Connect with us

Hukum

Pelaku Pengunggah Foto Ma’ruf Amin dengan Kakek Sugiono Ditangkap

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Tim Bareskrim Polri menangkap pelaku yang mengunggah foto Wakil Presiden Ma’ruf Amin disandingkan dengan bintang porno Jepang Shigeo Tokuda alias ‘Kakek Sugiono’. Pelaku bernama Sulaiman Marpaung (37) itu ditangkap di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi kepolisian, pelaku yang juga menjabat Ketua MUI Kecamatan Tanjung Balai itu ditangkap di rumahnya di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, Jumat (02/10). Pelaku diketahui menggunakan akun Facebook Oliver Leaman S saat memposting kolase foto Ma’ruf dan ‘Kakek Sugiono’.

“Iya benar tim melakukan penangkapan,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo seperti dilansir Detik.com.

Penangkapan ini dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

Baca juga: Pengunggah Foto Wapres Ma’ruf dan Kakek Sugiono Ternyata Pengurus MUI

Kasus ini bermula ketika tangkapan layar berisi foto Ma’ruf disandingkan dengan gambar animasi wajah ‘Kakek Sugiono’ yang diunggah salah satu akun FB viral. Ada narasi ‘Jangan kau jadikan dirimu seperti Ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Diusia Senja Banyaklah Berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah. Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat‘ yang ditulis pemilik akun.

Namun, unggahan itu sudah kini sudah dihapus. Selain itu, pemilik akun telah menulis permohonan maaf kepada keluarga besar Ma’ruf hingga keluarga besar Ansor, khususnya Tanjung Balai.

Sementara itu, menurut polisi motif unggahan Sulaiman Marpaung lantaran kecewa terhadap pernyataan Ma’ruf.

“Motifnya dia marah lihat pernyataan Pak Ma’ruf di YouTube,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jumat (02/10).

Namun belum dijelaskan pernyataan Ma’ruf mana yang dimaksud Sulaiman. Foto kolase tersebut diunggah di akun Facebook bernama Oliver Leaman S.

“Dalam perjalanan dari Medan (ke Bareskrim),” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pernyataan Ma’ruf yang disorot Sulaiman yakni soal industri K-POP yang mestinya bisa menginspirasi anak muda Indonesia. Namun, yang jelas pihak Istana Wapres telah mengklarifikasi yang dimaksud adalah belajar dari kemajuan Korea, bukan merendahkan musik Indonesia.

“Pernyataan Wapres KH Ma’ruf Amin pada ‘Peringatan 100 Tahun Kedatangan Warga Korea di Indonesia’, Minggu, 20 September lalu, telah disalahpahami oleh sebagian kalangan. Ada penilaian Wapres tidak paham musik dan seolah Wapres merendahkan kualitas musik Indonesia, di bawah Korea,” kata Masduki dalam keterangannya, Kamis (24/09).

“Wapres tidak sedang membandingkan kualitas musik Indonesia seolah di bawah Korea. Wapres juga tidak sedang membanggakan diri sebagai pakar musik. Sama sekali tidak,” sambungnya.

Dia diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Polisi Identifikasi Terduga Pembegal Kolonel Marinir

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Polisi telah mengidentifikasi terduga pelaku pembegal seorang anggota TNI AL, Kolonel Mar. Pangestu Widiatmoko di kawasan Jakarta Pusat. Hal ini terungkap dari kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil pengamatan, pelaku diduga berjumlah empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor. Terlihat dari rekaman CCTV, keempat pelaku saling berbagi tugas. Yusri menyebut ada yang mengawasi area di sekitar lokasi, dan yang merampas barang milik korban.

“Kita indentifikasi diduga ada dua motor. Ini masih kita dalami. Dua motor melintas dari arah yang sama,”  Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/10).

Baca juga: Ungkap Kasus Begal Pesepeda, polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus

Selain itu, lanjut Yusri, kepolisian juga telah memeriksa 3 orang saksi. Hingga saat ini pihaknya masih sulit melacak sepeda motor pelaku karena plat nomornya gelap.

“Mereka memang niat (membegal) itu. Pelat nomornya belum kelihatan,” ucapnya.

Diketahui, peristiwa penjambretan yang menimpa Anggota TNI  terjadi Senin (26/10) sekitar pukul 06.45 WIB. Saat itu, korban tengah melintas di Jalan Medan Merdeka Barat tepat di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Pelaku menggunakan sepeda motor berusaha merampas tas yang berisi handphone milik Pangestu Widiatmoko. Sempat terjadi tarik-menarik antara korban dengan pelaku. Korban pun terjatuh dari sepeda.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di pelipis kiri dan memar di bagian kepala belakang. Sementara pelaku melarikan diri ke arah Jalan Sudirman.

Sekuriti dan petugas kepolisian yang saat itu melintas langsung menolong korban. Saat ini, korban dirawat di RSAL.

Continue Reading

Hot Topic

Ungkap Kasus Begal Pesepeda, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya membentuk tim khusus guna mengungkap kasus begal yang menyasar pesepeda.

Diketahui kasus begal itu menimpa salah satunya seorang Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko di Jalan Medan Merdeka Barat, pada Senin (26/10) sekitar pukul 06.45 WIB.

“Kapolda menginstruksikan untuk membentuk tim dibawah pimpinan Dirkrimum Polda Metro Jaya untuk mengungkap begal-begal yang ada”, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (27/10).

Baca juga: Kolonel Marinir Dibegal Saat Bersepeda, Polisi Buru Pelaku

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini aksi pembegalan menarget pesepada marak terjadi. Selama Oktober 2020 terdapat tujuh kasus begal sepeda. Salah satu komplotan berhasil diamankan Polres Metro Jakarta Pusat.

“7 Tempat Kejadian Perkara (TKP). 1 TKP sudh diungkap Polres Jakarta Pusat ada 3 tersangka yang diamankan,” ujarnya.

Polisi dalam hal ini telah meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadi begal.

“Kita sudah petakan seperti contoh di Jalan Sudirman Thamrin mengarah ke Monas itu. Kita jaga di tempat tersebut baik pakaian seragam dan preman,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hukum

Diduga Lakukan Kampanye Hitam, Akun @digeeembokFC Dipolisikan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Rekan calon wali kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin, David Andreasmito, mengadukan sejumlah akun media sosial ke Kepolisian Daerah Jawa Timur, dengan dugaan pencemaran nama baik dan kampanye hitam. Salah satunya, akun Twitter @digeeembokFC.

David mengatakan, dugaan kampanye hitam tersebut, berisi tentang fitnah yang menyebut dirinya adalah mafia alat kesehatan di Jawa Timur. Tuduhan tersebut kemudian dikaitkan dengan Machfud Arifin, karena kedekatannya secara personal.

“Foto saya disandingkan dengan Pak Machfud, saya ini diibaratkan mafia yang mem-backing Pak Machfud. lalu saya ini ada dijanjikan Pak Machfud, nanti setelah jadi saya akan mendapatkan apa-apa [proyek],” kata David, di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (26/10).

David dan kuasa hukumnya lalu menunjukkan beberapa bukti tangkapan layar yang memperlihatkan fitnah tersebut. Terlihat, beragam caption foto yang beredar, David dituding menjadi backing Machfud. Seperti, ‘Calon wali kota hutang jasa ke mafia alkes. Hutang jasa dibalas proyek’.

Ada juga foto Machfud dan David yang disertai caption ‘Calon Walkot Surabaya Dibekingi Mafia Alkes’, ‘Machfud Arifin siapkan karpet merah untuk mafia alkes’, ‘Mafia alkes siap rampok APBD Surabaya’ dan banyak lainnya.

David menyayangkan cara-cara fitnah dan black campaign semacam itu, yang bukan hanya menyerang dirinya secara personal tapi juga ke teman dekatnya, calon wali kota Machfud.

“Bukti-bukti ini sudah menampilkan gambar foto orang dan tulisan atau caption yang kurang pas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu menyerang secara personal dan menjurus ke fitnah,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika sasaran fitnah tersebut hanyalah dirinya, ia mengaku tak mengapa. Namun kali ini, ia tidak bisa tinggal diam, karena fitnah tersebut dikaitkan dengan Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020.

“Saya menduga ada pihak-pihak yang ingin menyerang dan mencari-cari kesalahan Pak Machfud, tapi tidak bisa menemukan karena Pak Machfud orangnya baik, peduli pada warga. Sehingga yang diserang saya dan dikait-kaitkan dengan Pak Machfud. Ini kotor dan keji,” ujarnya.

“Selama ini saya difitnah diam saja, tapi karena ini menyangkut Pilwali, saya tidak bisa diam. Ini sudah menyerang secara personal, dan jiwa saya sebagai Arek Suroboyo sudah tidak bisa diam lagi, harus saya lawan,” tambahnya.

David yang merupakan dokter gigi dan pengusaha ini pun melaporkan akun-akun yang menyebarkan foto dan tulisan fitnah tersebut ke Polda Jatim. Menurutnya akun-akun itu telah menyebarkan fitnah, adu domba dan mencederai kampanye damai yang bermartabat.

“Saya melaporkan akun ini, karena saya lihat niatnya menyebarkan fitnah, mengadu-domba, mengganggu ketenteraman warga Surabaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam alat bukti tangkapan layar sejumlah akun yang dilaporkan tersebut antara lain, akun instagram @di._.rante, akun twitter @digeeembokFC, serta akun Facebook Rahmayanti Maya Dokter Mey.

“Kita berharap polisi segera mengungkap dan menangkap pelaku penyebar hoaks, fitnah dan mengganggu ketentraman warga Surabaya,” harapnya.

Baca juga: DPD KAI Jatim Laporkan Risma Terkait Dugaan Pidana Pemilu 

Ia lun meminta kepada semua elemen masyarakat, untuk menjaga Kota Surabaya dari gangguan-gangguan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. David juga berharap agar warga Surabaya juga berhati-hati dan bijak memanfaatkan media sosial.

“Kita ingin Pilwali Surabaya ini sebagai pesta demokrasinya masyarakat Surabaya yang aman, damai, tenteram,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum David Andreasmito, Aulia Rachman mengatakan,  bahwa akun-akun yang menyerang secara personal calon wali kota Machfud Arifin maupun David Andreasmito adalah akun robot.

“Itu akun-akun robot, akun yang tidak jelas. Oleh karena itu, saya berharap kepada Polda Jatim untuk menangkap orang-orang yang membuat akun-akun robot, maupun orang-orang yang ikut menyebarkan informasi dan caption foto-foto hoaks,” kata Rachman.

Akun-akun itu, kata dia, disangkakan dengan Pasal 27 ayat 3 jo 45 ayat 1 Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC