Channel9.id-Jakarta. Teater Koma kembali mementaskan lakon ‘Rumah Sakit Jiwa’, setelah 35 tahun dipentaskan pertama kali. Berbagai proses produksi telah dilakukan, termasuk melakukan observasi langsung mengenai pasien-pasien yang ada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Ratna Riantiarno selaku pendiri Teater Koma, produser, sekaligus pemeran Ibu dr. Rogusta dalam Rumah Sakit Jiwa menyampaikan bahwa ia dan tim melakukan riset yang sama seperti 35 tahun yang lalu, yaitu dengan melakukan observasi langsung ke RSJ.
“Kita memang melakukan riset yang sama, yaitu dengan mendatangi banyak rumah sakit jiwa,” ujar Ratna Riantiarno dalam konferensi pers Rumah Sakit Jiwa di Bale Nusa, Jakarta, Jum’at (10/7/2026).
Lebih lanjut, Ratna Riantiarno menerangkan tentang observasi langsungnya. “Saya awalnya tidak mau riset lagi, tapi saya mendengar betapa berbedanya pengelolaan rumah sakit jiwa yang dulu dan sekarang. Jadi, saya pikir rumah sakit-rumah sakit jiwa itu perlu ditengok, “ terangnya.
Sementara itu, sutradara Rangga Riantiarno menyampaikan pentingnya observasi langsung.
“Imajinasi itu penting, tapi kalau kita tidak melihat benda atau kejadian yang sebenarnya, terkadang imajinasi itu tidak kelihatan. Jadi, butuh melihat kondisi masyarakat dan pasien-pasiennya seperti apa, yang terawat atau yang tidak terawat, yang dibiarkan berkeliaran, bahkan yang dikurung seperti apa,” ujarnya.
Adapun, perancang busana Samuel Wattimena menghadirkan pendekatan berbeda dalam merancang kostum untuk Rumah Sakit Jiwa. Alih-alih menampilkan seragam rumah sakit, ia memilih mengekspresikan sisi psikologis setiap karakter melalui busana yang dikenakan.
“Saya tidak pada kostum rumah sakit, tapi pada kostum rumah sakit jiwa. Jadi, kejiwaannya yang saya ekspresikan di sini,” ujarnya.
Rangga menilai naskah Rumah Sakit Jiwa semakin relevan jika dibandingkan saat pertama kali dipentaskan pada 1991.
“Sangat menarik karena kontrasnya dari tahun 1991 dan 2026. Dulu belum ada internet, tapi isi naskah ini bagaimana serangan-serangan dari dunia mempengaruhi keadaan psikis manusia. Sekarang dengan begitu banyaknya di dunia maya, di dunia nyata sudah ada AI, orang bertanya-tanya yang nyata mana. Bukannya itu makin memperparah kondisi kita, ya?” tutur Rangga.
Lakon ‘Rumah Sakit Jiwa’ berkisah tentang Rogusta, seorang dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Berbekal keyakinan bahwa pendekatan yang penuh persahabatan mampu membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta mulai menerapkan metode yang perlahan mengubah kehidupan di rumah sakit tersebut.
Namun, perubahan itu justru memicu konflik dengan sistem yang telah lama berjalan dan mereka yang merasa posisinya terancam. Melalui kisah tersebut, Teater Koma menghadirkan refleksi mengenai upaya seseorang untuk mengubah sistem yang telah mengakar, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan, apakah benar bahwa dunia sedang berubah menjadi sebuah ‘rumah sakit jiwa’.
Kontributor; Akhmad Sekhu





