Channel9.id – Jakarta. Skor literasi membaca dan sains siswa Indonesia meningkat dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2025. Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan rata-rata capaian siswa di negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Dalam laporan PISA 2025 yang diluncurkan OECD, skor sains Indonesia meningkat 6 poin menjadi 389 dari 383 pada PISA 2022. Skor membaca juga naik 6 poin, dari 359 menjadi 365.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Toni Toharudin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan performa pendidikan Indonesia relatif stabil.
“Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains,” kata Toni dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).
PISA merupakan asesmen yang mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan membaca, matematika, serta sains dalam situasi kehidupan nyata. Pada 2025, asesmen tersebut diikuti lebih dari 760.000 siswa dari 91 negara dan perekonomian.
Secara umum, hasil PISA 2025 menunjukkan capaian siswa di negara-negara OECD terus menurun. Rata-rata skor membaca di negara OECD turun 28 poin antara 2015 dan 2025, sedangkan matematika turun 22 poin.
Di antara peserta PISA non-OECD, skor membaca turun 16 poin dan matematika 8 poin dalam periode yang sama. Saat ini, satu dari lima siswa berusia 15 tahun di negara-negara OECD memiliki kemampuan rendah dalam sains, matematika, dan membaca.
Selain kenaikan skor, Indonesia juga mencatat perluasan akses pendidikan yang tercermin dalam Coverage Index. Indeks tersebut meningkat dari 0,46 pada 2023 menjadi 0,90 pada 2026.
“Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018,” ucap Toni.
PISA 2025 juga mencatat sejumlah capaian lain terkait kemampuan siswa Indonesia. Siswa Indonesia menunjukkan performa yang lebih baik dalam pemecahan masalah komputasional dibandingkan bidang pembelajaran yang lebih konvensional.
Dalam aspek lingkungan, 92 persen siswa Indonesia meyakini mereka dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Sebanyak 94 persen percaya aksi kolektif dapat mengatasi persoalan lingkungan, sementara 90 persen menyatakan mengetahui cara bekerja sama dengan orang lain untuk memberikan dampak positif.
Sebanyak 92 persen siswa juga menyatakan cukup atau sangat tertarik berkontribusi dalam upaya melindungi lingkungan melalui pekerjaan mereka pada masa depan.
Tingkat keingintahuan siswa Indonesia turut menjadi salah satu capaian yang tercatat dalam PISA 2025. Sebanyak 80 persen siswa menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa mereka memiliki rasa ingin tahu terhadap banyak hal, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 73 persen siswa di negara-negara OECD. Proporsi tersebut meningkat 7,3 poin persentase dibandingkan hasil PISA 2022.
Menindaklanjuti hasil asesmen tersebut, Kemendikdasmen menyiapkan empat strategi utama, yakni penguatan kompetensi guru, peningkatan kualitas pembelajaran, harmonisasi kerangka asesmen pendidikan nasional dengan kompetensi PISA, serta penguatan peran keluarga dan orang tua dalam pembelajaran.
Pemerintah juga akan memperkuat penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, serta literasi-numerasi dan karakter murid melalui sejumlah platform pembelajaran dan asesmen yang dapat digunakan secara mandiri oleh guru dan siswa.
Di sisi tenaga pendidik, Kemendikdasmen menyatakan akan memperkuat kualifikasi akademik guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG), sekaligus meningkatkan kompetensi pedagogik dan digital, termasuk dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial.
Baca juga: P2G Apresiasi Kenaikan Skor PISA Indonesia 2025, Poin Ini Mesti Digenjot Kemdikdasmen
HT



