuk Amerika Serikat, Qin Gang, telah tiba di Washington dan mendoaka Amerika Serikat dapat menang melawan Covid-19, ia juga mengatakan ada potensi besar yang menunggu dalam hubungan bilateral Cina dengan AS, Rabu (28/7/2021). Ucapannya ini merupakan ucapan optimistik ditengah-tengah semakin renggangnya hubungan kedua negara.

Qin tiba di AS setelah beberapa hari sebelumnya AS dan Cina melakukan pertemuan di kota Tianjin, antara Wakil Kementerian Luar Negeri AS, Wendy Sherman dengan para diplomat senior Cina yang berakhir dengan memberikan tanda kalau kedua negara harus membuat konsesi jika ingin meningkatkan hubungan kedua negara.

Baca juga: Amerika Khawatir Dengan Perkembangan Nuklir Cina

Qin, 55, merupakan wakil menteri luar negeri yang menggantikan duta Cina di Amerika terlama, Cui Tiankai, 68, yang pada bulan lalu mengumumkan kalau ia sudah selesai bertugas di Washington.

“Saya sangat yakin kalau pintu Cina-AS yang sudah terbuka lebar ini tidak bisa dan tidak boleh tertutup,” ujar Qin kepada para wartawan di kediamannya di ibukota AS setelah ia tiba dari bandara.

“Hubungan Cina-AS telah tiba di masa-masa penting, dimana kedua negara sedang dihadapi tak hanya hambatan dan juga tantangan, tapi juga kesempatan dan potensi yag besar,” ucap Qin.

Ia mengatakan hubungan kedua negara terus maju kedepan walaupun ada berbagai macam kendala yang dihadapi mereka. Beliau juga menambahkan kalau ekonomi AS saat ini sedang berkembang di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden.

“Saya doakan negeri ini dapat mencapai kemenangannya dalam melawan pandemi,” tambahnya.

Qin dikenal sebagai orang yang sering memberikan pernyataan mengenai urusan-urusan negerinya.

Hubungan antara Cina dan AS terjun bebas disaat Donald Trump menjabat sebagai presiden, dan Biden saat ini masih mempertahankan sikap tegas AS terhadap Cina dengan memberikan beragam sanksi kepada pejabat Cina dan berjanji kalau Cina tidak akan menggantikan posisi AS sebagai “pemimpin dunia”.

Kementerian Luar Negeri Cina baru-baru ini mengeluarkan sinyal kalau mungkin akan ada prasyarat untuk AS dimana seluruh kesepakatan akan disetujui jika kondisinya mendukung. Para analis menganggap langkah ini memberikan tanda kalau membaiknya hubungan kedua negara menjadi semakin sulit.

Posisi duta AS di Cina masih kosong sejak bulan Oktober 2020 ketika Terry Branstad mengundurkan dirinya untuk membantu kampanye Trump saat itu.

Selain Cina, banyak duta AS yang juga kosong di negara-negara lain dan Biden masih belum menunjuk siapa duta AS di Cina, walaupun mantan duta AS di NATO Nicholas Burns dianggap merupakan orang yang akan mengisi posisi kosong di Beijing.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC