Nasional

Peluncuran Dua Buku Warnai Pembukaan Dies Natalis ke-62 UNJ

Jakarta Timur, Channel9.id,  Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meluncurkan dua buku bertajuk “Pendidikan Humanis untuk Penguatan Talenta Unggul” dan “Quo Vadis Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional” di sela Sidang Terbuka Universitas Negeri Jakarta dalam rangka Pembukaan Dies Natalis ke-62 UNJ yang digelar di Kampus UNJ, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis UNJ ke-62 yang tahun ini mengusung tema “UNJ Berdampak dan Bereputasi Global”. Tema tersebut merefleksikan tekad dan komitmen UNJ untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia melalui pendidikan, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan Dies Natalis ke-62 UNJ dikemas melalui berbagai agenda akademik dan sosial, mulai dari launching dies natalis yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama, pembagian beasiswa oleh Rumah Amal UNJ, halal bihalal, sidang terbuka dan orasi ilmiah, launching dan bedah buku, UNJ Riset Expo, LPPM UNJ Award, pengukuhan guru besar, hingga pesta rakyat.

Sidang terbuka tersebut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli yang turut menyampaikan orasi ilmiah, jajaran pimpinan perguruan tinggi, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, guru besar, dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra strategis UNJ.

Dalam pidato Rektor UNJ yang dibacakan oleh Plh. Rektor sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar menegaskan bahwa Dies Natalis ke-62 menjadi momentum penting bagi UNJ untuk memperkuat peran sebagai perguruan tinggi yang berdampak dan memiliki reputasi global.

“Tema ‘UNJ Berdampak dan Bereputasi Global’ merupakan refleksi tekad universitas untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Ifan Iskandar.

Ia menyampaikan, pada usia ke-62 tahun, UNJ terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin matang, adaptif, dan kompetitif. Transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) disebut menjadi fase penting dalam memperkuat tata kelola universitas, pengembangan sumber daya manusia, transformasi pembelajaran berbasis digital, penguatan sistem informasi, pengembangan inovasi, hingga diversifikasi sumber pendanaan universitas.

Dalam bidang akademik, kemahasiswaan, dan alumni, UNJ mencatat sejumlah capaian strategis. Jumlah pendaftar jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri tahun 2025 meningkat signifikan sebesar 41,23 persen dibanding tahun sebelumnya, dari 116.574 menjadi 164.641 pendaftar.

Selain itu, jumlah program studi terakreditasi internasional meningkat menjadi 50 program studi atau 41,67 persen dari total program studi yang ada. Sebanyak 63 program studi juga telah memperoleh predikat Unggul.

UNJ juga terus memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui implementasi Sistem Informasi Kurikulum (SIKUR) dan Sistem Informasi RPS (SIRPS). Di bidang kemahasiswaan, mahasiswa UNJ berhasil meraih 114 prestasi tingkat internasional, nasional, dan wilayah. Sementara itu, UNJ menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerima Beasiswa KJMU tertinggi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan total 4.173 mahasiswa pada tahun 2025.

Pada bidang keuangan dan sumber daya, UNJ berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2025 serta meraih nilai “AA” untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Penguatan tata kelola juga dilakukan melalui pengembangan berbagai sistem administrasi keuangan berbasis digital seperti SAKU+, SIRENA, dan SiNanda.

Dalam penguatan SDM, UNJ menambah 27 guru besar sepanjang 2024-2025 sehingga total guru besar mencapai 139 orang.

Di bidang riset dan inovasi, UNJ terus memperkuat reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional. UNJ berhasil masuk dalam berbagai pemeringkatan dunia seperti QS Asia University Rankings, Times Higher Education World University Rankings, QS Sustainability Rankings, UI GreenMetric, hingga Webometrics.

Salah satu capaian penting adalah peringkat #351–400 dunia dan peringkat ke-4 nasional pada QS World University Rankings by Subject bidang Education serta peringkat terbaik ke-2 nasional pada THE WUR by Subject – Social Sciences 2026.

Selain itu, UNJ juga memperoleh berbagai penghargaan nasional di bidang riset dan inovasi, termasuk penghargaan Anugerah Sains dan Teknologi Diktisaintek 2025 serta predikat “Informatif” pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025.

Dalam kegiatan ini, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Prof. Yassierli juga menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Penguatan Talenta Unggul bagi Dunia Kerja”. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga harus membangun karakter, integritas, kreativitas, serta kepedulian sosial.

Menurutnya, perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi, digitalisasi, dan transformasi industri menuntut perguruan tinggi untuk lebih adaptif dalam menyiapkan talenta masa depan. Namun demikian, kemajuan teknologi tetap harus diimbangi dengan pendekatan pendidikan yang humanis agar menghasilkan lulusan yang tidak kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

“Dunia kerja saat ini membutuhkan talenta yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan komunikasi, kreativitas, dan empati sosial. Perguruan tinggi perlu menjadi ruang pembentukan manusia unggul yang utuh,” ujar Prof. Yassierli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5  +  3  =