Connect with us

Hot Topic

Polri Minta Maaf Terbitkan ST Larang Media Humas Polri Liput Arogansi Polisi

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Polri menyampaikan permintaan maaf atas terbitnya surat telegram Kapolri tentang petunjuk dan arahan seluruh media Humas Polri di kewilayahan dalam menyiarkan berita.

Diketahui salah satu poin ST itu yakni mengintruksikan seluruh media Humas Polri di kewilayahan, tidak menayangkan atau menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Seluruh media Humas Polri diminta menayangkan kegiatan polisi yang tegas, tapi humanis.

“Kami sampaikan permintaan maaf kalau terjadi miss dan membuat ketidaknyamanan media,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Selasa 6 April 2021.

Baca juga: Kapolri Cabut Surat Telegram Larang Media Humas Liput Arogansi Polisi 

Polri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya insan pers apabila terjadi kesalahpahaman terkait surat telegram itu. Argo memastikan, Polri tetap mengutamakan transparansi dan keterbukaan informasi publik.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencabut surat telegram Kapolri bernomor ST/750/IV/HUM.3.4.5/2021 tertanggal 5 April 2021 tentang petunjuk dan arahan seluruh media Humas Polri di kewilayahan dalam menyiarkan berita.

Pencabutan itu tertuang dalam surat telegram bernomor ST/759/IV/HUM.3.4.5/2021 dan ditandatangani oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Total ada 11 intruksi dalam surat telegram itu. Adapun 10 perintah lainnya yakni,

1. Tidak menyajikan rekaman proses interogasi kepolisian dan penyidikan terhadap tersangka tindak pidana

2. Tidak menayangkan secara terperinci rekonstruksi yang dilakukan kepolisian

3. Tidak memberitakan secara terperinci reka ulang kejahatan meski bersumber dari pejabat kepolisian yang berwenang dan atau fakta pengadilan.

4. Tidak menayangkan reka ulang pemerkosaan dan atau kejahatan seksual.

5. Menyamarkan gambar, wajah, identitas korban kejahatan seksual dan keluarganya serta orang yang diduga pelaku kejahatan dan keluarganya

6. Menyamarkan gambar, wajah, identitas korban dan keluarga yang pelaku maupun korban anak di bawah umur

7. Tidak menayangkan secara eksplisit dan terperinci adegan atau reka ulang bunuh diri serta menyampaikan identitas pelaku.

8. Tidak menayangkan adegan tawuran atau perkelahian secara detail dan berulang-ulang.

9. Dalam upaya penangkapan pelaku kejahatan agar tidak membawa media, tidak boleh disiarkan secara live, dokumentasi dilakukan oleh personel Polri yang berkompeten.

10. Tidak menampilkan gambar secara eksplisit dan terperinci tentang cara membuat dan mengaktifkan bahan peledak.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

CBA: Ada 10 Perusahaan Favorit Kemendes, KPK Segera Panggil Menteri Abdul Halim Iskandar

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Center for Budget Analysis (CBA) menemukan sedikitnya 31 Proyek bermasalah dengan total nilai kontrak sebesar Rp 54,5 miliar lebih, pada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

CBA juga menemukan tiga penyelewengan anggaran di dalam proyek yang dilakukan Kemendes PDTT. Pertama dugaan Markup atau kenaikan harga tidak rasional.

“Contohnya dalam proyek Cleaning Service tahun 2021 Pihak Kemendes memenangkan CV Rivada Sejahtera Abadi, nilai kontrak yang disepakati Rp8.791.656.308,” kata Koordinator CBA Jajang Nurjaman, dalam keterangannya, Kamis 15 April 2021.

Jajang menyampaikan, dibandingkan harga proyek Cleaning Service di tahun 2020 senilai Rp7.840.555.699, ada kenaikan harga tidak rasional sebesar Rp 950 juta.

“Lebih janggal lagi yang melaksanakan masih perusahaan yang sama CV Rivada Sejahtera Abadi,” ujar Jajang.

Kedua, dugaan permainan dalam proses tender dengan mengunci perusahaan tertentu agar menjadi pemenang.

Contohnya pada proyek pembangunan RTJK tahun anggaran 2020 meskipun dalam tender ada beberapa perusahaan yang mengajukan harga efisien, pihak Kemendes tetap memenangkan CV Mitra Insan Sejati dengan nilai kontrak Rp3.169.360.000.

“Harga ini lebih mahal Rp 406 juta dibanding tawaran CV Yudira sebagai penawar terendah,” kata Jajang.

Ketiga, ditemukan 10 perusahaan yang mendapatkan double job dari Kemendes mulai dari dua proyek untuk satu perusahaan sampai enam proyek untuk satu perusahaan.

Berikut daftar 10 perusahaan yang diduga jadi favorit Kemendes PDTT:

1. CV Putra Jasindo Bersaudara beralamat di Kebon Jahe Kel. Cipare Kec. Serang Kota serang. Total mendapatkan 3 proyek senilai Rp.2.645.530.000

2. Rivada Sejahtera Abadi beralamat di Jl. PD kelapa, Blok B3, RT/RW:001/001 Pd Kelapa Duren Sawit. Total mendapatkan 2 proyek senilai Rp16.632.212.007.

3. PT Maria Utara Jaya beralamat di Jl. Kresek raya ruko green palm Blok J1 Lt.1 RT/RW: 005/013 Duri Kesambi, Cengkareng Jakbar. Total mendapatkan 4 proyek senilai Rp11.649.135.240.

4. CV Integra Prima beralamat di Griya Mulya Asri 02 Blok B No.15 Kota Makasar. Mendapatkan 6 proyek senilai Rp2.529.643.000.

5. Prambanan Agung beralamat di Jl. Letjen Sutoyo No.74 Kota Malang. Mendapatkan 3 proyek senilai Rp3.369.631.818.

6. CV Wahana Sukses sejahtera beralamat di Jl. Metro Tanjung Bunga No.53 Kota Makasar. Mendapatkan 2 proyek senilai Rp4.733.300.000.

7. CV Multi Sarana Mandiri beralamat di Jl Lamarauna No.21 Kel Tanjung Batu Kab. Donggala Sulsel. Mendapatkan 2 proyek senilai Rp1.818.990.236.

8. CV Santika Raya beralamat di Teluk dalem Kern desa medana, Tanjung, Lombok Utara. Mendapatkan 4 proyek senilai Rp5.760.992.288.

9. CV Adinda Lestari beralamat di Jl. Nusantara No.346 desa Sukamaju Kec. Simeuleu Timur, Kab. Simeuleu, Aceh. Mendapatkan 2 Proyek senilai Rp1.308.045.671.

10. CV Mitra Insan Sejati beralamat di Jl. Nuri No.131 Komplek PU, Makasar. Mendapatkan 3 proyek senilai Rp4.059.980.598.

Berdasarkan catatan di atas, Lembaga CBA mendorong KPK untuk segera memanggil dan memeriksa Menteri Desa Abdul Halim Iskandar sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, serta Sekjen Kemendes PDTT karena dari 31 proyek bermasalah banyak yang dibawah tanggungjawabnya.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Mendagri Imbau Kepala Daerah Terpilih Kendalikan Laju Covid-19

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau agar kepala daerah terpilih melakukan pengendalian terhadap laju pandemi Covid-19. Tito menyebut, kepala daerah merupakan Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

Tito pun membeberkan sejumlah indikator dari keberhasilan pengendalian Covid-19.  Yang paling utama adalah turunnya angka positif.

“Testingnya meningkat, tetapi memang angkanya (positifnya) yang rendah, karena kasusnya menurun,” ujarnya saat memberi arahan pada Rapat Koordinasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada 2020, yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (14/4).

Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 5.702, Jabar Melejit

Selain itu, lanjut Tito, indikator lainnya yakni tingkat kesembuhan yang tinggi. Ini didapatkan karena treatment dan pencegahan yang dilakukan secara baik. Indikator selanjutnya, yakni angka kematian yang rendah.

“Dukcapil itu memiliki angka kematian, orang meninggal biasanya buat akta (kematian),” katanya.

Tito melanjutkan, indikator terakhir, yakni kesiapan ruang rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19 atau Bed Occupancy Rate (BOR). Jika ketersedian ruang ICU rumah sakit atau angka BOR masih di bawah 50 persen, itu menunjukkan kondisi yang baik.

“Namun, bila angka itu mendekati 100 persen, kondisi itu terbilang buruk, karena orang yang sakit tak bisa terlayani,”jelasnya.

Lebih lanjut Tito menekankan agar angka positif Covid-19 menjadi perhatian pemerintah daerah saban harinya. Perhatian itu juga dilakukan kepada angka kesembuhan dan kematian. Kondisi itu harus menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

“Itu menjadi menu tiap hari bagi kepala daerah,” pungkas Tito.

Continue Reading

Hot Topic

Polri: 31 Terduga Teroris Kelompok Villa Mutiara Berhasil Ditangkap

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap tujuh terduga teroris di Makassar pada Selasa 13 April 2021. Tujuh terduga teroris itu berkaitan dengan pelaku bom bunuh diri di depan Gereka Katedral Makassar.

Terduga teroris tersebut masuk ke dalam kelompok Villa Mutiara. Pelaku bom bunuh diri, Lukman dan Istrinya, masuk ke dalam kelompok tersebut.

Dengan penangkapan itu, total terduga teroris kelompok Villa Mutiara yang berhasil ditangkap berjumlah 31 orang.

“Kemarin sudah disampaikan 6 ditangkap. Sorenya pada hari yang sama pukul 15.15 WITA. Densus kembali menangkap 1 tersangka teroris MY. Sehingga di Selasa kemarin berhasil menangkap 7 tersangka teroris,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers, Rabu 14 April 2021.

“Sehingga sampai saat ini pasca bom bunuh diri Densus amankan 31 tersangka teroris di Makassar,” lanjutnya.

Ramadhan menjelaskan, kelompok Vila Mutiara merupakan jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok itu yang merancang aksi teror di Gereja Katedral Makassar.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap 6 terduga teroris yang masih terkait dengan pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Enam terduga teroris tersebut masuk dalam kelompok Villa Mutiara. Pelaku bom bunuh diri di Makassar, Lukman dan istrinya, masuk dalam kelompok tersebut.

“Mereka yang diamankan berinisial J, D, M, S alias AL, W, dan S. Keenamnya ditangkap di sekitar Makassar dan D ditangkap di Kabupaten Goa,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers, Selasa 13 April 2021.

Rusdi menambahkan, kelompok Villa Mutiara ini membuat Grup WhatsApp bernama Batalion Iman. Dalam grup tersebut, mereka membahas rencana amaliah selanjutnya yang akan dilakukan.

“Dan juga mempraktikkan cara membuat atau merakit alat peledak,” kata Rusdi.

Dalam penangkapan tersebut, Densus 88 Polri mengamankan sebuah senapan angin, 7 gawai, dan satu kendaraan roda dua.

Rusdi menyampaikan, Densus 88 Antiteror Polri terus mengembangkan dan mendalami kasus ini.

“Sehingga betul-betul menciptakan situasi aman di Sulawesi Selatan dan Tanah Air pada umumnya,” ujar Rusdi.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC