Connect with us

Hot Topic

Polri Kumpulkan Rekaman CCTV Acara Kerumunan Rizieq Shihab

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Polri terus mengumpulkan barang bukti dugaan pelanggaran protokol kesehatan di acara yang dihadiri Rizieq Shihab. Salah satu barang bukti tersebut berupa rekaman CCTV.

“Rekaman CCTV yang diambil terkait kegiatan pada Sabtu, 14 November 2020 di beberapa titik di sekitar TKP (tempat kejadian perkara),” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Jumat (20/11).

Awi menyatakan, bukti rekaman tersebut guna menguatkan konstruksi hukum yang disusun penyidik.

“Walaupun kasat mata kita tahu (ada kerumunan), kalau berita acara harus tetap dilakukan penyitaan-penyitaan, kemudian analisa digital,” katanya.

Awi juga menyampaikan, pihaknya mengambil tangkapan gambar dari berita-berita media terkait acara pernikahan anak Rizieq dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Foto dan rangkaian peristiwa dalam berita dapat dijadikan alat bukti,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Pangdam Jaya Sebut Rizieq Shihab Bukan Musuh

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Panglima Komando Daerah Militer Jaya (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurrachman tegaskan pihaknya tidak pernah menganggap Rizieq Shihab atau Front Pembela Islam (FPI) sebagai musuh.

Menurut Dudung, yang harus diwaspadai adalah ajakan revolusi akhlak oleh Rizieq Shihab, karena bisa menyebabkan retaknya persatuan bangsa. Sehingga pihaknya harus bersikap tegas karena ancaman merusak persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Tidak kepada individunya, tapi itu yang mengajak revolusi dan sebagainya itu yang kita hindarkan sehingga saya harus tegas bukan karena orangnya tetapi karena ajakan-ajakan yang sudah mempengaruhi retaknya persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ungkapnya dalam acara ‘Ngopi bareng Pangdam Jaya’ di Kodam Jaya, Jakarta Timur, Rabu (25/11).

Baca juga: Pencopotan Baliho Rizieq, Pangdam Jaya: Itu Perintah Saya! 

Menurut Dudung, Rizieq sama seperti masyarakat lainnya. Mereka yang dianggap sebagai musuh, kata Dudung, adalah ucapan-ucapan yang memperkeruh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya tidak pernah mengajak bahwa FPI atau yang lain itu sebagai musuh, atau menganggap Habib Rizieq juga sebagai musuh juga tidak ada, itu saudara-saudara kita, yang justru kita musuhi adalah ucapan-ucapan yang mengajak dan yang nantinya akan memperkeruh persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya

Dudung sebelumnya mengatakan akan membubarkan FPI yang dipimpin Rizieq Shihab. FPI dinilai sudah merasa dirinya paling benar. Setibanya Rizieq Shihab ke Indonesia, ia langsung menyerukan revolusi akhlak kepada para jemaat dan pengikutnya.

“Kepulangan kali ini saudara, tidak lain, tidak bukan, saya menyerukan dan mengajak kepada semua umat Islam Indonesia, ayo sama-sama revolusi akhlak. Setuju?” kata Rizieq yang disambut pernyataan setuju oleh massa yang hadir.

IG

 

Continue Reading

Hot Topic

Kronologi OTT Edhy Prabowo Beserta Rombongan di Bandara Soetta

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (25/11) dini hari. Berdasarkan laporan penangkapan, selain Edhy, KPK juga menangkap 12 orang lain.

“Telah dilaksanakan Giat Operasi Penangkapan Bapak Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan beserta rombongan jumlah 12 orang oleh Tim Penyidik KPK terkait adanya dugaan tindakan Korupsi Penyalahgunaan Perizinan Pengiriman (ekspor) Baby Lobster,” tulis laporan tersebut, Rabu (25/11).

Laporan tersebut pun menjelaskan kronologi penangkapan Edhy dan rombongan. Mulanya, pada pukul 23.18 WIB Pesawat All Nippon Airways NH835 yang membawa Edhy Prabowo beserta rombongan jumlah tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Kemudian, pukul 23.40 WIB Tim Penyidik KPK melakukan Penangkapan Terhadap Edhy di pesawat NH 835 NRT. Edhy langsung diamankan oleh petugas Tim KPK, dan diberikan penjelasan dengan Surat Tugas KPK oleh penyidik KPK Bpk. Ambarita Damanik kepada Nenteri Kelautan dan Perikanan beserta Rombongan untuk dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

“Pukul 23.50 WIB Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengeledahan oleh petugas KPK, 3 orang dinyatakan clear, namun untuk Rombongan VIP 9 orang yang belum dinyatakan clear, langsung dibawa petugas KPK melalui area ramp out 6 menuju ke area KKP dan imigrasi untuk distamp paspor oleh pihak imigrasi di area layanan satu atap, dan langsung menuju area kedatangan dan standby di Ground Floor untuk menunggu pengambilan bagasi,” tulis laporan itu.

Baca juga: KPK Juga Mengamankan Istri Menteri KKP

Lalu, pukul 01.20 WIB Rombongan KPK dan Menteri Kelautan dan Perikanan beserta rombongan VIP meninggalkan area ground floor  dan menuju west lobby parkir. Kemudian rombongan langsung menuju gedung merah putih KPK, Jakarta Selatan.

“Pukul 01.30 WIB Giat Selesai, situasi aman dan Kondusif,” tulis laporan itu.

KPK sampai saat ini menangkap 17 orang terkait dugaan tindakan Korupsi Penyalahgunaan Perizinan Pengiriman (ekspor) Baby Lobster

“Jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya saat ini 17 orang di antaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan (Edhy Prabowo) beserta istri dan beberapa pejabat di KKP. Di samping itu juga beberapa orang pihak swasta,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/11).

Dia menyatakan, sebanyak 17 orang tersebut ditangkap di beberapa lokasi pada Rabu dini hari.

“KPK mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi di antaranya Jakarta dan Depok, Jabar termasuk di Bandara Soekarno-Hatta sekitar jam 00.30 WIB,” ungkap Ali.

Saat itu, KPK masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 17 orang tersebut selama 1×24 jam.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Nadiem Makarim Komitmen Perjuangkan Guru Honorer Jadi PPPK Pada 2021

Published

on

By

Channel9 id – Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan, pihaknya berkomitmen memperjuangkan nasib guru honorer untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2021.

“Pada tahun 2021, kami berkomitmen memperjuangkan guru-guru honorer melalui seleksi yang demokratis bagi guru-guru non-PNS menjadi guru ASN P3K, dengan kuota cukup besar sesuai kebutuhan daerah,” kata Nadiem dalam perayaan Hari Guru Nasional, Rabu (25/11).

Baca juga: Top 3: Seleksi PPPK Bisa Tuntaskan Masalah Honorer  

Nadiem mengaku sudah membuat berbagai kebijakan dalam mengembangkan pendidikan, peningkatan profesionalisme, hingga kesejahteraan guru. Upaya tersebut menjadi salah satu cara untuk menempatkan posisi guru sebagai profesi yang mulia dan terhormat.

Terlebih, di masa pandemi Covid-19 ini, Nadiem memahami situasi pendidikan berbeda dari biasanya. Dia menyatakan, ada 1,3 miliar populasi siswa di dunia atau lebih dari 90 persen yang harus belajar dari rumah, menurut data UNESCO.

“Ada pilihan untuk menyerah. Ada opsi untuk mengeluh. Namun kita memilih terus bangkit dan berjuang. Itu karena keyakinan kita bahwa kita tetap bisa mengupayakan keberlanjutan pembelajaran bagi murid-murid,” katanya.

Kendati begitu, Nadiem menilai, pandemi membawa hikmah di dunia pendidikan. Semua pemangku kepentingan jadi bahu-membahu memastikan pendidikan berjalan. Termasuk peran orang tua sebagai pendamping siswa belajar di rumah.

Nadiem menambahkan para guru juga sudah berupaya keras untuk memastikan kemampuannya terus terasah di tengah sistem pembelajaran yang baru dengan mengikuti berbagai pelatihan daring.

Dia pun mengaku terharu dengan berbagai cerita guru-guru yang berusaha menjalankan pendidikan dengan berbagai kendala di tengah pandemi virus corona.

“Ada yang sudah melakukan pembelajaran daring. Ada guru yang membuat anak-anak menjadi kelompok kecil dan didatangi secara bergiliran. Ada yang masuk ke sekolah dengan menggunakan jadwal bergilir dengan protokol yang sangat ketat,” ujarnya.

“Ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua siswa untuk membantu proses belajar dan mengajar di rumah. Ada yang mencari signal di seberang sungai, dan sebagainya,” lanjutnya.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC