Connect with us

Hukum

Polri Sudah Kirimkan SPDP Kasus Kebakaran Kejagung

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Penyidik Bareskrim Polri telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung terkait kasus kebakaran Gedung Kejagung, Senin (21/9) hari ini.

“Mengirimkan SPDP ke Kejagung (hari ini),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono melalui siaran pers, Senin (21/9).

Argo juga menjelaskan, penyidik akan memeriksa 12 saksi. Belasan saksi tersebut adalah para saksi yang sebelumnya juga pernah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan.

“12 saksi ini merupakan bagian dari 131 saksi yang pernah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan,” katanya.

Baca juga : Kebakaran Kejagung, Bareskrim Polri Kembali Periksa 12 Orang Saksi Siang Ini

Pihaknya pun memastikan jika surat panggilan terhadap 12 saksi telah diterima para saksi.

“Pemeriksaan akan dilakukan di Gedung Bareskrim Polri. Pemeriksaan dijadwalkan dimulai pada pukul 13.00 WIB,” kata Argo.

Dua belas saksi yang diperiksa adalah saksi yang ada di Gedung Utama Kejaksaan Agung saat kebakaran terjadi.

“(Saksi), baik yang berasal dari luar Kejaksaan (tukang) maupun yang berasal dari dalam Kejaksaan (seperti pramubakti dan cleaning service),” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Begini Kronologis Kelompok Moge yang Keroyok Anggota TNI

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dua prajurit TNI menjadi korban pengeroyokan anggota klub motor Harley-Davidson di Bukittinggi, Sumatera Barat. Pengeroyokan terhadap dua prajurit TNI berpangkat Serda tersebut viral di media sosial.

Ada sejumlah video yang beredar di medsos terkait pengeroyokan ini. Peristiwa itu terjadi saat klub moge itu sedang melakukan konvoi.

Baca juga: Buntut Keroyok Prajurit TNI, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Dilihat dari video yang viral itu, Sabtu (31/10/2020), ada sekitar 10 anggota klub moge yang terlihat.

Mereka mengenakan jaket kulit hitam dengan logo HOG. Para anggota klub motor besar itu memakai helm dan aksesori ala bikers.

Moge-moge tampak terparkir di jalanan. Kemudian terlihat beberapa anggota klub motor itu melempar satu orang prajurit TNI ke halaman sebuah ruko. Prajurit TNI yang dimaksud terjatuh dan meringkuk.

“Mau saya tembak kamu? Awas…,” ujar salah seorang anggota klub motor kepada prajurit TNI itu sambil memaki.

Orang yang berteriak itu kemudian menendang prajurit TNI yang sudah meringkuk di tanah. Prajurit TNI itu tampak dikerumuni oleh beberapa biker berpakaian lengkap.

Bahkan ada satu orang biker yang terlihat merunduk sambil menahan prajurit TNI tersebut. Ada beberapa anggota klub motor yang hanya menonton dari mogenya.

Satu prajurit TNI lainnya tampak berusaha menolong temannya. Namun dia ditahan oleh satu anggota klub motor HOG lainnya.

Prajurit TNI yang tidak memakai baju dinas itu kemudian berdebat dengan anggota klub moge. Prajurit TNI justru didorong, bahkan ditarik-tarik oleh anggota klub moge yang berdebat dengannya.

Orang-orang banyak yang menonton kejadian pengeroyokan itu. Ada beberapa yang tampak melerai. Ada juga terdengar teriakan seorang perempuan yang mencoba menghentikan aksi arogan anggota klub moge tersebut.

Penganiayaan terhadap dua prajurit TNI berpangkat serda itu terjadi pada Jumat (30/10), sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu kedua prajurit TNI tengah melintas di Jalan Hamka, Guguk Panjang, Bukittinggi.

Kedua prajurit TNI yang berboncengan tersebut menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas. Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal dan mengendarai motor secara arogan hingga membuat sepeda motor dua prajurit TNI keluar bahu jalan.

Singkat cerita, terjadi cekcok mulut saat prajurit TNI menyetop dan menanyakan maksud konvoi moge itu memotong jalannya. Akhirnya terjadi pemukulan terhadap kedua prajurit TNI yang berdinas di Kodim 0304/Agam.

Akhirnya, anggota konvoi moge diamankan ke Mapolres Bukittinggi. Mereka juga telah menyampaikan permintaan maaf secara lisan kepada Kodim 0304/Agam dan kedua prajurit TNI yang jadi korban.

“Kami dari Harley-Davidson Owners Group meminta maaf kepada prajurit Kodim 0304/Agam dan kepada seluruh anggota TNI atas pengeroyokan anggota TNI di Bukittinggi,” demikian isi pernyataan maaf yang dibacakan anggota klub Harley tersebut.

Pihak kepolisian menyatakan proses hukum terus berlanjut. Korban pun sudah membuat laporan terkait pengeroyokan tersebut.

“Itu permintaan maafnya tapi pelaku yang sudah pasti terbukti melakukan tindak pidana 170 (KUHP tentang pengeroyokan) sesuai alat bukti dan keterangan saksi,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2020).

Meski sudah ada permintaan maaf, Polres Bukittinggi menetapkan 2 anggota klub motor Harley-Davidson Owner Group yang mengeroyok 2 prajurit TNI. Mereka kini ditahan.

“Dua orang sudah kami tahan inisial MS (49) dan B (18),” ucap Dody Prawiranegara.

IG

Continue Reading

Hukum

Buntut Keroyok Prajurit TNI, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Polisi menetapkan dua tersangka dalam aksi pengeroyokan prajurit TNI oleh sekelompok anggota klub motor gede (Moge) di wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat.

Diketahui, aksi pemukulan tersebut terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Beberapa video menampilkan prajurit TNI yang telungkup dipukuli dan ditendang  oleh beberapa pria yang mengenakan helm.

“Sementara, dua orang yang melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap korban,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake, Sabtu (31/10).

Polisi mengatakan sebelumnya ada tiga terduga tersangka yang sempat ditahan, tapi kelengkapan bukti membuat penyidik hanya bisa menjerat dua tersangka, yaitu BS dan MS, warga yang beralamat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Keroyok Polisi, 11 WNA Nigeria Diamankan 

Keduanya langsung ditahan oleh penyidik.

“Berdasarkan pemeriksaan intensif sesuai dengan alat bukti dan keterangan saksi, sementara (tersangka) hanya dua orang,” ujarnya.

Polisi pun masih memeriksa kasus dan belum bisa mengungkapkan motif pelaku.

Sebelumnya insiden pemukulan terjadi di wilayah Simpang Tarok, Kota Bukittinggi pada Jumat (30/10) sore, di halaman suatu ruko, dengan disaksikan banyak warga sekitar.

Setidaknya, ada dua korban pengeroyokan yang salah satu di antaranya merupakan prajurit TNI aktif. Belum diketahui kesatuan pasti dari anggota TNI tersebut.

Ketika aksi pengeroyokan terjadi, terdengar suara klakson kendaraan bermotor yang menyeruak di dalam video.

Dalam rekaman video lain yang beredar, terlihat segerombolan anggota konvoi moge itu menyampaikan permintaan maaf secara lisan di Kodim 0304/Agam. Setidaknya, ada sekitar delapan orang yang terlihat menyampaikan permintaan maaf.

Terdengar juga dalam video itu, sekelompok orang yang menyoraki kelompok moge tersebut dan meminta mereka mengulangi terus menerus ucapan permintaan maafnya.

“Kami dari Harley-Davidson Owners Group meminta maaf kepada prajurit Kodim 0304/Agam dan kepada seluruh anggota TNI atas pengeroyokan anggota TNI di Bukittinggi,” ucap mereka dalam pernyataan maafnya.

IG

Continue Reading

Hukum

Seorang Ustadz Ditusuk Saat Ceramah, Pelaku Pecatan Polri

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ustaz Muhammad Zaid Maulana mengalami penusukan ketika sedang ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Husna Kandang Blang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, Kamis (29/10). Ustadz Muhammad Zaid ditusuk oleh seorang berinisial MA.

Polres Aceh Tenggara pun sudah berhasil menangkap MA. MA ditangkap di Desa Kandang Blang, Kecamatan Lawe Bulan.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistyo menjelaskan kronologi kasus tersebut. Awalnya MA masuk ke dalam masjid melalui jendela. Kemudian, MA langsung menyergap dan memegang kepala Ustadz Zaid Maulana yang sedang menyampaikan ceramahnya.

Pelaku pun langsung nekat menusukkan pisau ke tubuh korban. Kejadian berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB.

Saat mendapat penyerangan dari pelaku, korban sempat menghindar dan hanya mengalami luka pada bagian tangan sebelah kiri karena terkena senjata tajam pelaku.

“Korban sempat menyelamatkan diri dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Nurul Hasanah untuk pengobatan,” katanya, Jumat (30/10).

Sedangkan Polisi sudah mengamankan pelaku sekitar satu jam pasca kejadian.

Pelaku sendiri merupakan pecatan polisi. Dia dipecat 3 tahun lalu karena desersi. Sebelumnya dia berdinas pada Polres Aceh Tenggara.

“Dipecat karena tidak masuk dinas tahun 2017,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC