Channel9.id, Jakarta. Kepergian Rachmat Gobel menandai berakhirnya kiprah salah satu tokoh yang berperan besar dalam membawa Gobel Group berkembang dari perusahaan elektronik keluarga menjadi kelompok usaha nasional dengan jaringan kemitraan global, terutama bersama Panasonic. Selama lebih dari tiga dekade memimpin perusahaan, Rachmat tidak hanya melanjutkan warisan sang ayah, Thayeb Mohammad Gobel, tetapi juga memperluas bisnis ke berbagai sektor dan memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Jepang.
Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan. Ia wafat pada usia 63 tahun, beberapa bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-64 pada 3 September mendatang.
Ia meninggalkan istri, Retno Damayanti, dua anak, Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel, serta cucu dan keluarga besar.
Rachmat merupakan putra tertua Thayeb Mohammad Gobel, pendiri Gobel Group yang merintis industri elektronik nasional sejak mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing Co pada 1954. Perusahaan tersebut menjadi pelopor radio transistor buatan Indonesia dengan merek Tjawang.
Sesuai harapan ayahnya, Rachmat dipersiapkan untuk meneruskan kepemimpinan perusahaan keluarga. Ia memilih menempuh pendidikan perdagangan internasional di Chuo University, Jepang, dan sempat menjalani magang di perusahaan elektronik di Osaka sebelum kembali ke Indonesia setelah ayahnya wafat pada 1984.
Sejak bergabung dengan Gobel Group, Rachmat mengambil peran penting dalam memperluas bisnis perusahaan. Pada 1991 ia mulai memimpin PT Gobel International dan melanjutkan pengembangan kemitraan strategis dengan Panasonic yang telah dirintis sejak dekade 1960-an.
Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group memperluas portofolio usaha melalui pendirian berbagai anak perusahaan, seperti PT Panasonic Gobel Battery Industry, PT Panasonic Gobel Indonesia, PT Panasonic Shikoku Electronics Indonesia, PT Panasonic Electronic Device Indonesia, hingga sejumlah perusahaan lain di bidang elektronik.
Perusahaan juga mengembangkan bisnis di sektor alat kesehatan, mesin pertanian, klinik kesehatan, pangan, perdagangan bahan bangunan, dan periklanan. Kawasan industri yang dimiliki di Cibitung, Bogor, dan Pasuruan turut menjadi penopang ekspor berbagai produk manufaktur.
Salah satu tonggak penting pada masa kepemimpinannya adalah penyatuan merek National menjadi Panasonic pada 2004. Langkah tersebut memperkuat posisi Panasonic di Indonesia sekaligus melanjutkan kemitraan jangka panjang Gobel Group dengan perusahaan asal Jepang tersebut.
Di luar dunia usaha, Rachmat dikenal sebagai figur yang aktif mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang. Ia pernah menjabat Ketua Persahabatan Indonesia-Jepang serta dipercaya menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada 2017. Ia juga aktif di berbagai organisasi bisnis, di antaranya sebagai Ketua Federasi Elektronika Indonesia dan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Mengikuti jejak ayahnya yang mendorong agar pengusaha turut mengabdi kepada masyarakat, Rachmat kemudian memasuki dunia politik. Ia dipercaya menjadi Menteri Perdagangan pada 2014 sebelum melanjutkan karier sebagai anggota DPR RI dan Wakil Ketua DPR dari Partai NasDem sejak 2019.
Melalui kepemimpinannya di dunia usaha maupun pengabdian di pemerintahan, Rachmat Gobel meninggalkan jejak sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam perkembangan industri elektronik nasional sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Jepang.
Keluarga memohon doa agar almarhum memperoleh ampunan, diterima seluruh amal ibadahnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mereka juga berharap diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi kepergian Rachmat Gobel.





