Connect with us

Hukum

Polres Probolinggo Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Antar Provinsi

Published

on

Channel9.id-Probolinggo. Satuan Reserse Narkoba Polres Probolinggo Kota berhasil amankan sebelas tersangka pengedar narkotika beserta barang bukti sabu seberat 601 gram, 8 pil ekstasi, dan 200 pil koplo saat menggelar Operasi Tumpas Narkoba tahun 2021.

Penangkapan ini Ini merupakan hasil ungkap terbesar di jajaran Polda Jatim.

Dari hasil ungkap itu, berhasil diamankan 11 tersangka. Mereka adalah Anton Pristiawan (39), warga Desa/Kecamatan Kencong, Jember yang merupakan kurir sabu 601 gram dan 8 butir pil ektasi. Tersangka lain adalah RH (34), SY (29), MBY (36), RK (34), AP (35), SA (34), YA (24), GAP (34), MRI (20), dan JD (31).

Barang bukti cukup banyak itu didapat saat anggota menangani kecelakaan tunggal. Ternyata di dalam Datsun Go Nopol N 1605 ZI  terdapat 601 gram sabu dan 8 pil ekstasi.

Barang bukti itu jika dirupiahkan mencapai nominal Rp 1 miliar.

“Di saat gelar Operasi Tumpas Semeru kita berhasil mengamankan barang bukti cukup besar. Sabu seberat 601 gram dan 8 pil ektasi, yang berawal dari kejelian anggota saat menangani laka lantas,” ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Raden Muhamad Jauhari, Senin (13/9/21).

Jauhari menjelaskan, para tersangka yang diamankan semuanya merupakan kurir dan pengedar ada yang merupakan pemain baru dan lama.

“Dari 11 tersangka yang diamankan, 1 diantaranya adalah kurir dan pengedar. Yakni Anton Pristiawan (39) warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Barang bukti sabu seberat 601 gram atau setengah kilogram lebih,” tandas kapolres.

Dengan keberhasilan ungkap narkoba terbanyak, Jauhari memberikan reward ke anggota Laka Lantas Satlantas Polres Probolinggo Kota dan Satuan Reserse Narkoba.

“Kita berikan reward ke anggota Laka Lantas Polres Probolinggo Kota dan Satreskoba dengan keberhasilan mengungkap dan mengagalkan peredaran narkoba jaringan antar provinsi dan lintas kota, dengan barang bukti terbanyak selama ini,” kata Jauhari.

“Terimakasih ke anggota Laka Lantas Aiptu Eko Yuli, atas kejelian hingga berhasil menggagalkan peredaran narkoba sabu dengan berat 601 Gram, dan 8 pil ekstasi, dan jajaran Satreskoba yang melanjutkan pengembangan,” lanjut Jauhari.

Dari 11 tersangka, 9 tersangka dikenakan tindak pidana narkotika dan 2 tersangka dikenakan pasal tindak pidana edar farmasi.

Untuk pelanggaran narkotika terancam kurungan penjara 5 tahun dan maksimal hukuman mati, dan untuk pelanggaran edar farmasi tersangka terancam kurungan penjara paling lama 15 tahun.

“Para tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, Ancaman hukuman selama 5 tahun penjara keatas,” pungkas Jauhari.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

M Kece Dianiaya, Polri: Petugas Rutan Anggap Irjen Napoleon Atasan

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Tersangka penistaan agama M Kece diduga dianiaya oleh Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, petugas rutan Bareskrim Polri tidak berani menegur Irjen Napoleon saat menganiaya M Kece.

Sebab, Irjen Napoleon masih dianggap sebagai atasannya.

“Kan yang bersangkutan masih sebagai seperti atasan dengan seorang bawahan yang sedang menjaga tahanan. Nanti akan kita pertanyakan ke sana,” kata Argo, Senin 20 September 2021.

Argo menambahkan, pihaknya masih memeriksa 4 petugas penjaga Rutan untuk mendalami kejadian itu.

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Bakal Hadapi Sidang Etik Polri

“Ini sedang kita dalami juga makanya tadi empat penjaga tahanan kita periksa. Nanti disana kita akan mengetahui seperti apa sih kejadiannya empat tahanan itu,” ujar Argo.

Argo menambahkan, pihaknya juga segera melakukan pemeriksaan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte dalam kasus tersebut.

“Jadi nanti setelah saksi-saksi udah kita periksa semua, kemudian alat bukti yang dikumpulkan sudah cukup. Nanti akan kita minta keterangan kepada yang diduga melakukan penganiayaan yaitu terlapor,” pungkasnya.

Irjen Napoleon menjadi terlapor dalam perkara penganiayaan yang dilaporkan oleh Muhammad Kosman alias Muhammad Kece ke Bareskrim Polri pada tanggal 26 Agustus 2021.

Perkara penganiayaan ini telah ditindaklanjuti oleh Bareskrim Porli, dan sudah tahap penyidikan.

Irjen Napoleon sendiri ditahan di Rutan Bareskrim Polri terkait perkara suap dan penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Tiga Petugas Lapas Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Tiga petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus kebakaran. Diduga, ketiganya lalai dalam bertugas sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa 49 orang warga binaan Lapas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, ketiganya berinisial RU, S, dan Y. Mereka dipersangkakan setelah penyidik melakukan gelar perkaradengan Pasal 359 KUHP. Sementara Pasal 187 dan 188 masih dalam pendalaman.

“Bagaimana mekanisme, sampai penetapan tersangka yang kesemuanya adalah pegawai lapas yang kerja saat itu atau regu lapas. Berdasarkan gelar perkara ditetapkan tiga orang tersangka,” jelas Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/9).

Baca juga: Polisi: Sumber Api Kebakaran Lapas Tangerang Dari Sel Nomor 4 

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, penyidik telah mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi seperti keterangan ahli, bukti dokumen surat, dan keterangan tersangka.

“Dari proses penyidikan pemeriksaan saksi ahli maupun dokumen penyidik pagi tadi gelar perkara, di dalam gelar perkara ditetapkan tiga tersangka Pasal 359,” ujarnya.

Sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang mengalami kebakaran pada Rabu 8 September 2021 dini hari. Polisi menduga kebakaran tersebut akibat korsleting listrik. Kebakaran yang terjadi di sel nomor 4 yang berada di Blok C2.

Continue Reading

Hukum

Lili Pintauli Dilaporkan Atas Kasus Dugaan Pembohongan Publik

Published

on

By

Channel.id-Jakarta. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli dilaporkan atas kasus dugaan pelanggaran etik terkait pembohongan publik oleh empat pegawai nonakftif KPK.

“Dugaan pembohongan publik ini adalah terkait konferensi pers yang dilakukan LPS (Lili) pada 30 April 2021 untuk menyangkal komunikasi dengan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial,” ujar pegawai nonaktif KPK Rieswin Rachwell dalam keterangannya, Senin (20/9).

Rieswin menuturkan, saat melakukan jumpa pers Lili menyangkal berkomunikasi dengan Syahrial terkait penanganan kasus sugaan suap jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tanjungbalai.

Baca juga: Langgar Etik, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Dipotong Gaji 40% 

Namun, lanjut Rieswin, dalam putusan etik Dewas KPK menyatakan Lili terbukti berkomunikasi dengan Syahrial.

“Bahkan Lili disebut menyalahgunakan wewenangnya sebagai pimpinan KPK,”katanya.

Rieswin pun menilai jika pernyataan Lili dalam konferensi pers tersebut bertentangan dengan putusan Dewan Pengawas KPK.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dinyatakan bersalah melanggar kode etik. Lili terbukti menghubungi Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial yang terlibat perkara.

“Menghukum terperiksa dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan,” kata Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung Dewas KPK, Jakarta Selatan, Senin (30/08).

Tumpak menuturkan, Lili melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf b dan a Peraturan Dewas Nomor 2 Tahun 2020 tantang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku. Hukuman berat dinilai pantas untuk Lili.

 

 

Continue Reading

HOT TOPIC