Connect with us

Lifestyle & Sport

Pola Makan yang Bisa Ganggu Kualitas Tidur

Published

on

Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga

Channel9.id-Jakarta. Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga berat badan. Bahkan membantu proses penurunan berat badan bagi yang sedang menjalani diet.

Meski begitu, hubungan antara pola makan dan tidur yang penting itu kerap diabaikan. Padahal dengan memahaminya, Kamu berpeluang untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan optimal. Maka dari itu, ketahuilah bagaimana dan pola makan saja yang bisa memengaruhi kualitas tidur. Nah, simak penjelasan berikut ini.

1. Ngemil sebelum tidur
Journal of Clinical Sleep Medicane menunjukkan makan rendah serat dan lemak jenuh tinggi dikaitkan dengan tidur yang lebih ringan dan tak nyaman. Maka dari itu, ngemil junk food seperti donat, keripik, dan pizza akan merusak tidur nyenyakmu.

Jika memang ingin ngemil, sebaiknya pilihlah buah-buahan seperti kiwi—yang kaya antioksidan tinggi—yang mampu meningkatkan kualitas tidur dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

2. Sering mengonsumsi minuman olahan
Sama halnya dengan mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh, mengonsumsi minuman olahan tinggi gula juga punya dampak yang sama. Selain itu, varian minuman yang berkafein tinggi juga akan mengganggu siklus tidur, Kamu jadi sulit jatuh tidur.

Maka dari itu, Kamu lebih baik memilih minuman yang lebih sehat seperti secangkir susu hangat sebelum tidur. Minum susu bisa menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Sering mengonsumsi karbohidrat olahan
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan seperti pasta, kerupuk, dan roti juga buruk bagi kualitas tidur. Makanan ini akan mengganggu tahap “tidur nyenyak” lantaran lonjakan gula darah, namun energi cepat menurun sehingga mengganggu ritme sirkadian.

Maka dari itu, Kamu disarankan untuk membatasi makanan jenis ini. Sebagai gantinya, pilihlah makanan berkarbohidrat namun tinggi serat seperti nasi merah dan biji-bijian agar gula darah tetap stabil
4. Makan makanan berminyak
Makanan yang digoreng dan berminyak lebih sulit dicerna. Sebab lemak yang dikandungnya memperlambat proses pengosongan lambung, sehngga jadi makanan bertahan lebih lama di perut. Nah, kondisi ini bisa mengganggu ritme sirkadian yang menyebabkan kantuk di siang hari dan kelaparan larut malam.

5. Mengonsumsi makanan pedas
Mengonsumsi makanan pedas akan memperburuk kualitas tidur. Terlebih lagi jika Kamu punya gangguan lambung seperti maag atau refluks lambung. Maka dari itu, sebaiknya hindari makanan jenis ini, terutama bila dikonsumsi menjelang tidur.

Pasalnya, capsaicin pada cabai atau paprika akan meningkatkan suhu internal tubuh. Padahal, untuk tidur nyenyak, tubuh harus dalam keadaan suhu normal. Selain itu, makan pedas menjelang tidur berisiko membuat asam lambung menjalar dari perut ke tenggorkan—yang kemudian memicu maag atau refluks lambung.

6. Minum alkohol
Kebiasaan minum alkohol meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kehangatan tubuh. Meski demikian, kemungkinan besar Kamu jadi sering terbangun beberapa jam kemudian setelah terlelap.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Efek Kurang Tidur Pada Kulit Wajah

Published

on

By

Efek Kurang Tidur Pada Kulit Wajah

Channel9.id-Jakarta. Kamu mungkin kesal kulit wajahmu masih bermasalah, meski sudah melakukan perawatan yang intensif—mulai dari cuci wajah, menggunakan masker, hingga menggunakan krim. Bahkan, Kamu kerap mengganti produk perawatan kulitmu karena Kamu pikir produk yang Kamu pakai tak cocok.

Sebelum mengganti produk, ada baiknya Kamu ingat-ingat terlebih dahulu kebiasaan tidurmu. Apakah Kamu sering begadang dan kurang tidur? Jika ya, bisa jadi hal ini yang membuat kulitmu tak kunjung membaik dan malah bermasalah, seperti berjerawat hingga kusam.

Untuk diketahui, menurut para ahli, orang dewasa idealnya tidur selama 7-9 jam setiap malam. Sayangnya, tak semua orang bisa menerapkannya. Padahal tidur cukup juga termasuk sebagai langkah perawatan kulit wajah agar tetap sehat. Nah, jika kurang tidur, Kamu bisa mendapat masalah kulit berikut ini.

1. Wajah tampak tua
Kebiasaan kurang tidur bisa membuat kulit wajahmu kendur dan berkerut, sehingga tampak lebih tua. Ini terjadi karena saat kurang tidur, jumlah kolagen yang diproduksi tubuh tidak optimal. Padahal produksi kolagen akan lebih optimal jika Kamu tidur cukup.

Untuk diketahui, kolagen sendiri merupakan protein yang berperan dalam proses regenerasi kulit serta menjaga kulit tetap elastis dan terhidrasi. Zat ini juga membantu menjaga kesehatan dan peremajaan kulit, sekaligus mencegah penuaan dini. Nah, maka dari itu, usahakan tidur cukup sekitar 7-9 jam per malam.

Kamu tak mau terlihat lebih tua dengan teman sebaya hanya karena kurang tidur ‘kan?

2. Berjerawat
Kurang tidur akan memengaruhi kondisi mentalmu juga, lo. Kamu bisa stres dan depresi. Nah, stres akibat kurang tidur ini bisa memicu peningkatan produksi hormon kortisol—yang juga memengaruhi pada tingkat stres. Jika hormon ini terlalu tinggi, tubuh jadi terhadap peradangan, salah satunya peradangan pada kulit. Jika sudah demikian, risiko munculnya jerawat pada wajah akan semakin besar.

3. Lingkar hitam di mata
Semua orang memiliki pembuluh darah yang tipis di area bawah mata. Jadi setiap kali Kamu kurang tidur atau kelelahan, pembuluh darah tersebut akan melebar dan menghitam secara alami. Dengan demikian, semakin sering Kamu kurang tidur, semakin terlihat pula pembuluh darah di area bawah mata

Tak hanya itu, sering kali mata tampak bengkak saat kurang tidur. Ini terjadi karena adanya retensi cairan pada jaringan lunak di sekitar mata. Terutama jika Kamu mengonsumsi makanan mengandung garam sebelum tidur.

4. Kulit kusam
Kurang tidur juga akan membuat kulitmu tampak kusam. Pasalnya, saat kurang tidur, daya tahan tubuh akan melemah sehingga risiko peradangan kulit meningkat. Hal ini akan memengaruhi produksi kolagen serta asam hialuronik yang berfungsi mempertahankan kecerahan kulit. Semakin sedikit produksi keduanya, kulit akan semakin kusam.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ahli Tak Lagi Sarankan Penggunaan Masker Kain

Published

on

By

Ahli Tak Lagi Sarankan Penggunaan Masker Kain

Channel9.id-Jakarta. Menggunakan masker merupakan salah satu protokol kesehatan yang wajib dilakukan selama pandemi COVID-19. Cara ini telah terbukti membantu meminimalisasi penularan COVID-19. Para ahli pun terus mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menggunakan masker, terutama saat di tempat publik.

Perlu diketahui, baru-baru ini, para ahli tak lagi menyarankan penggunaan masker kain karena tak efektif melindungi seseorang dari paparan virus Corona. Mereka lebih menyarankan penggunaan masker bedah.

“Masker kain sudah tidak dianjurkan, lagipula masker bedah sudah banyak tersedia dan harganya terjangkau. Gunakan hanya masker berkualitas,” ujar dr Dirga Sakti Rambe, vaksinolog dan spesialis penyakit dalam, Jumat (18/6).

Sebagaimana telah diketahui, masker bedah atau medis terbukti efektif meminimalisasi paparan virus Corona jika digunakan dengan tepat. Adapun masker kain masih bisa digunakan jika hanya untuk melapisi masker tersebut, sehingga lebih kencang dan seseorang bisa lebih terlindungi.

“Saya menyarankan untuk mengganti masker maksimal 6 jam, atau ganti segera setelah masker sudah basah atau kotor,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr Dirga juga mengimbau masyarakat agar tak melepas dan membuang masker serampangan. Saat melepas masker, lepas tali elastis dari telinga. Jauhkan masker dari pakaian dan wajah agar tak terpapar permukaan masker yang kemungkinan sudah terpapar virus.

Kemudian buanglah di tempat sampah. Selanjutnya, bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer dengan alkohol minimal 70%.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ingin Sehat dan Berumur Panjang? Coba Jalani Kiat-Kiat Berikut Ini

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Cobalah tengok seberapa banyak orang yang mengalami gejala COVID-19 yang terbilang berat dan parah. Perlu Kamu sadari, tingkat keparahan gejala ini juga bergantung pada pola dan gaya hidupmu. Pasalnya, kedua hal ini akan memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.

Jika pola dan gaya hidupmu berantakan, tak hanya daya tahan tubuhmu yang lemah, tetapi Kamu juga jadi berisiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, stroke, dan lain sebagainya. Adapun orang-orang dengan penyakit ini—disebut dengan komorbid atau penyakit penyerta—berisiko membuat seseorang mengalami gejala yang parah saat terpapar COVID-19.

Baca juga: Pola Makan yang Bikin Bebas Stres

Untuk menghindari masalah kesehatan itu, sekaligus menangkal atau mengurangi tingkat keparahan gejala COVID-19, jalanilah hidup sehat. Hal ini juga memungkinkan Kamu hidup lebih bahagia dan berumur panjang, lo. Nah, untuk mendapat manfaat ini, lakukan tips simpel berikut ini untuk memulai pola hidup sehat.

1. Jaga tubuh tetap terhidrasi
Pastikan tubuhmu tetap terhidrasi dengan minum air putih dua liter atau delapan gelas per hari. Cara ini bakal mencegah Kamu mengalami dehidrasi, yang bisa memicu masalah kesehatan seperti pusing, linglung, kelelahan, kulit kering, bahkan gangguan ginjal.

Selain mencegah dehidrasi saja, minum air putih juga jadi cara ampuh bagi agar Kamu mengonsumsi minuman manis, yang berisiko meningkatkan masalah diabetes.

2. Konsumsi makanan sehat
Penting bagi Kamu untuk memerhatikan asupan gizi setiap hari. Pastikan makanan yang Kamu konsumsi mencangkup karbohidrat, serat, protein, dan lemak baik. Kemudian perhatikan pula porsinya, agar berat badanmu tetap ideal—tak terlalu kurus atau terlalu gemuk. Kamu pun harus bijak dalam mengolahnya. Cobalah mengolah makanan dengan cara yang sehat seperti direbus, dikukus, atau ditumis.

3. Kurangi gula, alkohol, dan rokok
Batasi atau hindarilah asupan gula. Sebab jika dikonsumsi terlalu banyak, bisa memicu diabetes. Kalau sudah demikian, Kamu bisa lebih rentan terkena berbagai penyakit kronis di masa mendatang, penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, Kamu juga harus perlahan-lahan kurangi kebiasaan minum alkohol dan merokok.

4. Hindari atau kelola stres
Nyaris semua orang mengalami stres, entah apa pun penyebabnya. Dalam jangka panjang, stres bisa memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Oleh karenanya, usahakan untuk hindari atau kelola stres agar Kamu lebih rileks dan bebas dari stres.

Jika Kamu merasa tertekan, cobalah tenangkan dirimu dan ambil napas dalam-dalam, kemudian embuskan perlahan. Lakukan hal ini hingga Kamu rileks. Cara ini bisa menurunkan produksi hormon kortisol, yang jika kadarnya tinggi bisa memicu stres, sehingga Kamu lebih rileks. Atau, Kamu juga bisa melakukan hal atau hobi yang menyenangkan buatmu.

5. Rutin olahraga
Di masa pandemi seperti ini, Kamu tak perlu olahraga di rumah seperti ke gym atau jogging guna meminimalisasi risiko terpapar virus Corona. Terlebih saat ini varian virus yang diwaspadai di dunia mulai merebak di sejumlah wilayah di Indonesia. Nah, sebagai gantinya, Kamu bisa berolahraga di dalam rumah. Kamu bisa melakukan yoga dan jenis olahraga lainnya, yang memungkinkan Kamu tetap bisa berolahraga meski di rumah. Kuncinya satu, buatlah tubuhmu aktif bergerak setiap hari. Dengan begitu, Kamu bisa lebih bugar, stamina lebih kuar, hingga daya tahan tubuhmu juga kuat.

6. Tidur cukup
Nah, upaya-upaya dia atas bakal sia-sia kalau Kamu tak cukup tidur, lo. Maka dari itu, cukupilah kebutuhan tidurmu. Idealnya sekitar 7-9 jam per malam, menurut National Sleep Foundation.

Menurut ahli, tidur merupakan kebutuhan paling mendasar untuk menuju pola hidup sehat. Aktivitas ini menjadi fondasi pikiran dan tubuh yang sehat. Jika fondasi goyah, kesehatanmu akan terganggu, dari fungsi kekebalan tubuh, energi, selera makan, suasana hati hingga berat badan.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC