Connect with us

Nasional

Panitia Mubes Tegaskan Pemilihan Ketua IKA Unpad Oleh Anggota Biasa

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Terkait adanya dinamika yang berkembang dalam proses pemilihan Ketua IKA Unpad dengan menggunakan sistem perwakilan. Lantaran antisipasi terhadap adanya Pandemi Covid-19. Panitia Mubes memberikan klarifikasi, bahwa Mubes sebagai forum tertinggi alumni akan tetap menggelar acara pemilihan ketua IKA yang akan dipilih oleh anggota biasa.

Hal tersebut disampaikan Dr. Drs Slamet Usman Ismanto, M.Si,  Ketua Panitia Mubes dan Pemilu Ketua Ika dalam rilisnya yang diterima redaksi, minggu/2 Agustus 2020. “Panitia tetap pada semangat pemilihan Ketua Umum IKA Unpad seperti  yang tertuang pada AD/ART IKA Unpad, dimana ketua umum IKA Unpad dipilih oleh setiap anggota biasa,” jelasnya.

Slamet Usman menambahkan, untuk teknis pelaksanaan dan tata cara serta waktu pemilihan Ketua Umum IKA Unpad dimasa pandemi ini akan dirancang dan ditentukan melalui Mubes, apakah akan tetap menggelar Pemilu Raya, menggunakan instrument e-voting atau alternative lainnya.

Menurut  Slamet Usman, keputusan untuk tetap menyelenggarakan pemilihan Ketua IKA  oleh anggota biasa setelah  Panitia meminta masukan dari para pemangku kepentingan. “ Panitia telah membuat agenda untuk meminta masukan  dari Rektor Unpad, Pengurus Komfak dan Komda, Para Kandidat Ketua Umum IKA Unpad, serta tim sukses dari kandidat Ketua Umum, “jelasnya. Setelah menerima berbagai masukan  Panitia Mubes  menyadari bahwa mengubah sistem pemilihan Ketua Umum IKA Unpad di masa Pandemi bukanlah wewenang Pengurus Pusat IKA Unpad maupun Panitia Mubes.

Dalam penjelasannya, Panitia juga mengatakan AD/ ART  belum mengatur hal-hal yang menyangkut kedaruratan terhadap kondisi Pandemi. Dengan berbagai  pertimbangan khususnya menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan, Panitia berupaya menyelenggarakan Mubes dengan memenuhi Protokol Covid-19 yang telah diatur oleh Perwal Kota Bandung dan segenap aturan lainnya agar penyelenggaraan Mubes berjalan lancar, aman,seluruh peserta tetap sehar wal afiat dan tidak menimbulkan gejolak cluster baru.

Untuk pelaksanaan Mubes sendiri Panitia akan melaksanakan bulan September 2020. “Ini menjadi penting sebab Mubes adalah otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan di IKA Unpad. Mubes juga yang memiliki kewenangan dalam penyempurnaan AD-ART dan arah organisasi IKA Unpad ke depan,” pungkas Slamet Usman. Panitia juga akan menjaga pesan rektor yang meminta pemilihan Ketua IKA Unpad, berlangsung konstitusional,  guyub, menyenangkan  dan solid.

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Gunung Semeru Mengeluarkan Awan Panas Level II Waspada

Published

on

By

Channel9.id-Lumajang. Gunung Semeru kembali meletus, Sabtu (16/1) pukul 17.48 WIB. Letusan Gunung Semeru yang berlokas di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bahkan masih terjadi hingga saat ini.

“Gunung Semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilometer. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas,” ujar Bupati Thoriqul.

Kabar meletusnya Gunung Semeru juga disampaikan oleh Badan Nasional Penanganggulangan Bencana (BNPB) Indonesia. Lewat Twitter resminya, BNPB juga menyebutkan bahwa telah terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 KM pada Sabtu (16/1) pkl 17.24 WIB.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani menyatakan, guguran awan panas terjadi sampai dengan pukul 18.35.

“Terjadi Awan panas guguran Gunung Semeru pukul 17:24 s/d 18:35 WIB dg amplitudo maksimum 22 mm durasi 4.287 detik,” kata Kasbani, Sabtu.

Kasbani juga menegaskan bahwa Gunung Semeru saat ini berada pada status level II alias waspada.
Bagi masyarakat di sekitar Desa Sumber Mujur serta Desa Curah Koboan dan sekitarnya, diimbau waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan juga harus waspada dalam menghadapi intensitas curah hujan yang tinggi lantaran bisa memicu terjadinya banjir lahar dingin.

Continue Reading

Nasional

Yasonna Laoly: Tidak Ada Sanksi Pidana Bagi Penolak Vaksin

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan, tidak ada sanksi pidana bagi masyarakat yang menolak vaksin. Namun, pemerintah tetap mengimbau supaya masyarakat ikut program vaksinasi Covid-19.

Selain itu, warga yang tidak mengikuti Vaksin Covid-19 tetap akan diberi sanksi. Sanksi yang diberikan berupa sanksi administratif.

“Tidak ada sanksi pidana terkait sanksi ya. Mungkin perlu disampaikan juga terkait Hari Pers Nasional ini,” kata Yasonna dilansir WartaKota, Rabu 13 Januari 2021 lalu.

“Bentuknya sanksi administratif,” lanjutnya.

Yasonna menjelaskan, sanksi diperlukan untuk mendorong masyarakat supaya ikut bersama-sama dalam program vaksinasi guna mengatasi dampak pandemi Covid-19. Jika sebagian masyarakat sudah divaksin, maka akan tercipta kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Kalau hanya sebagian kecil, maka herd immunity tidak akan terjadi,” kata Yasonna Laoly.

Terlebih, dengan terciptanya kekebalan komunitas maka diharapkan Indonesia bisa melanjutkan kegiatan pembangunan dan ekonomi kembali tumbuh.

HY

Continue Reading

Nasional

Tambah 14.224 Kasus Baru Covid-19, DKI Penyumbang Terbanyak

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kasus baru Covid-19 masih terus menunjukkan penambahan signifikan. Bahkan, di akhir pekan ini, jumlah kasus baru Covid-19 menembus angka lebih dari 14 ribu.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 data pada Sabtu, 16 Januari 2021, terdapat penambahan 14.224 orang. Sehingga total akumulatifnya ada 896.642 orang di Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Dekati 900 Ribu, Kasus Baru Covid-19 tambah 14.224

DKI Jakarta menyumbang pasien positif Covid-19 tertinggi dengan penambahan 3.536 pasien. Disusul Jawa Barat yang bertambah 3.460 kasus baru Covid-19.

Berikut 5 provinsi dengan kasus baru Covid-19 tertinggi pada Sabtu, 16 Januari 2021:

  1. DKI Jakarta: bertambah 3.536
  2. Jawa Barat: bertambah 3.460
  3. Jawa Tengah: bertambah 1.997
  4. Jawa Timur: bertambah 1.160
  5. Sulawesi Selatan: bertambah 659
Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC