Channel9.id, Jakarta. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi industri menjadi kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas di Indonesia. Menjawab pertanyaan mengenai penciptaan pekerjaan layak, Prabowo menyebut pemerintah yang ia pimpin fokus pada transformasi ekonomi nasional salah satunya dengan menggencarkan kembali industrialisasi.
“Justru inilah yang sedang saya lakukan. Makanya saya menyampaikan waktu saya maju sebagai presiden, saya tidak bicara lagi pembangunan bangsa, saya bicara transformasi bangsa,” ujar Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab bersama jurnalis dan pakar, yang tayang Kamis (19/3/2026).
Ia menilai selama ini Indonesia mengalami deindustrialisasi, di mana nilai tambah sumber daya alam tidak dinikmati di dalam negeri.
“Saya ingin hilirisasi. That’s the only way. Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi,” tegasnya.
Menurut Prabowo, hilirisasi akan membuka peluang kerja berkualitas, khususnya bagi generasi muda di sektor industri dan teknologi. Ia juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam industri otomotif berbasis sumber daya alam.
“Kita punya bauksit. Bauksit untuk alumina diolah menjadi aluminium. Aluminium jadi mobil. Tapi kita tidak bikin processing bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bikin mobil terhebat. Iya kan? This is what we have to do,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan strategi pembangunan industri melalui konsep pohon industri.
“Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah map out. We have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya,” jelasnya.
Potensi Besar SDA Belum Maksimal
Ia mencontohkan komoditas kelapa sebagai salah satu potensi besar yang belum dimaksimalkan.
“Kelapa saja dianggap miracle crop. Virgin Coconut Oil, itu dianggap anti-cancer. Tapi kita baru punya satu dua pabrik kelapa. Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan,” ungkapnya.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti paradoks pada komoditas unggulan seperti kopi dan kakao.
“Kita punya kopi, cokelat terbaik, tapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya coklat terbaik, tapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury. Ya kan? This is what we have to do,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa industrialisasi berbasis hilirisasi merupakan satu-satunya jalan untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memperkuat ekonomi nasional. “Jadi justru ini jawabannya adalah industrialisasi,” tutup Prabowo.





