Connect with us

Hukum

Polisi Gagalkan Penyelundupan 91.456 Benih Lobster

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Polisi Resor Kota Besar Palembang, Sumatera Selatan, menggagalkan penyelundupan 91.456 benih lobster senilai Rp14 miliar berasal dari Provinsi Lampung.

Kepala Polisi Resor Kota Besar Palembang Komisaris Besar Polisi Irvan Prawira Satyaputra menyatakan, penangkapan berawal saat petugas mendapatkan informasi adanya mobil minibus yang mencurigakan melintas dari Bandar Lampung menuju Kota Palembang.

Berbekal informasi tersebut, petugas melakukan pengetatan di akses keluar masuk perbatasan hingga akhirnya mobil tersebut berhasil diamankan di pintu Tol Keramasan – Indralaya.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap mobil minibus jenis Innova dengan nomor polisi BG –1628–AN yang dikendarai oleh AS (42) warga Lampung itu petugas menemukan 18 kotak sterofoam yang ternyata berisikan 91.456 benih lobster.

Lalu setelah memastikan benar kotak tersebut berisikan benih lobster, petugas pun membawa pengendara beserta barang bukti tersebut dibawa ke Mapolrestabes untuk pemeriksaan intensif.

Baca juga: Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan 22 Ribu Benih Lobster

Dari 91.456 benih itu diketahui sedikitnya ada 83.200 ekor benih lobster jenis pasir dan 8.256 ekor benih lobster jenis mutiara.

Berdasarkan pengakuan AS (42) ia ditugaskan untuk mengantarkan benih itu kepada seorang pesanan yang sudah menunggunya di Provinsi Jambi.

Dalam menjalankan aksinya tersebut, AS mengaku diberikan upah Rp1 juta. Upah itu baru diterimanya setelah barang pesanan tiba.

“Sudah empat kali tersangka ini menyelundupkan benih lobster dari Lampung ke Jambi melintasi Palembang,” ungkap dia.

Ia memastikan, kasus tersebut akan dilakukan pengembangan lebih lanjut untuk bisa menemukan pelaku-pelaku lain dengan tetap berkoordinasi bersama dengan kepolisian setempat.

Mengingat beberapa bulan lalu, lanjutnya, Satreskrim Polrestabes Palembang juga menggagalkan 70.407 benih lobster senilai Rp11 miliar dari lokasi yang sama.

Merujuk pada aturan Permen KP Nomor 17 Tahun 2021 pasal 7, tentang pengaturan penangkaran pengeluaran benih benur lobster (BBL) harus berukuran di atas 8 cm atau berat di atas 200 gram.

Atas perbuatan itu tersangka dikenakan pasal 92 Jo pasal 26 ayat (1) UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman delapan tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Azis Syamsuddin Jadi Tersangka, MKD: Kami Hargai Proses Hukum

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Habiburokhman menyatakan, pihaknya menghargai proses hukum yang sedang berjalan di KPK terhadap Azis Syamsuddin.

Diketahui, KPK dikabarkan telah menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

“Kami sangat menghargai proses hukum yang berjalan di KPK. Kami berpendapat KPK pasti melakukan segala kebijakannya berdasarkan hukum dan UU yang berlaku,” kata Habiburokhman, Jumat 24 September 2021.

Dia menyatakan, MKD akan terus mencermati proses hukum terhadap Azis Syamsuddin. MKD tidak akan mengintervensi proses hukum ini.

“Hingga saat ini kami akan mencermati proses hukum ini dan kami tidak akan mengintervensi proses hukum tersebut atau ikut campur tangan, kami tidak akan seperti itu,” katanya.

Baca juga: KPK Minta Azis Syamsuddin Penuhi Panggilan

Diketahui, KPK telah menetapkan Azis sebagai tersangka kasus suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah.

Dia diduga terlibat dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) pemberian hadiah atau janji yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Nama Azis Syamsuddin muncul dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Salah satunya, Azis Syamsuddin meminta tolong kepada Robin untuk mengurus kasus yang melibatkannya dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Jaksa KPK dalam surat dakwaan itu menyebutkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado memberikan Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000 ke AKP Robin dan seorang rekannya sebagai pengacara atas nama Maskur Husain. Maskur juga sedang diadili dalam perkara tersebut.

HY

Continue Reading

Hukum

Polisi Tangkap Pembunuh Prajurit TNI di Depok

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Seorang pria ditemukan tewas di sebuah lahan kosong di Patoembak, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, korban diketahui merupakan anggota TNI, Sertu Yorhan Lopo. Ia diduga menjadi korban pembunuhan.

Yusri mengonfirmasi peristiwa itu dan korban adalah anggota TNI. “Iya korbannya anggota TNI,” katanya, Jumat (24/9).

Baca juga: Polisi Segera Panggil Luhut, Terkait Kasus Pelaporan Haris Azhar dan Fatia

Yusri menyebut jenazah korban ditemukan di daerah Cimanggis, Depok, pada Kamis (23/9). Dia mengatakan terduga pelaku pun berhasil ditangkap tidak lama dari penemuan jasad korban. “Tersangka satu sudah diamankan,” tutur Yusri.

Polisi masih enggan memerinci perihal kasus pembunuhan anggota TNI. Yusri menyebut pihaknya akan menggelar konferensi pers di Polres Metro Depok untuk menjelaskan kronologis kasus tersebut.

IG

Continue Reading

Hot Topic

KPK Minta Azis Syamsuddin Penuhi Panggilan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin dapat memenuhi panggilan KPK.  Diketahui, Azis telah ditetapkan KPK  atas dugaan kasus suap penanganan perkara rasuah di Kabupaten Lampung Tengah.

“Kita berharap, setiap orang yang dipanggil akan memenuhi panggilan sebagai wujud perhormatan atas tegak dan tertibnya hukum dan keadilan,” kata Firli, Jumat (24/9).

Diketahui, nama Azis Syamsuddin dalam surat dakwaan eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Baca juga: KPK Tetapkan Azis Syamsuddin Jadi Tersangka 

Politikus Golkar itu diduga memberikan uang senilai Rp3,09 miliar dan US$36 ribu kepada Stepanus Robin, lewat pihak swasta bernama Aliza Gunado. Uang tersebut diberikan terkait dengan perkara rasuah di Lampung Tengah.

Saat ini, KPK tengah membuka penyidikan baru terkait penanganan perkara di Lampung Tengah.

“KPK saat ini sedang melakukan penyidikan perkara dugaan TPK pemberian hadiah atau janji (suap) terkait penanganan perkara TPK yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (23/9/2021).

KPK, lanjutnya, akan menyampaikan secara lengkap mengenai kronologis serta konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, dan tentu pihak-pihak yang ditetapkan sebagai Tersangka pada saatnya nanti Pengumuman tersangka, kata dia akan  dia sampaikan pada saat dilakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan.

“Saat ini Tim Penyidik masih bekerja dan terus mengumpulkan alat bukti dan telah memeriksa beberapa orang saksi di Jakarta, Bandung, Tangerang dan Lampung,” pungkasnya.

Continue Reading

HOT TOPIC