Channel9.id – Indramayu. Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin meminta pelestarian tradisi Buyut Banjar di Desa Bulak, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia mendorong tradisi tersebut diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, penguatan solidaritas sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Komarudin dalam Festival Buyut Banjar pada Minggu (18/10/2026). Menurutnya, pengembangan potensi Desa Bulak dan Bulak Lor membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, bukan hanya dukungan perguruan tinggi dan pemerintah.
“Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut dengan berbagai variasi, termasuk lomba lingkungan bersih, hijau, indah, nyaman, dan aman. Inisiatifnya harus tumbuh dari masyarakat, tidak hanya bertumpu pada UNJ, tetapi juga melalui swadaya dan swadana masyarakat,” kata Komarudin saat ditemui Channel9.id usai acara Festival Buyut Banjar.
Ia menilai pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lingkungan, penguatan ekonomi, dan pengembangan pariwisata desa. Tradisi, menurut dia, juga perlu tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui solidaritas sosial, kegiatan keagamaan, dan kepedulian terhadap kelompok rentan.
Komarudin berharap Desa Bulak dan Bulak Lor dapat berkembang menjadi desa unggulan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi. Namun, ia menekankan pentingnya inisiatif warga agar program pengembangan desa dapat berlanjut secara mandiri.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, Iwan Sugihartono, mengatakan pelestarian budaya dapat menjadi pintu masuk bagi pemberdayaan masyarakat. Ia berharap keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan tersebut menghasilkan manfaat berkelanjutan dan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan potensi desa.
“Tradisi yang diwariskan leluhur memiliki nilai sosial yang penting karena mempertemukan warga, memperkuat gotong royong, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa,” ujar Iwan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sekaligus Ketua Panitia Festival Budaya, Saepudin, berharap festival tersebut dapat terus dikembangkan hingga tingkat kecamatan dan kabupaten.
Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Yus Rusmadi, menekankan pentingnya mewariskan tradisi Buyut Banjar kepada generasi muda dengan tetap menjunjung nilai-nilai agama.
Berdasarkan pantauan Channel9.id, Festival Buyut Banjar diisi doa bersama dan tahlil, pertunjukan seni budaya, serta karnaval yang melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah desa. Puncak kegiatan menampilkan ogoh-ogoh dari sejumlah blok masyarakat, arak-arakan kereta kencana bersama sesepuh dan tokoh masyarakat, serta tari Manuk Banjar yang dibawakan secara massal oleh sekitar 200 anak.
Selain kegiatan budaya, panitia mengadakan lomba lingkungan bersih, hijau, indah, nyaman, dan aman yang diikuti 30 rukun tetangga (RT). Penilaian meliputi penghijauan, kebersihan, keindahan lingkungan, partisipasi warga dalam gotong royong, dan keberlanjutan program lingkungan.
HT




