Connect with us

Hot Topic

Pegawainya Dikaitkan Habib Idrus, Bappenas Ancam Tempuh Jalur Hukum

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Kementerian PPN/Bappenas menjelaskan sosok pegawai negeri sipil (PNS) mereka yang viral dikaitkan dengan Habib Idrus di media sosial. Habib Idrus adalah sosok yang mendoakan Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri berumur pendek saat peringatan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta.
Bappenas akan membawa pihak yang melakukan persekusi kepada pegawainya ke jalur hukum. Tindakan persekusi tidak dibenarkan dalam hukum di Indonesia.

“Kementerian PPN/Bappenas mengecam dan akan pertimbangkan untuk melapor ke pihak berwenang segala bentuk tindak perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan sebagai upaya persekusi, termasuk perundungan daring (cyber bullying), pembunuhan karakter, hingga penyebarluasan informasi pribadi (doxing), terlebih yang ditujukan kepada pihak yang tidak bersalah dan tidak terlibat,” tulis, dalam siaran resminya, Sabtu (22/11/2020).

Selain itu, Bappenas menegaskan tidak terkait dengan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi. Bappenas menyebut PNS mereka yang bernama Syarifah Nur Aida selama ini bekerja secara profesional.

“Tidak ada korelasi antara Kementerian PPN/Bappenas dengan ujaran kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo yang saat ini beredar di ranah publik, utamanya melalui media sosial. Syarifah Nur Aida tercatat sebagai ASN Kementerian PPN/Bappenas dan sudah bekerja sejak akhir 2014 hingga saat ini.”

“Selama 7 tahun mengabdi sebagai ASN Kementerian PPN/Bappenas, yang bersangkutan bekerja secara profesional serta menunjukkan integritas, loyalitas, dan dedikasi yang tinggi kepada instansi, bangsa, dan negara, yang bersangkutan juga tidak pernah membuat pernyataan/ujaran yang bersifat nonprofesional (politis, ujaran kebencian, dan sejenisnya),” sambungnya.

Baca juga: Buya Syafi’i: Mendewa-dewakan Keturunan Nabi Bentuk Perbudakan Spiritual 

Menurutnya, Syarifah tidak pernah melakukan tindakan ujaran kebencian. Ujaran kebencian yang beredar di luar masyarakat bukan merupakan tanggung jawab Syarifah ataupun Bappenas.

“Pernyataan/afiliasi/langkah politik siapapun, dalam hal ini ujaran kebencian terhadap presiden RI Joko Widodo yang beredar di publik, tidak dapat disangkutpautkan dengan pribadi/kinerja yang bersangkutan dan bukan merupakan tanggung jawab yang bersangkutan dan instansi, yakni Kementerian PPN/Bappenas,” katanya.

“Sepaham dengan masyarakat Indonesia, yang bersangkutan turut mengecam ujaran kebencian tersebut dan menyerahkan langkah selanjutnya kepada pihak-pihak yang berwenang,” ucapnya.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Kasudin Pendidikan Jaktim Meninggal Setelah Terinfeksi Corona

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudin) Wilayah 1 Jakarta Timur Ade Yulia Narun meninggal dunia setelah terpapar virus corona (Covid-19), Selasa (2/12) kemarin. Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar membenarkan informasi tersebut.

“Iya. Covid-19,” ujar Anwar di Jakarta, Rabu (3/12) seperti dikutip Antara.

Kepergian Ade Narun menambah daftar kalangan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Lurah Meruya Selatan Ubay Hasan, dan Camat Kelapa Gading M Harmawan.

Baca juga: Sekda DKI Jakarta Wafat Setelah Terpapar Covid-19 

Sementara Ade Yulia Narun meninggal pada Selasa (2/12) sekitar pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur.

Jenazah Ade Narun telah dimakamkan di Pemakaman Pondok Rangon secara langsung oleh petugas dari RSKD Duren Sawit.

Proses pemakaman almarhum dilakukan secara protokol Covid-19 dan hanya dihadiri perwakilan keluarga dengan jumlah terbatas demi menerapkan aturan menjaga jarak.

Akumulasi kasus positif Covid-19 di Jakarta hingga Rabu (2/12) mencapai 139.085 kasus dengan penambahan kasus harian 1.166 orang. Dari jumlah itu catatan Satgas Covid-19 Jakarta menunjukkan kasus aktif total sebanyak 10.212 kasus dengan penambahan harian 84 orang.

Terbaru, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria diketahui terpapar Covid-19.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Polri: Teroris MIT Sudah Mulai Terdesak dan Kehabisan Stok Makanan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mabes Polri menyatakan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang meneror masyarakat beberapa waktu lalu sudah mulai terdesak dan sudah kehabisan stok makanan.

“Data dari salah satu tersangka yang sedang dilakukan penyidikan Densus 88 Antiteror, bahwasanya penuturannya memang 11 mereka bergerak,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di Jakarta, Rabu (2/12).

Awi menjelaskan bahwa kelompok MIT pimpinan Ali Kalora sudah kehabisan stok makanan. Mereka lantas merampok masyarakat seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Polri Sebar 11 Foto DPO Kelompok Ali Kalora 

Diketahui, MIT telah meneror warga di Kabupaten Sigi, Sulteng. Sejumlah rumah warga dibakar dan membunuh 4 orang.

“Istilah kami itu mereka sudah terdesak, karena kehabisan bekal, sehingga yang terjadi dia meneror masyarakat,” ucap Awi.

Namun demikian, Awi menjelaskan kekuatan dari 11 personel MIT Poso yang buron itu tak bisa diremehkan. Pasalnya, mereka sudah menguasai wilayah persembunyiannya sehingga acapkali kabur dari kejaran aparat.

“Beberapa penuturan yang tertangkap menyampaikan, kadang-kadang satgas lewat jarak 10 meter, 20 meter mereka tiarap sudah tidak ketahuan,” kata Awi.

“Semoga permasalahan geografis, permasalahan alam ini bisa segera kami atasi,” tambahnya.

Berdasarkan data terakhir yang dirilis Polri, masih ada 11 buronan dari kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora yang berkeliaran di wilayah Poso, Sulteng.

Para buron itu antara lain Ali Ahmad alias Ali Kalora yang merupakan pimpinan dari kelompok teror itu. Ali merupakan sosok pengganti teroris Santoso yang tewas terbunuh dalam baku tembak dengan aparat kepolisian empat tahun silam.

Kemudian, buron lainnya ialah Qatar alias Farel; Askar alias Jaid alias Pak Guru; Abu Alim alias Ambo; Nae alias Galuh; Khairul alias Irul; Jaka Ramadhan alias Ikrima; Alvin alias Adam alias Alvin Anshori; Rukli; Suhardin alias Hasan Pranata; dan Ahmad Gazali.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Contact Tracing Anies dan Riza, Hasilnya 24 Positif Corona

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta melakukan pelacakan kontak erat (contact tracing) secara aktif kepada orang-orang di lingkungan kegiatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Sebanyak 437 orang pun menjalani tes usap atau swab test usai Anies dan Riza positif Covid-19.

“Hingga Selasa kemarin, kami di Dinkes DKI Jakarta dan jajaran telah mencatat 158 orang telah dilakukan tes usap dari kontak erat Gubernur,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangan tertulis, Rabu (02/12).

Baca juga: Kronologi Anies Baswedan Terinfeksi Covid-19 

Hasilnya adalah 5 orang positif. Sedangkan 111 lainnya negatif dan 42 orang masih menunggu hasil.

Sementara itu, 279 orang yang diketahui melakukan kontak erat dengan Riza selama 28 November hingga 1 Desember juga telah dilakukan tes usap. Hasilnya 19 positif, 185 negatif, dan 75 orang lainnya masih menunggu hasil.

“Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 kemudian menjalani isolasi mandiri ataupun perawatan sesuai dengan derajat gejala yang dialaminya,” jelas Widyastuti.

Namun, Widyastuti menegaskan kasus positif bukan berarti ditularkan dari Anies atau Riza, namun menentukan klaster kasus yang bersamaan terjadi selama masa inkubasi Covid-19.

“Saat ini belum ditemukan kasus positif di antara mereka yang berinteraksi langsung dengan gubernur baik dari keluarga maupun tim kerja setelah gubernur dikonfirmasi positif,” imbuhnya.

Widyastuti mengimbau, agar masyarakat dapat melaporkan ke Puskesmas dan dilakukan tes usap PCR secara gratis apabila termasuk kontak erat Anies maupun Riza.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC