Pria yang Mengancam Bunuh Trump Ditangkap
Internasional

Pria yang Mengancam Bunuh Trump Ditangkap

Channel9.id-Amerika Serikat. Seorang pria dari New York, yang marah dengan Donald Trump karena menganggap mantan Presiden AS itu sudah mengancam demokrasi negara, ditahan karena mengancam akan membunuh Trump, yang ia sebut sebagai “Hitler baru”, Selasa (11/1/2022).

Jaksa menyatakan kalau si terdakwa, Thomas Welnicki, 72, dari Rockaway Beach, mengancam akan melakukan “segala hal untuk memastikan Trump mati”. Ia juga sempat bertanya soal perlindungan Secret Service untuk mantan presiden dan anak-anaknya.

Welnicki dituduh dalam pengaduan pidana setelah membicarakan soal kematian Trump dalam beberapa komentarnya dengan Kepolisian Capitol dan Secret Service antara bulan Juli 2020 dan Desember 2021.

Kasus itu keluar di saat Trump masih meneruskan agendanya dalam menyebarkan klaim yang menyebutkan kalau ia sudah dicurangi pada pemilu November 2020.

“Tuan Welnicki tak berniat melukai siapapun,” ujar pengacaranya, Deirdre von Dornum, “Ia hanya mengungkapkan perasaan gundahnya setelah menganggap Presiden Trump telah mengancam demokrasi AS,” tulisnya dalam email.

Hakim AS, Vera Scanlon menetapkan jaminan sebesar 50 ribu dolar, dan memerintahkan Welnicki untuk menjalankan perawatan kesehatan jiwa dan alkohol, dan harus patuh terhadap pemantauan GPS.

Wakil jaksa AS, Victor Zapana, menyebutkan kalau ia masih “khawatir” dengan terdakwa karena “ancaman yang jelas dan menakutkan itu”.

Von Dornum membantah rasa kekhawatiran Zapana itu dengan menyebutkan kalau Welnicki tak meninggalkan New York selama 15 tahun. Kalau memang ia adalah ancaman yang serius, ia pasti sudah ditangkap dari dulu.

Menurut pengaduan pidana, Welnicki mengatakan kepada Kepolisian Capitol pada bulan Juli 2020, kalau misalnya Trump kalah dalam pemilu nanti dan menolak untuk turun dari jabatannya, ia akan “mengambil senjatanya” dan “membunuhnya”.

Diduga Welnicki sempat menelpon Secret Service pada bulan Januari 2021, mengancam akan membunuh Trump dan ke-12 pendukung kongresnya.

“Saya akan melakukan segalanya untuk membunuh Trump dan ke-12 monyetnya,” kutip perkataan Welnicki, “Besok ia akan ada di Georgia, mungkin saya juga akan pergi ke sana,” lanjutnya.

Kejaksaan juga mengungkapkan kalau ancaman Welnicki itu masih terus berlangsung sampai musim gugur 2021, ketika ia menuturkan kalau Trump itu mirip dengan Adolf Hitler. Ia juga sempat membahas anak-anak Trump.

Pada 2 Desember 2021, ia kembali menghubungi Secret Service dan mengatakan “Perang Saudara kemungkinan bisa terjadi lagi, dan melakukan perlawanan terhadap pemerintah akan sah-sah saja ketika surat suara sudah tak dianggap lagi,” serunya.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7  +  1  =