Connect with us

Internasional

PM Kanada Justin Trudeau Kecam Macron

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Presiden Perancis Emmanuel Macron kembali mendapat kecaman. Kali ini giliran Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang mengkritik Macron yang disebutnya tidak mengerti batas-batas toleransi.

Trudeau menilai tidak ada gunanya melakukan hal-hal yang tidak perlu dan merugikan orang lain.

Seperti diketahui, Charlie Hebdo menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad. Hal itu yang justru memicu aksi teror di Prancis sendiri. Macron memberi pembelaan terhadap media tersebut.

Beberapa pihak meyakini bahwa isyarat itu adalah asal mula serangan pisau di Prancis selama beberapa pekan terakhir. Pemenggalan kepala guru Samuel Paty juga terjadi setelah dia memperlihatkan karikatur nabi kepada murid-muridnya.

Baca juga: Hina Islam, Jokowi: Mengecam Keras Pernyataan Macron 

Semua ini membuat Emmanuel Macron mengatakan bahwa Prancis tidak akan meninggalkan “karikatur, gambar”. Justin Trudeau pun jelas tidak ada di pihaknya.

“Saya akan selalu membela kebebasan berekspresi. Tapi kebebasan berekspresi bukannya tanpa batas,” ujar Trudeau, dikutip dari The Canadian News.

Menurutnya, kebebasan berekspresi harus dijalankan dengan menghormati orang lain dan dengan perhatian untuk tidak melukai dengan cara yang sewenang-wenang atau tidak perlu. Ia menambahkan, niat karikatur itu betapapun bagusnya, belum tentu relevan dalam perdebatan. “Ini masalah rasa hormat, bukan berusaha merendahkan atau menyakiti secara sengaja,” ucapnya.

Trudeau menilai, selalu ada debat yang sangat penting, debat sensitif yang bisa didapat tentang kemungkinan pengecualian pada isu-isu di mana individu tidak ingin menyakiti, tetapi seringkali niat kurang penting dan fakta masih bisa menyakiti. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan percakapan kompleks ini secara bertanggung jawab.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Warganya Positif Corona, Kamboja Tutup Sekolah

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Pendidikan Kamboja memutuskan untuk menutup semua sekolah hingga Januari 2021 setelah muncul laporan wabah lokal virus corona. Penutupan sekolah dilakukan untuk mencegah siswa terinfeksi virus.

Mengutip Associated Press, Menteri Pendidikan Hang Chuon Naron mengatakan semua sekolah negeri ditutup hingga awal tahun ajaran baru. Sementara sekolah swasta juga ditutup selama dua pekan dan tetap diizinkan belajar secara daring.

Baca juga: Ditolak 5 Negara, Kapal Pesiar Westerdam Berlabuh di Kamboja 

Selama akhir pekan pemerintah Kamboja melaporkan wabah tak biasa dari sebuah keluarga yang terdiri dari enam orang dan seorang pria lainnya yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Pada Senin (30/11) delapan kasus dilaporkan di Phnom Penh. Kedelapan orang ini melakukan kontak dengan keluarga tersebut.

Seorang perempuan di keluarga itu diyakini sebagai sumber penyebaran virus corona. Ia diketahui baru-baru ini melakukan perjalanan di dalam negeri secara ekstensif.

Suami wanita itu diketahui bekerja di Kementerian Dalam Negeri yang bertanggung jawab atas penjara. Tiga menteri kabinet yang diketahui sempat melakukan kontak dengan pria tersebut harus menjalani karantina mandiri.

Sekitar 3.300 orang di tujuh provinsi yang diketahui melakukan kontak dengan keluarga tersebut saat ini sedang menjalani tes Covid-19.

Langkah untuk menutup fasilitas umum juga ditempuh oleh kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa. Mulai Senin semua teater dan museum ditutup dan konser publik dilarang selama dua pekan ke depan.

Kamboja sejauh ini melaporkan hanya 323 kasus Covid-19 tanpa kematian sejak awal pandemi. Mayoritas orang yang terinfeksi saat berada di luar negeri.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Hari Ke-2 KTT G20, Jokowi Bicara Masa Depan yang Inklusif

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri rangkaian KTT G20 tahun 2020 hari kedua secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/11). Kepala Negara akan menyampaikan pidatonya dalam pertemuan sesi kedua KTT G20 yang membahas pembangunan masa depan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh.

Termasuk juga upaya pengentasan kemiskinan, kesenjangan, anti korupsi, pemberdayaan perempuan dan pemuda, pendidikan, pariwisata, ekonomi digital, serta upaya pengendalian perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.

Sebelumnya, dalam pertemuan sesi pertama kemarin, Jokowi mendorong negara-negara G20 untuk memberikan perhatian bagi akses terhadap vaksin Covid-19 yang harus dibuka kepada semua negara. Menurutnya, pemulihan ekonomi dunia tidak akan dapat dilakukan apabila pemulihan kesehatan dunia tidak tercapai yang salah satunya diupayakan melalui vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Jokowi Hadiri KTT G20 Tahun 2020 Secara Virtual 

Sebagai informasi, KTT G20 tahun 2020 yang berlangsung di Kota Riyadh, Arab Saudi, ini akan diakhiri dengan seremoni penutupan yang juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta para kepala negara atau pemerintahan negara-negara G20 lainnya.

Dalam kesempatan ini, beberapa menteri mendampingi Jokowi yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sherpa G-20 Indonesia Rizal Affandi Lukman yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Suminto.

Continue Reading

Internasional

Jokowi Dorong PBB Penuhi Akses Obat-Obatan dan Vaksin

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) genap berusia 75 tahun. Untuk dapat menjawab berbagai tantangan global, PBB tidak punya pilihan lain kecuali melanjutkan agenda reformasi secara nyata.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual. Jokowi juga menyampaikan beberapa pandangan, antara lain agar PBB mengembalikan kepercayaan terhadap multilateralisme.

“Pertama, PBB harus mengembalikan kepercayaan terhadap multilateralisme. Kepercayaan akan tumbuh jika multilateralisme dapat memenuhi harapan masyarakat dunia khususnya dalam melawan pandemi,” katanya dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/11).

Baca juga: Jokowi Hadiri Hari Terakhir KTT ASEAN ke-37

Dalam jangka pendek, lanjut Jokowi, PBB harus berperan memenuhi akses terhadap obat-obatan dan vaksin bagi semua. Dalam jangka panjang, PBB dan ASEAN dapat berkolaborasi memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan pandemi baru di masa mendatang.

“Di kawasan Asia Tenggara, belajar dari pandemi ini, kita berusaha bangun sistem dan mekanisme kawasan seperti ASEAN Response Fund for COVID-19, ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies, ASEAN Comprehensive Recovery Framework, ASEAN Framework on Public Health Emergencies, dan ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework,” jelasnya.

“Kami yakin, perbaikan pada sistem kesehatan nasional dan regional dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perbaikan tatanan kesehatan global,” tambahnya.

Selanjutnya, Jokowi mendorong PBB untuk menjaga kemajemukan dan toleransi. Di tengah pandemi saat ini, ia prihatin menyaksikan kembali intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama.

“Kalau ini dibiarkan, maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi,” ungkapnya.

Menurut Jokowi, saat ini dunia membutuhkan persatuan, persaudaraan dan kerja sama untuk mengatasi Covid-19 dan tantangan global lainnya.

“Di saat yang sama, Indonesia mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama. Terorisme adalah terorisme,” tegasnya.

Terakhir, Jokowi mengajak Sekretaris Jenderal PBB untuk menggerakkan dunia agar terus bekerja sama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian, dan menolak kekerasan atas alasan apapun.

“Keberagaman, toleransi, dan solidaritas merupakan fondasi yang kokoh bagi dunia yang damai, aman, dan stabil,” tandasnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC