Connect with us

Hot Topic

Polisi Periksa Kalapas Klas 1 Tangerang

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akan memeriksa Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas I Tangerang, Banten, Victor Teguh Prihartono. Pemeriksaan itu terkait kasus kebakaran yang telah menewaskan 45 warga binaan.

“Iya, pemeriksaan sebagai saksi dilaksanakan hari ini di Polda Metro Jaya,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Senin, 13 September 2021.

Ramadhan menjelaskan, selain Victo, ada 13 saksi lainnya yang akan diperiksa. Mereka ialah pegawai Lapas Klas I Tangerang yang bekerja atau piket pada malam sebelum terjadi kebakaran.

“Surat panggilan sebagai saksi ditujukan kepada 14 orang pegawai lapas yang melaksanakan piket pada hari itu, termasuk Kepala Lapas,” jelasnya.

Baca juga: Semua Data Ante Mortem Korban Lapas Tangerang Terkumpul, Termasuk 2 WNA 

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah meningkatkan status kasus kebakaran Lapas Klas I Tangerang ke tahap penyidikan. Polisi menerapkan tiga pasal terhadap terduga pelaku, yakni Pasal 187, Pasal 188, dan Pasal 359 KUHP.

Pasal 187 KUHP menyatakan barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan, atau banjir diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Selanjutnya, Pasal 188 KUHP berbunyi barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan, atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

Kemudian, Pasal 359 KUHP disebutkan barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Dituding Endapkan Dana di Bank, Ini Respon Ganjar Pranowo

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menepis tudingan terkait banyaknya anggaran pemerintah daerah yang mengendap di bank. Ia mengatakan, tudingan tersebut menggelikan.

“Sebenarnya cerita seperti ini menggelikan buat saya, menakutkan si tidak, tapi menggelikan,” kata Ganjar dalam acara diskusi virtual bertajuk “Membedah Uang Kas Pemda di Perbankan” yang disiarkan Youtube Kemendagri, Kamis (16/9).

Ganjar menegaskan bahwa saat ini Pemprov Jawa Tengah memiliki saldo kas per Agustus 2021 sebesar Rp 2,39 triliun. Pihaknya, kata dia, tidak ada upaya kesengajaan untuk mengendapkan dananya di bank.

Ganjar menjelaskan dana yang mengendap di bank adalah proses yang normal dan selalu terjadi di setiap daerah. Pasalnya, seluruh dana yang masuk dan keluar harus lewat rekening daerah yang ada di perbankan.
Hal ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

“Kalau memang serapan mau cepat, boleh tidak gaji PNS dibayar pada Januari untuk satu tahun? Boleh tidak ya kami paksakan lelang-lelang itu kami langsung bayar, tidak perlu terminasi? Tapi kan faktanya tidak demikian,” ungkap Ganjar dalam Talkshow `Membedah Uang Kas Pemda di Perbankan`, Kamis (16/9).

Baca juga: Dukung PPKM, Ganjar Pranowo: Prioritaskan Kesehatan Dulu 

Sementara, Ganjar menyebut seluruh pendapatan asli daerah (PAD) akan masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD). Dengan begitu, saldo di RKUD akan bertambah setiap hari.

“Pajak masuk maka RKUD akan naik turun. Penggunaannya akan mengikuti kapan belanja harus dikeluarkan,” terang Ganjar.

Ganjar juga membantah bahwa pemprov atau pihaknya sengaja menyimpan dana di bank dalam waktu lama demi imbal hasil atau bunga. Menurutnya, bunga dari dana yang disimpan di perbankan bukan target pemprov.

“Apalagi bunga diambil kepala daerah, itu berlebihan deh,” imbuh Ganjar.
Selain itu, beberapa hal lain yang membuat ada dana yang disimpan lama di bank lantaran ada aturan tertentu kapan pemda bisa mengeluarkan uang tersebut. Sebagai contoh, pemda bisa membayar barang yang dibeli setelah barang itu diterima.

“Sesuai aturan pembayaran APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang atau jasa diterima, kadang kan ada yang terlambat juga (barang atau jasanya),” kata Ganjar.

Selain itu, dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur di daerah tak bisa dicairkan cepat karena kontraktor terkadang tak ingin terima uang muka.

“Banyak kontraktor tidak mau ambil uang muka karena modal kerja mereka kuat. Otomatis uang daerah yang belum digunakan akan mengendap di bank,” jelas Ganjar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto mengatakan total simpanan pemerintah daerah (pemda) di perbankan sebesar Rp178,95 triliun per akhir Agustus 2021. Angkanya naik dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp173,73 triliun.

Ia menjelaskan simpanan ini terdiri dari pemerintah provinsi yang sebesar Rp56,42 triliun dan kabupaten/kota sebesar Rp122,53 triliun.

Lebih rinci, mayoritas simpanan itu disimpan dalam bentuk giro, yakni Rp122,42 triliun. Sisanya, sebesar Rp51,86 triliun dalam bentuk deposito dan tabungan Rp4,67 triliun.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Kejagung Tetapkan Mantan Gubernur Sumsel Alex Nurdin Jadi Tersangka

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Alex Noerdin sebagai tersangka. Ia terjerat kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel periode 2010-2019.

Baca juga: KPK Lakukan OTT di Kalsel, Siapa Saja yang Diamankan 

“Tersangka AN (Alex Noerdin) menyetujui dilakukannya kerja sama PDPDE Sumatra Selatan dengan PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) membentuk PT PDPDE Gas dengan maksud menggunakan PDPDE Sumsel untuk mendapatkan alokasi gas bagian negara,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (16/9).

Tak hanya Alex, Kejagung menjerat Direktur PT DKLN Muddai Madang yang merangkap sebagai komisaris utama PDPDE Gas sekaligus direktur utama (dirut) PT PDPDE Gas. Ia diduga menerima pembayaran yang tidak sah berupa fee marketing dari PT PDPDE Gas.

Namun, Leonard enggan menyebut besaran aliran dana yang diterima Alex maupun Muddai dalam kasus tersebut. Ia beralasan, informasi tersebut sudah masuk pokok perkara.

Keduanya kini ditahan selama 20 hari, mulai hari ini. Alex dikurung di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sedangkan Muddai di Rutan Salemba cabang Kejagung.

Alex dan Maddai dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 dan Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Continue Reading

Hot Topic

2 Nakes yang Hilang Usai Penyerangan KKB Ditemukan, 1 Masih Hidup dan 1 Lagi Meninggal

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Tim gabungan TNI-Polri berhasil menemukan dua tenaga medis yang hilang di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang pascapenyerangan dan pembakaran fasilitas umum oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dua tenaga medis itu yakni Kristina Sampe yang ditemukan dalam keadaan hidup, sementara Gabriela Meilan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, tim personil gabungan TNI-Polri menerima informasi bahwa masyarakat telah menemukan dua orang tenaga medis yang hilang pasca penyerangan oleh KKB di dasar jurang.

“Rabu 15 September 2021 pukul 15.30 WIT mendapat laporan tersebut, personil gabungan TNI-Polri bergerak menuju lokasi tempat terlemparnya kedua korban,” kata Kamal dalam keterangannya, Kamis 16 September 2021.

Kemudian, pada pukul 16.30 WIT personel gabungan tiba di lokasi terlemparnya kedua korban. Tim lantas menemukan korban Kristina Sampe dalam keadaan hidup, sementara untuk korban Gabriela Meilan dalam keadaan meninggal dunia.

Baca juga: KKB Lamek Tablo Bakar Fasilitas Umum di Kiwirok, Papua

“Pukul 16.32 WIT personel Gabungan melakukan evakuasi korban Kristina Sampe dari jurang dan selanjutnya korban dibawa ke Pos Pamtas 403/WP guna mendapatkan perawatan medis,” ucap Kamal.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.35 WIT pada saat akan dilakukan evakuasi terhadap korban Gabriela Meilan cuaca memburuk dan medan yang sangat terjal, sehingga tim menunda evakuasi pengangkatan jenazah.

Untuk diketahui, hlangnya dua tenaga medis tersebut terjadi pada Senin 13 September 2021 pasca penyerangan fasilitas umum oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC