Connect with us

Ekbis

RAPBN 2022 Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Ketua Badan Anggaran DPR RI Muhidin Mohamad Said menyatakan belanja yang disusun pemerintah sebesar Rp2.714,2 triliun dalam postur sementara RAPBN 2022 akan mampu memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah krisis pandemi Covid-19. “Diharapkan kebijakan ini memperkuat fundamental ekonomi nasional 2022,” kata dia, Rabu, 15 September 2021.

Postur belanja negara sendiri mengalami peningkatan Rp5,5 triliun yakni dari Rp2.708,7 triliun dalam penetapan RAPBN 2022 menjadi Rp2.714,2 triliun dalam postur sementara. Kenaikan tersebut berasal dari target penerimaan perpajakan dan PNBP yang masing-masing naik dari Rp1.506,9 triliun menjadi Rp1.510 triliun dan dari Rp333,2 triliun menjadi Rp335,6 triliun.

Belanja negara dinaikkan Rp5,5 triliun karena nantinya akan dimanfaatkan untuk tambahan belanja pendidikan Rp1,1 triliun dan tambahan belanja non pendidikan Rp4,4 triliun. Oleh sebab itu belanja pemerintah pusat yang merupakan salah satu komponen belanja negara naik dari Rp1.983,3 triliun menjadi Rp1.943,7 triliun.

Belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja kementerian/lembaga naik dari Rp940,6 triliun menjadi Rp945 triliun dan belanja nonkementerian/lembaga Rp997,7 triliun menjadi Rp998,8 triliun. Said mengapresiasi kebijakan belanja pemerintah pusat yang tertuang dalam RAPBN 2022 karena tetap fokus untuk mendukung keberhasilan pemulihan sosial, ekonomi dan masyarakat.

Menurut dia, target pemulihan tersebut dapat dicapai melalui kombinasi langkah reformasi struktural khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. “Kami mengapresiasi kebijakan belanja pemerintah pusat yang tertuang dalam RAPBN 2022,” ujarnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Menteri Tito Minta Provinsi Sulteng Genjot Sektor Pertanian dan Perikanan

Published

on

By

Channel9.id-Palu. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyarankan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), termasuk kabupaten/kota di wilayah tersebut menggenjot sektor pertanian dan perikanan. Alasannya, dua sektor itu permintaannya terbilang tinggi, meski di tengah pandemi Covid-19.

“Saya memberikan saran kepada teman-teman di Provinsi (Sulteng) dan kabupaten/kota untuk menggejot sektor pertanian dan perikanan, karena dua ini masih positif semua, permintaan, demand-nya tinggi sekali,” ujar Tito  dalam keterangan persnya usai pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulteng dan Forkopimda, di Palu, Jumat (24/9).

Baca juga: Mendagri Apresiasi Penanganan Terorisme di Sulteng 

Menurutnya, Gubernur Sulteng telah memiliki konsep untuk menggenjot kedua sektor tersebut. Dirinya juga menanggapi, rencana Gubernur Sulteng untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bentuk bantuan kepada para petani dan nelayan.

“Upaya tersebut sangat penting, sehingga perlu didorong oleh Himpunan Bank Negara atau Himbara,”kata Tito.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura mengatakan, dirinya telah menandatangani program KUR sebesar Rp5 triliun dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program tersebut dilakukan untuk membantu sektor pertanian dan perikanan. Supaya program itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dirinya juga telah menggandeng bupati dan wali kota di Provinsi Sulteng.

Rusdy menambahkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa berdasarkan ketentuan, pinjaman di bawah Rp 100 juta tidak membutuhkan jaminan. Dengan pemahaman itu, masyarakat diharapkan bersedia mengambil pinjaman di bank. “Ini saatnya masyarakat kita diajarkan oleh kita, oleh dinas bagaimana meminjam uang di bank,”katanya.

Di lain sisi, Rusdy bersyukur meski di tengah pandemi pertumbuhan ekonomi di daerahnya berhasil mencapai angka 15 persen. Pertumbuhan itu, kata dia, sempat ditanyakan Presiden Joko Widodo, terutama terkait dengan faktor penyebabnya.

“Saya bilang, untung saya masih punya kelapa, masih punya cokelat, sawit, masih punya pertanian, kita surplus Pak (Presiden) 100 ribu ton beras, itu yang ada, makanya kita juga bikin kerja sama dengan Kaltim,” imbuhnya.

Continue Reading

Ekbis

Naik Tipis, IHSG Ditutup Menguat 0,03%

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indeks harga saham gabungan (IHSG) meneruskan tren positifnya. Indeks naik tipis 0,03% atau atau 2,1 poin ke 6.144,81 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat, 24 September 2021. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.119,14-6.163,88.

Enam sektor menjadi pendorong penguatan IHSG, diantaranya sektor energi melambung 3,02%, sektor barang konsumsi nonprimer melesat 1,65%, Sektor properti dan real estat menguat 1,54%, sektor perindustrian terkerek 1,02%, sektor kesehatan menguat 0,29%, dan sektor teknologi naik tipis 0,19%.

Di sisi lain, tercatat lima sektor turun di perdagangan akhir pekan ini. Sektor infrastruktur melorot terdalam 0,74%. Disusul berturut-turut sektor transportasi dan logistik tergerus 0,70%, sektor barang konsumsi primer anjlok 0,66%, sektor barang baku turun 0,52%, dan sektor keuangan turun 0,25%.

Baca juga: Finish di Zona Hijau, IHSG Menguat 0,56%

Total volume transaksi bursa mencapai 22,79 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 13,92 triliun.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) lagi-lagi menjadi buruan investro asing dengan mencatat net buy RP1,3 triliun. Kemudian, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan net buy Rp138,6 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp121,8 miliar, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp96,2 miliar dan UNTR Rp87,5 miliar.

Investor asing melego saham-saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) Rp63,2 miliar. Selanjutnya PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 58,5 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 36,1 miliar.

Continue Reading

Ekbis

Ketua DPR: Dukung UMKM Artinya Bantu Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa mendukung upaya akselerasi transformasi digital bagi pelaku UMKM di Tanah Air sama dengan membantu tulang punggung perekonomian bangsa Republik Indonesia.

“Membantu UMKM artinya membantu tulang punggung ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah sudah benar dengan membantu UMKM kita melakukan transformasi digital,” kata Puan Maharani dalam rilis di Jakarta, Jumat 24 September 2021.

Menurut Puan, digitalisasi pemasaran untuk UMKM akan membantu perekonomian masyarakat, khususnya di era pandemi Covid-19, yang akhirnya berkontribusi untuk perekonomian nasional.

Puan menyatakan, UMKM Indonesia jika dilihat ukuran masing-masing individunya kecil, tetapi kalau dipadukan akan jelas terlihat sekali besarnya kontribusi UMKM kepada ekonomi Indonesia.

Baca juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Untuk UMKM Terserap Rp 52,9 Triliun

Ketua DPR RI menyatakan bahwa UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja Indonesia dan kontribusinya terhadap PDB Indonesia mencapai sekitar 61 persen.

Karena itu, Puan mendukung program Transformasi digital untuk UMKM Presisi yang diinisiasi alumni Akabri Tahun 1996 dalam rangka memperingati 25 tahun masa pengabdian para alumninya.

Melalui program Transformasi Digital UMKM Presisi, alumni Akabri 1996 memfasilitasi para pelaku UMKM untuk menggunakan aplikasi agar usahanya terintegrasi dengan berbagai e-commerce besar.

Ketua DPR menilai, program yang dipelopori alumnus Akabri 1996 itu bisa menjawab terbatasnya literasi digital yang menjadi kendala pelaku UMKM selama ini. Sementara transformasi digital merupakan kebutuhan mutlak yang harus dikuasai pelaku UMKM agar mampu bertahan serta tumbuh dan berkembang.

Dia juga menyoroti tingginya traffic penggunaan e-commerce di Indonesia dalam transaksi jual-beli. Puan menyebut, pertumbuhan transaksi daring juga akan memudahkan masyarakat, namun hal itu dinilai tidak mudah karena memerlukan perubahan pola pikir dan pola kerja.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC