Nasional

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah: Kita Harus Tertibkan!

Channel9.id – Nganjuk. Presiden Prabowo Subianto secara jujur mengakui kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menyisakan banyak masalah. Prabowo pun menegaskan akan segera menertibkan siapa pun pihak yang menyalahgunakan kewenangan.

“Bahwa banyak masalah iya, bahwa banyak tantangan benar, MBG banyak masalah, kita harus tertibkan,” demikian disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.061 operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (16/5/2026).

Prabowo mengungkap terkait masalah program MBG disebabkan banyak di antara pimpinan yang integritasnya tidak kuat saat harus berurusan dengan uang. Dirinya, lanjut Prabowo, tidak akan segan-segan menindak tegas siapa pun bila perlu dicopot dari jabatan.

“Manusia Indonesia ya kita mengertilah penyakit kita harus kita berani hadapi, harus kita berani bicarakan bahwa banyak di antara unsr-unsur pimpinan kita hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat, berurusan dengan uang dia lupa, tapi saya sudah katakan pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapa pun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan akan kita tertibkan kita bersihkan kita copot dari jabatan,” tegas Prabowo.

Prabowo kembali menegaskan program makan bergizi gratis sangat penting untuk bangsa Indonesia. Prabowo mengaku bertemu dengan petani yang memintanya untuk tidak menghentikan program makan bergizi gratis.

“MBG begitu penting untuk bangsa kita, ke mana mana saya ketemu rakyat kecil petani pak tolong pak MBG jangan diberhentikan ini sangat membantu cucu cucu saya busa makan sangat membantu saya sangat membatu keluarga saya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah menyampaikan ada 1.738 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang operasinya dihentikan sementara.

Di pihak lain, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengakui dapat informasi bahwa dapur MBG yang ditutup lebih dari 1.738 unit.

“Menurut informasi yang saya dapatkan dari internal BGN (Badan Gizi Nasional), jumlah dapur yang sudah ditutup sementara bukan 1.738, tetapi sudah mencapai lebih dari 4.000 dapur. Ini tentu menjadi alarm serius bahwa tata kelola program MBG harus segera dibenahi secara menyeluruh,” ungkap Charles kepada awak media, Kamis (14/5/2026).

Charles memgatakan masalah yang paling banyak ditemui pada SPPG yang tidak memenuhi standar umum terkait higienitas, kualitas bahan pangan, kesiapan SDM, serta ketidaksesuaian sarana dan prasarana dengan standar operasional yang ditetapkan. Dalam beberapa kasus, ditemukan dapur yang dipaksakan beroperasi meskipun belum benar-benar siap.

Charles mengungkapkan masalah yang paling banyak ditemui pada SPPG tidak memenuhi standar umum terkait higienitas, kualitas bahan pangan, kesiapan SDM, serta ketidaksesuaian sarana dan prasarana dengan standar operasional yang ditetapkan. Dalam beberapa kasus, ditemukan dapur yang dipaksakan beroperasi meskipun belum benar-benar siap.

“Jangan sampai target percepatan justru mengorbankan standar keamanan pangan dan kualitas layanan kepada masyarakat,” ucap Charles.

Dia mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) berurusan dengan kesehatan anak-anak. Oleh karena itu standar keamanan pangan tidak bisa ditawar lagi. Dia tak ingin niat baik pemerintah justru menimbulkan risiko kesehatan karena lemahnya pengawasan di lapangan.

“Dengan jumlah suspend yang sangat besar, BGN perlu melakukan evaluasi total, bukan sekadar penutupan sementara,” lanjutnya.

Charles menyampaikan 3 catatan terkait program MBG ke BGN. Pertama, evaluasi terhadap mekanisme rekrutmen dan verifikasi mitra dapur.

Kedua katanya, audit menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan quality control di lapangan.

Ketiga, evaluasi terhadap pola target yang terlalu menekankan kuantitas dibanding kesiapan operasional,” jelas Charles.

“Prinsipnya, program strategis nasional sebesar ini harus dibangun dengan tata kelola yang akuntabel, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” tutup Charles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7  +  1  =