Channel9.id-Jakarta. Pemerintah daerah diminta mempercepat pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) agar target 400 ribu unit bedah rumah pada 2026 dapat tercapai. Mendagri Tito Karnavian menegaskan percepatan harus dilakukan mengingat program telah memasuki pertengahan tahun.
Arahan tersebut disampaikan Tito saat memimpin rapat pembahasan efisiensi dan progres pelaksanaan BSPS secara hybrid dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Menurut Tito, data calon penerima bantuan sebenarnya telah tersedia. Namun, masih banyak yang harus diverifikasi karena belum memenuhi kriteria. Di sisi lain, sejumlah daerah juga baru mengajukan usulan penerima.
Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak sekadar mengirimkan data tanpa memastikan kelayakan di lapangan. Jika jumlah penerima yang memenuhi syarat lebih sedikit dari kuota yang diberikan, sisa kuota berpotensi dialihkan ke daerah lain yang lebih siap.
“Kalau nanti asal diajukan, enggak memenuhi syarat, targetnya misalnya 200 rumah, ternyata yang memenuhi persyaratan hanya 50 rumah, sisanya bisa diserahkan kepada daerah lain yang lebih siap,” kata Tito.
Karena itu, ia meminta seluruh pemerintah daerah mempercepat proses pendataan dan verifikasi calon penerima sesuai ketentuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Tito juga mendorong dinas terkait berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di setiap kabupaten dan kota agar validasi data berjalan lebih cepat.
Selain mengejar target pembangunan, Tito menilai percepatan BSPS akan membawa dampak ekonomi yang lebih luas. Program tersebut dinilai mampu mengurangi angka kemiskinan, membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Prioritaskan Penanganan Kusta untuk Perkuat SDM





