Connect with us

Hot Topic

Polri Akan Sampaikan Hasil Penyelidikan Kebakaran Kejagung Siang Ini

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Bareskrim Polri akan menggelar ekspos hasil penyelidikan insiden kebakaran gedung kejagung pada Kamis (17/9) siang ini. Gelar ekspos itu akan disampaikan di gedung Bareskrim Polri. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, salah satu hasil penyelidikannya adalah penyebab kebakaran.

“Nanti siang kami akan laksanakan ekspos hasil penyelidikan kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung,” kata Argo kepada wartawan, Kamis (17/9).

Sebelumnya, Argo menyampaikan penyidik telah memeriksa sebanyak 128 saksi terkait kebakaran yang melanda gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta.

“Jadi tim yang diketuai Kabareskrim dengan dibantu Polda Metro Jaya sampai saat ini telah selesai melakukan olah TKP. Kami sementara ini sudah selesai juga untuk pengambilan sampel barang bukti dan sejauh ini sudah 128 saks diperiksa,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/9).

Sejumlah saksi yang diperiksa di antaranya adalah Cleaning Service (CS), Office Boy (OB), hingga Pegawai Kejaksaan.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Kapolda Kalsel Instruksikan Jajaran Bubarkan Kampanye Pilkada Bila Langgar Protokol Covid-19

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Nico Afinta mengintruksikan jajarannya bertindak tegas jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan pada tiap tahapan Pilkada 2020. Terlebih, Pilkada 2020 segera memasuki masa kampanye.

Untuk diketahui, masa kampanye pilkada serentak 2020 berlangsung selama 71 hari. Kampanye dimulai sejak 26 September hingga 5 Desember sebelum pencoblosan 9 Desember mendatang.

“Bubarkan kegiatan kampanye melanggar protokol kesehatan. Kita harus tegas demi keselamatan rakyat yang menjadi hukum tertinggi,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (25/9).

Diketahui, KPU mengeluarkan peraturan untuk mencegah kerumunan massa. Di antaranya melarang gelaran kampanye memakai pentas seni, panen raya, atau konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai atau sepeda santai, perlombaan hingga kegiatan sosial berupa bazar atau donor darah.

“Apabila peringatan tak diindahkan, petugas berhak menghentikan dan membubarkan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran. Pelakunya kami proses hukum,” lanjutnya.

Nico menjelaskan, hal ini didasari mulai dari Instruksi Presiden Nomor 6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, UU Kekarantinaan Kesehatan, UU Wabah Penyakit Menular hingga pasal 212 dan pasal 218 KUHP, yang mengatur tentang perlawanan terhadap petugas yang sedang melaksanakan kewajibannya.

Karena itu, pasangan calon dapat memanfaatkan sarana virtual seperti media sosial, konferensi video hingga aplikasi Zoom dalam menyampaikan programnya ke pemilih.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

IPW Minta Sultan HB X Jogjakarta Larang Liga 1

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Indonesia Police Watch (IPW) meminta Sultan HB X dan masyarakat Jogjakarta melarang pelaksanaan pertandingan sepakbola Lanjutan Liga 1 Indonesia 2020. Kedatangan pemain dari berbagai klub dan sporternya dari berbagai daerah itu sangat berpotensi menjadikan Jogja sebagai klaster baru Covid 19.

“Selain Polri jangan mengijinkan even Liga 1, Sultan HB X sebagai Gubernur Jogja maupun masyarakatnya harus menolak pelaksanaan Liga I,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Jumat (25/9).

Dengan adanya rencana Liga I akan digelar di Jogja, saat ini banyak klub yang berhomebase di Jogja dan sekitarnya. Rencananya kompetisi Liga 1 Indonesia 2020 dimulai 1 Oktober.

Untuk itu, IPW mengimbau Sultan HB X dan warga Jogja menolak klub-klub Liga 1 menjadikan Jogja sebagai homebase. Alasan paling utama, adalah meningkatnya pandemi covid-19 di Jogja, dalam sebulan ini. Tercatat ada 461 orang dinyatakan positif pada 14 September 2020. Dan melonjak di 23 September menjadi 2.312 yang dinyatakan positif.

“Sultan HB X harus berani mencontoh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang membuat statment, bahwa warga Jakarta jangan datang dulu ke Jawa Barat. Untuk itu Sultan HB X perlu menegaskan kepada Polri dan PSSI bahwa angka penyebaran virus Covid-19 di Jogja pada bulan September 2020 wajib dijadikan kewaspadaan. Walaupun, Jogja tidak menunjukkan zona merah, tapi secara epidemiologis wilayah DIY, adalah wilayah yang padat dan tidak terpisahkan,” kata Neta.

Apalagi, saat ini banyak sekali lokasi kerumunan warga di Jogja, seperti di kawasan Malioboro masih banyak orang tanpa menggunakan masker.

Sementara menjelang 1 Oktober diputarnya Liga 1 Indonesia 2020, ada enam klub dari luar Jawa, yang memastikan untuk berhomebase di Jogja. Untuk bermain di tiga stadion, yaitu Sultan Agung Bantul, Mandala Krida Jogja, dan Maguwoharjo Sleman. Yaitu Persiraja Banda Aceh, Barito Putra, Borneo FC, Bali United, PSM Makassar dan Persipura Jayapura, PS Tira Persikabo dan Bhayangkara FC.

“Persija Jakarta misalnya, sudah ancang-ancang untuk berhomabase di Bantul. Kedatangan para pemain dan ofisial tentunya berpotensi tinggi membawa virus Covid-19 tanpa gejala,” ujarnya.

Sedangkan, lawan-lawan klub dari luar Jawa, dipastikan akan bertanding di tiga stadion di Jogja. Yaitu Persib Bandung, Persita Tangerang, PSIS Semarang, Persela Lamongan, Arema FC, Persebaya Surabaya dan Madura United.

“Pertanyaannya, siapa yang menjamin klub-klub yang akan bertanding di Jogja, tidak membawa Covid-19? Siapa yang menjamin para suporter mereka tidak akan datang ke Jogja? Jika akibat Liga 1 itu Jogja menjadi klaster baru Covid 19 yang merah meriah, siapa yang harus bertanggungjawab. Apakah PSSI dan LIB mampu menjalankan semua syarat-syarat protokol kesehatan Covid-19?,” kata Neta.

“Daripada, Jogja menciptakan klaster-klaster baru dari para pemain dan ofisial klub anggota Liga 1 Indonesia 2020, lebih bagus, sejak awal, warga Jogja dan Gubernur Jogja, memberi ultimatum, menolak kedatangan semua klub, dan menolak adanya pertandingan sepakbola di wilayahnya,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Anies Sebut Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Corona Tinggal 19%

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, tempat tidur isolasi untuk pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) tersisa 19 persen dari jumlah total 4.812 yang tersebar di 67 RS rujukan.

“Jumlah tempat tidur isolasi sebanyak 4.812, hingga 23 September, persentase keterpakaiannya sebesar 81 persen,” kata  Anies dalam keterangan tertulis, Kamis (24/09).

Baca juga: PSBB Diperpanjang, Anies: Tanpa Pengetatan Kasus Aktif Capai 20.000 Orang

Sedangkan untuk tempat tidur ICU tersisa sebanyak 26 persen. Hingga 23 September, tempat tidur ICU sudah terpakai 76 persen dari total 695 unit.

“Tingkat keterpakaian perlu ditekan ke angka kurang dari 60 persen sesuai rekomendasi WHO. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan rumah sakit pusat, TNI/Polri, BUMN, dan swasta untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur,” jelasnya.

Anies menuturkan, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan tes PCR atau swab kepada 857.863 orang. Dengan demikian, DKI Jakarta telah melakukan tes PCR kepada 80.588 orang per satu juta penduduk di ibu kota.

Diketahui, Anies kembali memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengetatan hingga dua pekan, yakni mulai 28 September hingga 11 Oktober 2020.

Menurutnya, perpanjangan tersebut akibat angka positif Covid-19 belum kunjung turun dan masih berpotensi meningkat bila ada pelonggaran. Hal tersebut juga berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, perlu dilakukan perpanjangan pembatasan selama 14 hari berikutnya jika kasus belum menurun secara signifikan,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC