Nasional

Pengentasan TBC, Pemerintah Targetkan Perbaikan 8.000 Rumah Pasien pada 2026

Channel9.id – Jakarta. Pemerintah memperkuat upaya pengentasan tuberkulosis (TBC) melalui sejumlah program, termasuk target perbaikan 8.000 rumah pasien TBC di wilayah dengan beban kasus tinggi pada 2026. Program tersebut ditujukan untuk memutus rantai penularan sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat bagi pasien.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan target perbaikan rumah itu meningkat dibandingkan capaian 300 rumah per tahun pada periode 2020-2023. Ia menyebut hingga saat ini sebanyak 5.453 rumah telah diusulkan untuk diperbaiki melalui aplikasi SIBARU.

“Pemerintah menargetkan perbaikan 8.000 rumah pasien TBC di wilayah prioritas beban kasus tinggi. Dan ini meningkat dari 300 rumah per tahun pada 2020 sampai 2023,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Selain perbaikan rumah, pemerintah juga memperkuat penanganan TBC melalui penguatan skrining yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sejak awal 2025. Pemerintah turut menyediakan alat Near Point of Care (nPOC) dan X-Ray di puskesmas untuk meningkatkan kapasitas deteksi penyakit.

Qodari menyampaikan hingga 3 Mei 2026, penemuan kasus TBC telah mencapai lebih dari 241.000 kasus dengan inisiasi pengobatan sebesar 84 persen dari target nasional 95 persen. Sementara itu, keberhasilan pengobatan tercatat mencapai 80 persen dari target 90 persen.

“Penemuan kasus (TB) lebih dari 241.000 kasus. Inisiasi pengobatan 84 persen dari target 95 persen. Dan keberhasilan pengobatan 80 persen dari target 90 persen,” kata Qodari.

Pemerintah juga memperkuat pencegahan dan penanganan TBC melalui pemberdayaan 6.484 desa dan kelurahan siaga TB yang tersebar di 23 provinsi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengendalian penyakit TBC di daerah dengan tingkat kasus tinggi.

“Sebanyak 5.453 rumah telah diusulkan (untuk perbaikan) melalui aplikasi SIBARU. Rumah layak huni adalah garis pertahanan pertama melawan penularan TBC,” ujar Qodari.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  19  =  28