Connect with us

Hot Topic

Perpres Nomor 7 Tahun 2021 Akan Tekan Ektremisme-Terorisme

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Bicara isu terorisme selalu berhubungan dengan bom meledak dan korban yang berjatuhan. Padahal, saat ini baik pemikiran, sikap, bahkan tindakan terhadap asupan-asupan ekstremisme ini sudah sangat signifikan peningkatannya.

Hal tersebut dikatakan oleh Pendiri Rudalku Jihad Literasi, Soffa Ihsan pada Rabu (17/2) dalam Diskusi Nasional Bincang dan Tebar Perpres No. 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Tahun (RANPE) 2020-2024 Meramu Semangat Tekad untuk Indonesia Cerdas, Santun, Toleran, Bersatu dan Damai.

“Bagaimana 2017-2020 gejala ekstremisme meningkat secara signifikan di masyarakat. Berdasar penelitian statistikal yang kami lakukan, respondennya 9500 di seluruh Indonesia, radikalisme di beberapa daerah telah menanjak pesat. Terlihat kawasan merah, sebelumnya padahal bukan zona merah. Di Banjarmasin tiba-tiba ada aksi terorisme, kemudian di Gorontalo yang sebelumnya bukan klaster zona merah. Itu menunjukan poin bahwa radikalisme-ekstremisme meningkat di masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Soffa itu.

Dia mengatakan adanya Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2021 Tentang RANPE merupakan amunisi para penggerak moderasi untuk menggiatkan kembali literasi dan edukasi dalam upaya deradikalisasi di Indonesia.

“Ini kesempatan gerakan sosial atau CSO-CSO (Civil Society Organization) bisa makin terkonsolidasi dalam upaya membangun kultur untuk saling bersinergis dari mulai atas sampai daerah,” tuturnya.

Sebab, kata Gus Soffa, RANPE bisa membuka peluang masyarakat lebih luas upaya untuk memassifkan pencegahan ekstremisme dan terorisme.

Menurutnya, RANPE bukan sesuatu hal yang hiperbolis tapi ini suplemen pada undang-undang yang ada, untuk melengkapi apa yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT).

Sementara itu, Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan menyatakan banyak masyarakat yang sudah terpapar ekstremisme bergerak tanpa organisasi. Oleh karena itu, Ken menilai Perpres Nomor 7 adalah instrumen yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

“Perpres ini seperti reaktor nuklir, manfaatnya sangat besar. Adapun dari kementerian dan lembaga masih sangat seremonial. Paling tidak ini mempersempit ruang gerak mereka (organisasi ekstrem),” kata eks kombatan Jamaah Islamiyah itu.

Menurut Ken, pihak-pihak yang terpapar atau penggerak ideologi ekstremisme-terorisme belum fokus ke Perpres ini karena masih fokus pada SKB 3 Menteri oleh Mendikbud, Mendagri dan Menag.

“Ini Perpres yang banyak manfaat tapi bahaya kalau tidak tepat sasaran. Karena anggarannya sangat besar. Menurut saya kita sudah terkepung di segala lini, di ASN, aparat keamanan, dari atas dan bawah sudah sejak lama potensi-potensi radikalisme di masyarakat makin menguat,” paparnya.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Vaksin Jadi Rebutan Dunia, Menkes: Masyarakat Harap Bersabar

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat yang ingin divaksin untuk bersabar. Sebab, prosesnya dilakukan secara bertahap. Di satu sisi, vaksin juga masih menjadi rebutan dunia internasional hingga saat ini.

“Vaksin ini menjadi rebutan di seluruh dunia. Banyak negara belum bisa mendapatkan vaksinnya. Dari total 7,8 miliar populasi manusia di bumi, sebanyak 70 persennya atau sekitar 5,5 miliar jiwa butuh 11 miliar vaksin agar mendapatkan herd immunity, maka proses vaksinasi bertahap dan butuh waktu,” kata Budi Sadikin, Rabu 3 Maret 2021.

Dia menilai, persaingan dalam mendapat vaksin Covid-19 tidak mudah. Sebab, seluruh negara sama-sama tengah membutuhkannya untuk keluar dari krisis.

Menurut Budi, Indonesia tergolong beruntung karena telah mendapatkan vaksin dan proses vaksinasi masih terus berjalan. Sementara beberapa negara di Asia lainnya baru memulai vaksinasi beberapa hari lalu.

“Beberapa negara maju baru mulai vaksinasi, jadi Indonesia ini bersyukur kita bisa dapat, karena (vaksin) masih menjadi rebutan di seluruh dunia,” katanya.

Pemerintah juga akan terus mengebut vaksinasi supaya Herd Immunity bisa tercapai dan diharapkan sampai Juni tahun ini bisa menyentuh angka 20 persen.

Untuk mencapai Herd Immunity harus ada 70 persen masyarakat usia 18 tahun ke atas yang divaksin. Dia menargetkan sebanyak 181 juta penduduk Indonesia bisa mendapatkan vaksin.

“Memang bertahap ini vaksinasinya, jadi bapak dan ibu mohon bersabar, sampai Juni mungkin 20 persen penduduk yang bisa divaksin, kita berusaha mendapatkan vaksin sebanyak-banyaknya, sisanya pada Juli Insya Allah bisa sebagian rakyat divaksin,” katanya.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Markas Besar TNI Siapkan 10 Ribu Vaksinator

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Markas Besar (Mabes) TNI menyiapkan sebanyak 10 ribu vaksinator Covid-19 demi tercapainya percepatan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh masyarakat Indonesia. Hal tersebut juga menjadi bentuk koordinasi dan kerja sama pihak terkait terutama untuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono menyampaikan, program sertifikasi vaksinator prajurit TNI dilakukan mulai 2 Maret hingga 4 Maret 2021.

“Tanggal 2 sampai 4 Maret ini, maka genap 10 ribu akan tersertifikasi vaksinator di jajaran TNI, baik AD, AL, AU,” kata Tugas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/2).

Teguh menegaskan, pihaknya siap membantu Kemenkes dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19. Persiapan pun telah dilakukan dan tinggal menunggu koordinasi selanjutnya.

“Ini vaksinator ini betul-betul kita akan gerakkan untuk melaksanakan percepatan vaksinasi yang sudah diprogramkan oleh pemerintah dalam hal ini kebijakan Kemenkes,” jelas dia.

Dia mengatakan, sejauh ini ditargetkan ada 1 juta penduduk Indonesia yang akan menerima vaksin Covid-19.
Diharapkan dalam kurun waktu satu tahun, vaksinasi Covid-19 dapat selesai secara keseluruhan.

“Dan ini sangat penting untuk terciptanya konsep komunal imunitas atau herd imunity, di mana minimal 70 persen dari masyarakat Indonesia tervaksinasi Covid-19. Sehingga ini suatu upaya untuk mempercepat penyelesaian pandemi ini. Kita harapkan dengan vaksinasi ini pandemi akan segera berakhir,” tutur Teguh.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Situasi Intan Jaya Kondusif, Aktivitas Warga Sudah Normal

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Satgas Nemangkawi meninjau kondisi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Dari peninjauan itu, situasi di daerah tersebut terpantau kondusif dan warga sudah beraktivitas normal.

Kasubsatgas Mutimedia Ops Nemangkawi AKBP Arief Fajar Satria menyatakan, aktivitas masyarakat sudah kembali normal dan perekonomian berjalan lancar.

“Kita berada tengah Kota Intan Jaya, aktivitas pasar disini sudah normal dan masyarakat sedang melakukan pekerjaan masing-masing, hidup damai berdampingan,” kata AKBP Arief di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu 3 Maret 2021.

Tidak hanya itu, jajaran petugas gabungan dari pemerintah daerah (pemda) dan TNI-Polri juga memberikan penyuluhan kepada warga supaya mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan di setiap aktivitasnya,” ujarnya.

Sebelumnya daerah tersebut tidak kondusif karena gangguan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Sejumlah warga mengungsi ke gereja dan pastoran.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC