Connect with us

Techno

Resmi Meluncur di Indonesia, Apa Saja Keunggulan Honor 8X?

Published

on

Channel9.id, Jakarta Honor tak pernah berhenti berinovasi menghadirkan seri-seri teranyarnya untuk memenuhi kebutuhan pasar generasi milenal Indonesia akan smartphone yang canggih dan modern. Terbaru, e-brand smartphone ini telah meluncurkan Honor 8X di The Hall Senayan City, Selasa (6/11/2018).

Di hadapan 500 undangan yang terdiri dari media, KOL, penggemar Honor, dan klien, Honor secara percaya diri mengampanyekan slogannya, yaitu “Beyond Limits” atau “Melampaui Batas”. Honor mengusung tema ini karena Honor 8X diciptakan untuk menyaingi smartphone flagship para kompetitor raksasa.

“Secara internal, kami menyebut Honor 8X ini sebagai flagship killer, karena produk ini memiliki banyak fitur unggulan layaknya smartphone kelas atas, namun harganya sangat terjangkau,” kata Presiden Honor Indonesia, James Yang.

Honor 8X  memang memiliki fitur yang terbilang unggul untuk smartphone di kelasnya. Dari segi desain, smartphone ini menggunakan teknologi Chip on Film (CoF). Teknologi ini menghasilkan desain bezel yang begitu tipis pada bodi smartphone.

Layar smartphone tersebut pun cukup luas, yaitu 6,5 inch dengan aspek rasio 19,5:9. Sementara itu, resolusi layarnya sebesar 2.340 x 1.080. Anak-anak muda pun bisa menonton video dan bermain game dengan begitu puas. Terlebih lagi, Honor 8X juga difaslitasi fitur GPU Turbo yang mampu meningkatkan performa games.

Fitur GPU Turbo tersebut mampu menunjang performa game Mobile Legends dengan sangat baik. Bahkan, Honor juga telah menjalin kerja sama dengan Mobile Legends: Bang Bang.

Menurut Adrian Alpin, Direktur Pemasaran Mobile Legends: Bang Bang, kerja sama ini bertujuan untuk menyediakan lebih banyak hiburan bagi konsumen dan memenuhi kebutuhan anak muda Indonesia yang ingin mengoptimalkan pengalaman gaming mereka.

Honor 8X memiliki kapasitas memori RAM 4GB dan memori internal antara 64GB dan 128GB yang bisa diperluas dengan slot microSD. Pengguna pun bisa menyimpan foto, lagu, dan video hingga sebanyak-banyaknya.

Lebih lanjut, smartphone tersebut menjalankan antarmuka EMUI 8.1 berbasis Android 8.1 Oreo. Honor 8X juga didukung prosesor berkinerja tinggi Kirin 710 dan baterai berkapasitas 3.750 mAh. Keunggulan performanya pun tak perlu diragukan lagi.

Dari segi kamera, Honor 8X memiliki dual camera di bagian belakang. Satu lensanya beresolusi 20 MP dan memiliki bukaan f/1.8, sedangkan satu lensa lagi memiliki resolusi 2 MP.

Untuk kamera depannya, lensa terletak di bagian notch dan memiliki resolusi 16 MP. Kamera depan dan belakangnya sama-sama dilengkapi dengan fasilitas Intelligent Anti Shaking (IAS) dan AI Scenario Recognition. Teknologi ini memungkinkan pengambilan foto yang jernih.

Yuk, rasakan sendiri kecanggihan Honor 8X!

 

(Adv)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Indonesia Membutuhkan Jutaan Talenta Digital

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Syarat penting untuk mencapai target ini ialah memenuhi kebutuhan SDM yang menguasai teknologi dan informasi.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa dalam menciptakan ekosistem digital ini dibutuhkan kerja sama dengan beragam pihak, termasuk industri. Harapannya agar talenta bisa berkembang.

Terlebih lagi, pada 2030 mendatang Indonesia membutuhkan 9 juta talenta yang mumpuni di bidang TIK, yang bisa teknologi digital seperti Cloud, Kecerdasan Artifisial (AI), Analitik Big Data, 5G hingga IoT.

“Ini kebutuhan yang butuh sinergi sejumlah pihak. Pemerintah tidak bisa sendiri, demikian pula swasta,” demikian ungkap Moeldoko melalui keterangan tertulis, Kamis (29/10). Pernyataan ini ia tuturkan dalam menanggapi kerja sama dengan Huawei Indonesia di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2020.

Baca juga : Data Center Kian Dibutuhkan Saat Pandemi

Maka dari itu, Moeldoko mengapresiasi Huawei Indonesia yang mendukung pengembangan talenta digital di Indonesia. Hal ini sejalan dengan penilaiannya bahwa bidang ini merupakan pondasi penting bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia pada 2045.

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia, mengatakan pihaknya mendukung komitmen Pemerintah Indonesia ini. Ia menuturkan bahwa dukungan ini sejalan dengan komitmen panjang Huawei sejak hadir di Indonesia 20 tahun lalu.

“Melalui Huawei ASEAN Academy Indonesia, kami menggelar berbagai pelatihan, seminar, studi banding, sertifikasi, hingga kompetisi yang dirancang memperkaya wawasan, memperdalam pemahaman, serta meningkatkan penguasaan terhadap teknologi-teknologi terdepan,” ujarnya.

Untuk diketahui, penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Huawei Indonesia dan KSP ini bertepatan dengan digelarnya Hari Sumpah Pemuda ke-92, yang bertema Bersatu dan Bangkit.

Adapun MoU tersebut ditujukan untuk mengembangkan 100 ribu SDM di Indonesia melalui pendidikan vokasi. Harapannya, langkah ini bisa memberi peluang bagi talenta di Indonesia dan membawanya melejit ke taraf internasional.

(LH)

Continue Reading

Techno

Data Center Kian Dibutuhkan Saat Pandemi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mayoritas pakar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura–yakni 96%–mengakui bahwa data center semakin dibutuhkan di masa pandemi Covid-19.

Hal itu sebagaimana laporan bertajuk ‘The Future of Data Centers in the Face of Climate Change’ yang dirilis Digital Realty. Riset dilakukan dengan menyurvei 200 pakar di tiga negara itu pada periode Mei-Juli 2020.

Temuan tersebut sejalan dengan Data Gravity Index™. Ledakan data di perusahaan-perusahaan akan meningkat lebih dari dua kali lipat setiap tahun dari 2020-2024. Kemudian Asia Pasifik diprediksi akan mengalami pertumbuhan tercepat dan Singapura menjadi pasar yang pertumbuhannya paling pesat–dari 21 kota yang dianalisa.

“Asia Tenggara telah muncul sebagai kawasan yang paling banyak diburu, dengan Singapura menguasai sekitar 60% dari total pasokan data center di kawasan tersebut,” ungkap Managing Director Asia Pacific Digital Realty, Mark Smith, Selasa (27/10).

Sementara Indonesia, lanjut dia, memiliki daya tarik sebagai destinasi investasi data center.

Baca juga : LAPAN Berburu Alien dan Tempat Layak Huni Selain Bumi di 2021

Menurut penelitian Digital Realty dan Eco-Business, responden menyoroti kurangnya kesadaran menjaga lingkungan (71%), kurangnya investasi (65%) dan kurangnya kerjasama dari pemangku kepentingan (61%) sebagai tantangan utama data center berkelanjutan.

Laporan ini menyoroti iklim tropis Asia Tenggara sebagai tantangan pasar data center.

Singapura memiliki hambatan yakni terbatasnya luas areal. Padahal kebutuhan proses pendinginan merupakan 35%-40% total kebutuhan energi data center. Teknologi dan proses pendinginan yang hemat energi ialah peluang besar bagi operator data center untuk mengurangi energi dan biaya.

Di lain sisi, Indonesia dan Malaysia dianggap sebagai rising star dalam meningkatkan pangsa pasar data center. Indonesia punya cadangan energi berkelanjutan dari geothermal, tenaga angin, generator arus pasang surut dalam skala besar.

“Kami percaya teknologi pendinginan akan menjadi game changer bagi data center, terutama di iklim tropis Asia Tenggara,” ujar Digital Realty Senior Director of Sustainability Aaron Binkley.

(LH)

Continue Reading

Techno

LAPAN Berburu Alien dan Tempat Layak Huni Selain Bumi di 2021

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) berencana meneliti planet di luar tata surya atau exoplanet pada 2021. Hal ini sebagaimana keterangan dari Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikno.

Menurut Rhorom, hal tersebut termasuk dalam rencana strategis penelitian LAPAN. Tujuannya untuk mencari kehidupan lain atau alien dan tempat layak huni selain Bumi.

“Langkah awal dalam pencarian kehidupan lain di luar Bumi adalah mencari planet dengan kondisi yang dinilai layak huni,” ungkapnya, Selasa (26/10).

LAPAN, lanjut Rhorom, akan memulai studi fenomena transien,m, yang mana exoplanet salah satu bentuknya.

“Dalam rencana strategis penelitian kami, tahun depan LAPAN akan memulai studi fenomena transien, yakni fenomena yang terjadi secara insidental. Salah satu tujuannya adalah deteksi dan karakterisasi exoplanet,” jelas dia.

Baca juga : Upaya Google Untuk Mendidik Pemilih Menjelang Pilkada

Sebagai informasi, benda langit transien tak memiliki cahaya tetap–seperti nova, supernova, semburan sinar gamma dan suar dari inti galaksi. Demikian pula dengan exoplanet, karena ia bisa dideteksi ketika melewati bintang induknya

“Saat ini LAPAN belum ada program penelitian exoplanet. Namun, dengan beroperasinya Observatorium Nasional Timau di NTT, kami berharap untuk dapat melakukan deteksi dan karakterisasi exoplanet,” ujar Rhorom.

Untuk diketahui, riset exoplanet sudah banyak dilakukan di negara-negara lain. Namun, Indonesia belum memulainya kendati telah memiliki lembaga antariksa LAPAN.

rencana LAPAN untuk meneliti exoplanet betul dilakukan, maka mereka menyejajarkan diri dengan lembaga penelitian antariksa lainnya.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC