Nasional

Rektor UNJ Pesan kepada 711 Wisudawan Manfaatkan Ilmu bagi Masyarakat

Channel9.id – Jakarta. Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Komarudin berpesan kepada 711 wisudawan untuk terus belajar dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam menjawab persoalan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari gelar akademik, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Pesan tersebut disampaikan dalam Wisuda UNJ Tahun Akademik 2025/2026 sesi keempat yang berlangsung pada Kamis (22/10/26). Mengangkat tema “Carry the Light, Share the Future”, Prof. Komarudin mengibaratkan ilmu pengetahuan sebagai cahaya yang perlu terus dijaga dan dibagikan kepada generasi berikutnya.

Pada sesi keempat, UNJ mewisuda 711 lulusan program sarjana dari empat fakultas. Sebanyak 176 lulusan berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), 164 lulusan dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), 176 lulusan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta 195 lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Secara keseluruhan, UNJ mewisuda 4.745 lulusan program sarjana terapan, sarjana, magister, dan doktor yang pelaksanaannya dibagi dalam tujuh sesi.

Dalam kesempatan itu, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah mendampingi perjalanan pendidikan para wisudawan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan orang-orang terdekat.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah harus dibawa keluar dari ruang kelas dan digunakan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat. Pengetahuan tidak boleh berhenti sebagai kumpulan konsep, laporan penelitian, ataupun tulisan dalam ijazah.

“Ilmu tidak boleh berhenti di ruang kuliah, buku, laporan penelitian, atau ijazah. Bawalah ilmu itu ke tempat Saudara bekerja. Bawalah ilmu itu kepada masyarakat,” pesan Prof. Komarudin melalui rilis Humas UNJ diterima Channel9.id di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi. Para lulusan diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, memeriksa sumber pengetahuan, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.

Selain itu, Prof. Komarudin menekankan bahwa semangat belajar perlu dipertahankan meskipun seseorang telah menyelesaikan pendidikan formal. Perubahan ilmu pengetahuan dan perkembangan masyarakat menuntut setiap lulusan terus memperbarui kemampuan dan membuka diri terhadap pengalaman baru.

“Jangan takut berbagi pengetahuan. Jangan takut membantu orang lain memahami sesuatu. Karena satu pengetahuan yang Saudara bagikan dapat menjadi awal perubahan bagi kehidupan seseorang,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, UNJ mengapresiasi sejumlah wisudawan yang meraih prestasi nasional dan internasional. Di antaranya Liza Sania Andrayani dan Rifda Nadiva dari FIP yang meraih juara pertama kompetisi tingkat nasional, serta Degisca Alifia Khairunnisa yang memperoleh penghargaan khusus dalam kompetisi esai tingkat Asia Tenggara. Dari FBS, Aaliyah Nasywa Kamilah Lutfi meraih juara pertama nasional lomba bercerita bahasa Jerman.

Sementara itu, prestasi internasional juga ditorehkan mahasiswa FEB. Afifah Choirunnisa memperoleh beasiswa pendidikan di Gazi University, Turki, Kayla Herdani Arminta mengikuti program akademik internasional di China dan Vietnam, sedangkan Jenny Surya Karnisya meraih juara ketiga kompetisi rencana bisnis tingkat nasional di Universitas Gadjah Mada.

Menutup sambutannya, Prof. Komarudin mengenang Dr. Siswojo Hardjodipuro, yang pernah menjabat sebagai Pejabat Sementara Rektor IKIP Jakarta pada 1975. Ia menjadikan perjalanan kepemimpinan tersebut sebagai pelajaran mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan institusi dan meneruskan tanggung jawab kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, kontribusi seseorang tidak selalu ditentukan oleh panjangnya masa pengabdian. Sekecil apa pun peran yang dijalankan, setiap orang memiliki kesempatan memberikan perubahan berarti bagi kehidupan.

Prof. Komarudin juga mengajak para lulusan berkontribusi melalui Dana Abadi UNJ untuk membantu membuka kesempatan pendidikan bagi mahasiswa berikutnya.

Melalui semangat “Carry the Light, Share the Future”, UNJ berharap para lulusan mampu membawa ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat, menjaga integritas, serta meneruskan manfaat pendidikan kepada generasi mendatang. Dengan demikian, keberhasilan wisuda tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga awal pengabdian yang berdampak bagi kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

71  +    =  81