channel9.id – Jakarta. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menginstruksikan seluruh kementerian/lembaga (K/L) untuk mengejot pengerjaan pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tito menggarisbawahi agar seluruh program kegiatan fisik yang telah dianggarkan untuk tahun ini diselesaikan paling lambat sebelum 31 Desember 2026.
Pesan tegas tersebut disampaikan Tito usai menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dipimpin Menko PMK Sugiono di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menteri Dalam Negeri ini menjelaskan bahwa fase tanggap darurat dan transisi bencana di tiga provinsi tersebut telah berjalan baik, termasuk dukungan alokasi anggaran awal Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp268 miliar dari Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, kondisi pelayanan dasar publik seperti listrik, BBM, gas LPG, hingga jaringan internet di wilayah terdampak utama seperti Aceh Tamiang dilaporkan sudah relatif normal kembali.
Di sektor pendidikan, dari 4.922 fasilitas sekolah yang terdampak, kini tersisa 99 sekolah yang masih melaksanakan proses belajar-mengajar di kelas darurat. Penanganannya menjadi fokus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian PU.
Secara khusus, Tito menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AD dan Polri yang bergerak cepat memulihkan konektivitas warga lewat pembangunan infrastruktur darurat.
“Terima kasih banyak kepada rekan-rekan TNI AD yang memiliki satgas jembatan, ratusan jembatan sudah terbangun. Dari Kepolisian juga lebih kurang 120-an jembatan yang dibangun untuk masyarakat,” beber Tito.
Mengingat cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi masih mengintai dan berpotensi memicu bencana susulan, Tito mendesak seluruh Pemda dan K/L mengoptimalkan sisa waktu akhir tahun untuk menyelesaikan perbaikan rumah warga, jalan, dan fasilitas ekonomi.
“Harapan kami dengan koordinasi ini akan mempercepat semua proses. K/L bergerak dan pemerintah daerah dengan anggaran masing-masing juga bisa bergerak lebih cepat,” tegasnya.
Rakor strategis ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri PKP Maruarar Sirait, serta Kepala BNPB Kristomei Sianturi.
Baca juga: Waspada Inflasi Akhir Tahun, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Sering Turun Lapangan Cek Harga Cabai!




