Connect with us

Hot Topic

Perpres No. 98 Tahun 2020 Terbit, P2G: Akhirnya Nasib Guru Honorer Jelas

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) mengapresiasi pemerintah atas diterbitkannya Perpres No. 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPK).

Koordinator P2G Satriwan Salim menilai, peraturan yang mulai diundangkan per 29 September 2020 ini menjadi angin segar dan hadiah di masa pandemi bagi seluruh tenaga honorer khususnya Guru P3K yang pada 2019 lalu sudah dinyatakan lolos seleksi Guru P3K.

“Nasib mereka sudah terombang- ambing, mengalami diskriminasi selama setahun. Saatnya mereka memperoleh kejelasan status melalui Perpres ini,” kata Satriwan, Jumat (2/10).

Dia melanjutkan, nasib 34.954 guru P3K yang sudah lolos seleksi 2019 lalu makin jelas. Sekarang tinggal menunggu aturan tersebut dilaksanakan oleh instansi pemerintah yang terkait.

“Guru P3K menunggu bertahun-tahun bahkan ada yang belasan tahun agar nasibnya makin membaik. Status sebagai guru honorer tidak menjanjikan upah yang layak bagi mereka selama belasan tahun. Pengabdian yang bertahun-tahun wajib diapresiasi negara. Melalui P3K mereka disetarakan dengan ASN pada umumnya, sebagaimana amanat UU ASN No. 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah tentang Manajemen P3K No. 49 Tahun 2018,” katanya.

Kendati demikian, Satriwan mengingatkan dan menagih janji Menpan RB beberapa waktu lalu, yang akan membuka lowongan calon guru PNS (termasuk P3K) sebanyak 1 juta lowongan guru tahun 2021.

Menurutnya, jangan sampai ini hanya janji kosong yang membuat harapan para guru khususnya honorer, termasuk fresh graduate pupus.

“Apalagi pengalaman preseden tidak menyenangkan yang dialami guru honorer yang lolos P3K, setahun lebih nasibnya tak kunjung jelas. Baru melalui Perpres 98/2020 ini keberadaan mereka makin jelas: menunggu NIP, penugasan, dan gaji yang akan segera cair,” ujarnya.

Satriwan juga meminta agar seleksi Guru P3K tahun 2021 dilakukan secara adil dan proporsional. Sebab ada beberapa anggota P2G yang berstatus honorer di Blitar, tidak lolos seleksi P3K, padahal mereka memiliki Sertifikat Pendidik. Artinya mereka sudah diakui negara sebagai pendidik profesional sebagaimana perintah UU Guru dan Dosen.

“Kemenpan RB wajib mempertimbangan guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik, bagi calon guru P3K yang ikut seleksi tahun-tahun berikutnya. Kebijakan akan dirasa tidak adil, jika guru yang bersertifikat pendidik tidak lolos seleksi P3K,” ujarnya.

Dia juga berharap agar pemerintah konsisten membuka seleksi CPNS (termasuk P3K) untuk tahun-tahun berikutnya. Sebab lima tahun ke depan Indonesia mengalami kekurangan guru yang tinggi.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Polri: Grup FB STM se-Jabodetabek Serukan Bawa Moly Tuk Jatuhkan Polisi

Published

on

By

Channel9.id – Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, grup Facebook STM se-Jabodetabek menyerukan membawa Moly untuk menjatuhkan polisi.

Grup itu menyerukan untuk menciptakan kerusuhan di demo menolak UU Ciptaker pada Selasa 20 Oktober 2020.

Hal itu diketahui usai polisi menangkap ketiga admin dan anggota grup Facebook tersebut berinisial MLAI (16), WH (16) dan SN (17).

“Grup Facebook itu menyerukan, Buat kawan-kawan ogut jangan lupa tanggal 20 bawa moly supaya polisi jatuh. Ini ajakan di Facebook untuk hari ini,” kata Argo, Selasa (20/10).

“Seruannya tujuannya demonya harus rusuh dan ricuh. Kemudian ada tulisannya macem-macem ada juga untuk tanggal 20 ini,” lanjutnya.

Selain itu, dalam akun media sosial itu, para anggotanya diimbau untuk membawa peralatan-peralatan untuk persenjatai diri melawan aparat kepolisian saat kerusuhan.

“Alat yang berguna untuk jaga akan turun aksi jika chaos ada disini. Bawa masker, kacamata renang, odol, bawa raket kenapa raket itu kalau dilempar gas air mata akan dipukulkan kembali. Ini ajakan di Facebook kemudian ada kantong karet, air mineral dan sarung tangan,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Aduh ! Bos Panti Pijat Positif Covid-19 Kabur dari Ambulans, Berbaur Demo 8 Oktober

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Bos panti pijat Wijaya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat berinisial E (34) yang dinyatakan positif covid-19 kabur dari ambulans yang membawanya ke Wisma Atlet untuk diisolasi.

E kemudian membaur dengan masa menolak UU Ciptaker pada 8 Oktober 2020 lalu.

Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Susan J Zulkifli menyatakan, E saat ini masih dalam pencarian petugas.

“Sampai saat ini kami masih mencari keberadaan E. Dia meloncat dari ambulans dan berbaur dengan massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja,” ujar Susan di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (20/10).

E merupakan pemilik panti pijat Wijaya yang beberapa waktu lalu sempat digerebek aparat lantaran beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Susan menyatakan, E ketahuan positif virus corona berdasarkan hasil swab test yang digelar setelah penggerebekan.

Total 11 perempuan diamankan aparat dan diboyong ke Panti Sosial Bina Karya Wanita. Selain E, mereka yang dibawa adalah terapis pijat di lokasi tersebut.

Delapan orang kemudian dinyatakan positif Covid-19, dan satu diantara kasus positif rupanya mengidap komorbid HIV/AIDS.

E dan tujuh karyawannya yang terpapar Covid-19 kemudian dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalani isolasi. Namun di tengah perjalanan, ambulans yang membawa mereka terjebak macet akibat massa pedemo di kawasan Sawah Besar.

E yang duduk di pinggir baris kedua nekat membuka pintu dan langsung melarikan diri mendekati massa, agar tidak terkejar oleh petugas ambulans.

Susan menyatakan, panti sosial telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.

Sementara itu, Eman perempuan lainnya telah menjalani isolasi di Wisma Atlet Kemayoran dan dinyatakan sembuh sepekan kemudian.

Sedangkan untuk perempuan berinisial S (20) dengan komorbid HIV/AIDS dipisahkan ke Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit.

Proses pemulangan mereka menuju Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia menggunakan mobil milik Dinas Sosial dan dikawal anggota TNI-Polri agar tak terulang kejadian serupa.

“Yang di RSKD Duren Sawit juga sudah sembuh dari Covid-19, tapi harus mendapat perawatan HIV yang diidapnya,” kata Susan.

Susan menyatakan para perempuan yang terjaring aparat tersebut harus menjalani pembinaan di panti sosial tersebut minimal satu tahun.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Ngeri ! Grup FB STM se-Jabodetabek Serukan Rusuh Demo Tolak UU Ciptaker

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, grup Facebook STM se-Jabodetabek menyerukan melakukan kerusuhan di demo menolak UU Ciptaker pada Selasa 20 Oktober 2020.

Hal itu diketahui usai polisi menangkap ketiga admin dan anggota grup Facebook tersebut berinisial MLAI (16), WH (16) dan SN (17).

“Seruannya tujuannya demonya harus rusuh dan ricuh. Kemudian ada tulisannya macem-macem ada juga untuk tanggal 20 ini,” kata Argo, Selasa (20/10).

Adapun seruan dalam grup Facebook itu yakni, “Buat kawan-kawan ogut jangan lupa tanggal 20 bawa moly supaya polisi jatuh”.

“Ini ajakan di Facebook untuk hari ini,” ujar Argo.

Selain itu, dalam akun media sosial itu, para anggotanya diimbau untuk membawa peralatan-peralatan untuk persenjatai diri melawan aparat kepolisian saat kerusuhan.

“Alat yang berguna untuk jaga akan turun aksi jika chaos ada disini. Bawa masker, kacamata renang, odol, bawa raket kenapa raket itu kalau dilempar gas air mata akan dipukulkan kembali. Ini ajakan di Facebook kemudian ada kantong karet, air mineral dan sarung tangan,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC