Connect with us

Hukum

Polisi Ungkap Kasus Penjualan Satwa Langka Via Medsos di Jawa Timur

Published

on

Polisi Ungkap Kasus Penjualan Satwa Langka Via Medsos di Jawa Timur

Channel9.id-Surabaya. Berawal dari informasi masyarakat, Aparat kepolisian bersama BKSDA Jatim berhasil mengungkap kasus penjualan satwa langka dan dilindungi di wilayah Jawa Timur.

Dalam penyergapan ini, petugas Kepolisian berhasil mengamankan dua tersangka di rumahnya masing-masing, mereka adalah VRW (29) warga Tulungagung dan SS (25), warga Jember. Kedua tersangka tersebut berperan sebagai pencari satwa dan penjual satwa melalui media sosial.

“Awalnya kami mengamankan satu tersangka di Tulungagung. Kemudian dari hasil pengembangan kami juga berhasil menangkap tersangka lainnya di Jember,” ujar Kabid humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko saat rilis di Mapolda Jatim, Rabu (13/10/21).

Selain berhasil mengamankan dua tersangka, petugas juga berhasil menyita barang bukti sejumlah satwa langka. Adapun satwa-satwa tersebut ada yang dalam keadaan hidup dan mati.

“Dari penangkapan di Jember, sejumlah satwa berhasil kami amankan seperti 1 ekor harimau tutul dalam keadaan mati dan sudah diformalin. Kemudian ada 2 ekor lutung Jawa muda masih hidup. Kemudian juga ada 2 ekor lutung sudah mati. Ada juga 1 ekor satwa Binturong dan burung rangkong masih hidup,” tutur Gatot.

Menurut Gatot, seluruh satwa tersebut ditangkap di sekitar hutan di Jember dan dijual di Indonesia. Sedangkan pemasaran dilakukan melalui media sosial.

“Satwa ini dari wilayah Jember. Seperti macan tutul ini juga dari Jember. Sistem penjualannya melalui medsos. Kemudian saling menawarkan dan bekerjasama dan saling melengkapi,” kata Gatot.

Dalam perkara ini, kedua tersangka akan dijerat pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Adapun ancamannya yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta rupiah.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Kabur dari Wisma Atlet, Polda Metro Minta Rachel Vennya Kooperatif

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Polda Metro Jaya mengimbau kepada selebgram Rachel Vennya untuk kooperatif dan memenuhi panggilan klarifikasi pada hari Kamis, 21 Oktober 2021 nanti.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengemukakan bahwa Kepolisian sudah mengirimkan surat undangan klarifikasi terhadap Selebgram Rachel Vennya terkait kaburnya Rachel Vennya dari lokasi karantina Covid-19 di RS Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Jakarta Pusat.

“Kita sudah layangkan surat klarifikasi terhadap RV dan kita jadwalkan hari Kamis untuk hadir ke sini (Polda Metro Jaya),” tuturnya di Polda Metro Jaya, Senin (18/10), dilansir Antara.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Bakal Usut Tuntas Kasus Rachel Vennya 

Seperti diketahui, Selebgram Rachel Vennya telah kembali ke Indonesia setelah bepergian ke negara Amerika Serikat.

Rachel Vennya yang kembali dari Amerika Serikat tersebut seharusnya menjalani karantina selama delapan hari di RSDC Wisma Atlet.

Namun, Rachel Vennya melarikan diri dari lokasi karantina yang dibantu oleh anggota TNI berinisial FS.
Tidak lama setelah kabur, Rachel Vennya ternyata langsung menggelar acara pesta ulang tahun bersama sejumlah temannya di Bali.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Polda Jabar Tetapkan 7 Tersangka Kasus Pinjol Ilegal

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar telah menetapkan tujuh tersangka terkait kasus pinjaman online (pinjol) yang digerebek di Kabupaten Sleman, DIY.

“Sudah tujuh orang kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, AKBP Roland Ronaldy, Senin 18 Oktober 2021.

Ketujuh tersangka itu yakni EM, EA, GT, MZ, RS, AZ, dan AB. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda.

“Mulai dari asisten manajer, bagian HRD, IT, hingga penagih (debt collector),” katanya.

Baca juga: Polri Ungkap Pinjol Ilegal KSP Cinta Damai, 8 Orang Ditangkap

Para tersangka, kata dia, dijerat dengan Pasal 29 UU No 19 Tahun 2016, Jo Pasal 45 hurup b Pasal 34 KUHP dengan ancaman hukuman paling rendah sembilan tahun penjar.

Saat ini, kata dia, polisi masih terus mengembangkan kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi.

Sebagaimana diketahui, Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jabar bekerja sama dengan Polda DIY berhasil membongkar praktik pinjol yang berkantor di sebuah ruko di Jl. Prof Herman Yohanes, Kelurahan Caturnunggal, Kecamatan Depok, Sleman DIY.

Dalam penggeberekan ini, polisi mengamankan 83 orang karyawan pinjol. Kebayakan dari mereka adalah debt collector (penagih utang). Saat penggerebekan, kantor pinjol ini tengah beraktivitas layaknya sebuah kantor.

“Kami bekerjasama dengan Polda DIY. Mereka yang kami amankan kebanyakan adalah debt collector,” kata Direktur Reskrimsus Polda Jabar, Kombes Arief Rahman kepada para wartawan, Jumat.

Menurut Arief perusahaan pinjol ilegal yang digerebek menjalankan 23 aplikasi ilegal. Seluruh aplikasi yang dijalankan perusahaan pinjol ilegal ini tak terdaftar di Otoritas jasa Keuangan (OJK). Dia mengatakan, peruahaan pinjol ilegal ini beroperasi hingga ke sejumlah daerah di Pulau Jawa.

“Mereka yang kita amankan tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Jabar dan Polda DIY,” imbuh dia.

HY

Continue Reading

Hukum

Kasus Azis Syamsuddin, KPK Periksa Eks Wali Kota Tanjungbalai

Published

on

By

Golkar Segera Umumkan Nama Pengganti Azis Syamsuddin Sebagai Wakil Ketua DPR

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial terkait kasus penanganan perkara di Lampung Tengah. Kasus ini juga menjerat mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, M Syahrizal diperiksa dengan kapasitasnya sebagai saksi.

“Pemeriksaan dilakukan di Rutan Klas I meda atas nama saksi M Syahrial mantan Walikota Tanjungbalai,” ujar Ali, Senin (18/10).

Baca juga: Azis Syamsuddin Terancam 5 Tahun Penjara 

Sebelumnya, Azis Syamsuddin dijerat KPK dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menyuap penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju. Suap berkaitan dengan penanganan perkara korupsi di Kabupaten Lampung Tengah.

Continue Reading

HOT TOPIC