Connect with us

Hot Topic

Penuhi Panggilan, Gubernur Anies Tiba di Polda

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan polisi dan tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pukul 09.43 WIB, Selasa (17/11). Rencananya, Anies akan dimintai keterangan terkait kehadirannya di acara pesta pernikahan anak Rizieq Shihab.

“Jadi hari ini saya datang sebagai warga negara untuk memenuhi undangan dari Polda. Itu saja,” kata Anies di Polda Metro, Selasa (17/11).

Anies mengaku menerima undangan klarifikasi pada Senin, 16 November 2020. Surat yang diterbitkan Minggu, 15 November 2020, itu tiba di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta, pukul 14.00 WIB.

“Mengundang saya untuk memberikan klarifikasi 17 November 2020, pukul 10.00 WIB,” ujar Anies.

Baca juga: Polri Panggil Anies Baswedan Terkait Acara Pernikahan Putri Rizieq Shihab

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyatakan, Polri akan memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai klarifikasi terkait acara pernikahan putri Pemimpin FPI Rizieq Shihab beberapa waktu lalu. Selain Anies, Polri juga akan meminta klarifikasi sejumlah pihak yang terkait.

“Sudah mengirimkan surat klarifikasi kepada anggota Binmas yang bertugas di protokol kesehatan, kepada RT, RW, Linmas dan Lurah, Camat dan Walikota Jakarta Pusat, kemudian KUA, Satgas Covid-19, biro hukum DKI dan gubernur DKI,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Senin (16/11).

Selain itu, Polri akan meminta klarifikasi beberapa tamu undangan dalam acara pernikahan itu.

Argo menjelaskan, mereka akan dimintai klarifikasi lantaran ada dugaan tindak pidana yang terjadi dalam acara pernikahan tersebut.

“Dugaan tindak pidana Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan,” ujar Argo.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Rizieq Shihab Dirawat, RS Ummi Bogor: Tidak Mengarah ke Covid-19

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dirawat di RS Ummi Bogor sejak Rabu, 25 November 2020. Hal tersebut dibenarkan oleh Dirut RS Ummi Andi Tatat. Ia menyatakan, Rizieq  sempat masuk ruangan instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Dari hasil skrining di tim kami, Alhamdulillah tidak mengarah ke Covid-19. Sejak kemarin ke RS Ummi, masuk IGD karena beliau capek. Usai pulang ke tanah air, beliau langsung melakukan aktivitas secara maraton,” jelas Andi, Kamis (26/11).

Baca juga: Kabar Rizieq Terinfeksi Covid-19, Ketua PA 212: Tidak Dirawat di RS Kondisi Sehat 

Andi menuturkan, saat ini kondisi kesehatan Rizieq dalam keadaan baik. Namun, Rizieq perlu istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi tubuhnya lantaran masih lemas.

“Beliau dalam keadaan sehat wal afiat, segar, tapi masih dalam pantauan kami. Insya Allah masih aman dan hasil lab rontgen hasil semuanya baik,” ujarnya.

Meski demikian, Andi belum bisa memastikan kapan Rizieq Shihab diperbolehkan pulang. Dokter yang menanganinya menyarankan untuk tetap beristirahat total.

“Kita liat perkembangannya. Dari tim dokter supaya beliau benar-benar istirahat total. Jika sudah lepas, beliau bisa langsung bisa aktivitas lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut Andi mengatakan, saat ini Rizieq dirawat di ruang President Suite. Sementara pihak keluarganya menunggu di ruangan lain. “Dia (istrinya) ikut mengiringi saja. Sempat ikut checkup juga, tapi aman,” imbuhnya.

Sebelumnya, kabar Rizieq Shihab dirawat di rumah sakit dibantah oleh Ketua PA 212 Slamet Maarif. Dia pun membantah rumor Rizieq tengah dirawat di sebuah rumah sakit di wilayah Bogor, Jawa Barat, akibat terinfeksi Covid-19.

“Alhamdulillah beliau sehat, hanya general check saja ke rumah sakit,” kata Slamet, Kamis (26/11).

 

 

 

Continue Reading

Hot Topic

Survei: 77 Persen Masyarakat Dukung Pemerintah Tindak Tegas Acara Rizieq Shihab

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menyampaikan, warga negara Indonesia pada umumnya memandang pemerintah layak bertindak tegas terhadap acara pernikahan putri Muhammad Rizieq Shihab dan maulid Nabi yang dihadiri ribuan pengikut MRS dengan tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Berdasarkan survei nasional SMRC, dari total 49 persen warga yang tahu acara tersebut, mayoritas (77%) setuju seandainya aparat keamanan membubarkan acara itu dengan alasan Covid-19.

“Yang tidak setuju 17%, dan yang tidak menjawab 6%,” kata Abbas dalam rilis survei SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap FPI, MRS, dan Respons Pemerintah”, Kamis (26/11).

Abbas menyampaikan, survei SMRC dilakukan melalui wawancara per telepon pada 18-21 November 2020 dengan melibatkan sampel sebanyak 1201 responden yang dipilih secara random. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Menurut Abbas, temuan ini menunjukkan adanya dukungan warga terhadap upaya pemerintah menegakkan aturan atau protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

“Ini mengindikasikan harapan warga agar pemerintah tidak ragu melakukan tindakan tegas dalam hal pelanggaran protokol kesehatan,” kata Abbas.

Survei nasional SMRC juga menunjukkan sekitar 28% warga tahu pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat karena dinilai gagal menegakan protokol/aturan kesehatan Covid-19. Dari yang tahu, sekitar 48% setuju dengan sikap Kapolri tersebut. Yang tidak setuju 37%.

Selain itu, sekitar 30% warga tahu adanya teguran pemerintah melalui Kemenko Polhukam kepada aparat Kepolisian untuk menindak tegas pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19. Dari yang tahu, mayoritas (86%) setuju dengan sikap pemerintah tersebut.

Begitu pula sekitar 29% warga tahu adanya teguran pemerintah pusat melalui Kemenko Polhukam kepada pemerintah daerah yang kurang tegas menegakkan aturan larangan berkumpul. Dari yang tahu, mayoritas (90%) setuju dengan sikap pemerintah pusat tersebut.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Survei: Hanya 43 Persen Masyarakat yang Suka Rizieq Shihab

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menyampaikan, 73 persen warga Indonesia mengetahui nama Muhammad Rizieq Shihab. Dari 73 persen yang tahu itu, hanya 43 persen yang suka kepada Rizieq Shihab.

“Yang berarti jauh di bawah kedisukaan sejumlah tokoh nasional lain,” kata Abbas, Kamis (26/11).

Temuan itu berdasarkan hasil survei nasional SMRC yang disampaikan dalam rilis survei SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap FPI, MRS, dan Respons Pemerintah” pada Kamis, 26 November 2020, di Jakarta.

Menurut Abbas, kedisukaan Rizieq jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan sejumlah tokoh nasional lain, seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Parawansa, Anies Baswedan, dan Agus Harimurti Yudhoyono yang disukai oleh lebih dari 70% di antara warga yang tahu.

Survei SMRC pada Oktober 2020 menunjukkan empat orang tokoh yang tingkat kedisukaaannya paling tinggi dan mencapai di atas 80% adalah: Ridwan Kamil (85%), Ganjar Pranowo (85%), Sandiaga Uno (84%), dan Khofifah Indar Parawansa (83%). Kemudian ada Agus Harimurti Yudhoyono (76%), Prabowo Subianto (75%), dan Anies Baswedan (74%) di lapisan kedua.

“Dengan demikian, tingkat kedisukaan Rizieq yang hanya 43%, jauh di bawah kedisukaaan tokoh-tokoh tersebut,” kata Abbas.

Survei SMRC dilakukan melalui wawancara per telepon pada 18-21 November 2020 dengan melibatkan sampel sebanyak 1201 responden yang dipilih secara random. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Tingkat kedisukaan terhadap Rizieq ini menunjukkan kemiripan dengan tingkat kedisukaan terhadap Front Pembela Islam (FPI). Dalam survei 18-21 November 2020, sekitar 69% warga tahu atau pernah dengar nama FPI. Dari yang tahu, yang suka sekitar 43%.

Survei nasional sebelumnya yang dilakukan SMRC pada Januari 2018 menunjukkan bahwa NU dan Muhammadiyah adalah organisasi yang lebih banyak dikenal dan lebih didukung oleh warga. Awareness terhadap NU dan Muhammadiyah sekitar 79-80%, tidak berbeda signifikan secara statistik. Sementara yang tahu FPI 59%. Organisasi yang perjuangannya paling banyak mendapat dukungan adalah NU (didukung oleh 80% dari yang aware), selanjutnya Muhammadiyah (58%), dan paling rendah FPI (33%).

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC