Rata-Rata Kasus Covid-19 Spanyol Melonjak Setelah Natal
Internasional

Rata-Rata Kasus Covid-19 Spanyol Melonjak Setelah Natal

Channel9.id-Spanyol. Rata-rata penyebaran virus corona di Spanyol sudah melebihi 1,000 kasus per 100,000 orang untuk pertama kalinya, Selasa (28/12/2021). Pecahnya rekor ini disebabkan oleh varian Omicron yang mudah menyebar walaupun rumah sakit di Spanyol tidak mengalami kelebihan pasien seperti varian Delta sebelumnya.

Rata-rata ini, yang diukur selama 14 hari, naik ke angka 1,206 setelah perayaan hari raya Natal, menurut data dari kementerian kesehatan. Pada Selasa minggu lalu, rata-rata ini hanya mencapai 911.

Catatan Covid-19 ini masih belum diperbaharui sejak hari Kamis dan menambahkan ada 214,619 kasus baru virus corona di Spanyol. Kini ada 5,932,626 kasus corona sejak pandemi awal dimulai.

Kemenkes Spanyol menambahkan ada 120 kematian karena virus corona sejak hari Selasa lalu, menjadikan total korban jiwa menjadi 89,139. Angka rata-rata kematian perharinya masih dibawah angka seratus, sangat jauh jika dibandingkan dengan puncak gelombang pertama tahun lalu yang mencapai 1,000 atau 600 pada bulan Januari lalu ketika vaksinasi Covid-19 baru dimulai.

Pasien Covid-19 yang dirawat inap naik menjadi 7.69% dari Selasa lalu yang hanya mencapai 6.4%, dan masih jauh dibawah saat bulan Januari lalu yang mencapai 24%. Pasien ICU saat ini dilaporkan mencapai 18.26%, dan lagi-lagi masih jauh jika dibandingkan dengan Januari lalu yang sampai mencapai 43%.

“Tentu saja kita akan melihat adanya pelonjakan tinggi penularan Covid-19, namun pasien yang dirawat inap atau masuk ke ruang ICU kami rasa tak akan mengalami pelonjakan yang signifikan,” ujar Perdana Menteri Pedro Sanchez kepada para wartawan. Dalam wawancaranya tersebut, ia juga mengutip adanya rata-rata vaksinasi yang tinggi di Spanyol dan mendesak warga Spanyol lainnya untuk segera divaksin.

Dengan hampir 80% populasinya sudah divaksin penuh dan program dosis tambahan mulai digencarkan, Spanyol tak mengalami lonjakan penularan yang signifikan seperti negara-negara Eropa lainnya, hal ini membuat mereka tak harus memperketat prokes Covid-19nya pada musim semi nanti.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

39  +    =  40