Sthala Ubud Village Jazz Festival Digelar Jadi Wadah Negara-negara Kenalkan Musisi Muda
Lifestyle & Sport

Sthala Ubud Village Jazz Festival Digelar Jadi Wadah Negara-negara Kenalkan Musisi Muda

Channel9.id-Jakarta. Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 kembali digelar dengan membawa semangat mempertemukan musisi jazz dari berbagai negara. Tak sekadar menghadirkan nama-nama besar, festival ini juga menjadi wadah bagi negara-negara untuk memperkenalkan musisi jazz muda mereka ke panggung internasional.

Co-Founder Ubud Village Jazz Festival, Yuri Mahatma, mengatakan banyak negara memiliki komitmen kuat dalam mendukung regenerasi musisi jazz. Dukungan tersebut diberikan tidak hanya kepada musisi ternama, tetapi juga talenta muda yang dinilai memiliki kualitas.

“Selama mereka memiliki kualitas dan portofolio yang baik, pemerintah maupun lembaga kebudayaan di negara mereka bersedia membantu agar mereka bisa tampil di berbagai festival internasional,” kata Yuri di Denpasar.

SUVJF 2026 akan digelar pada 7-8 Agustus di STHALA Ubud, A Tribute Portfolio Hotel, Gianyar, Bali. Festival ini menghadirkan beragam warna musik, mulai dari jazz kontemporer, straight-ahead jazz, big band, world music, hingga kolaborasi lintas budaya.

Menurut Yuri, pola dukungan yang dilakukan berbagai negara patut menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem musik jazz nasional.

“Semoga ke depan ekosistem musik di Indonesia juga semakin kuat dalam mendukung musisi jazz berbakat agar mereka dapat tampil di panggung internasional dan menjadi duta budaya Indonesia melalui musik,” ujarnya.

Sejumlah musisi internasional dipastikan tampil dalam festival tersebut. Di antaranya H ZETTRIO dari Jepang yang dikenal dengan permainan piano enerjik dan presisi tinggi, serta Simone Prattico Java Collective dari Italia yang akan berkolaborasi dengan Sri Hanuraga dan Kevin Yosua.

Tak hanya itu, musisi seperti Simon Trpčeski, Jade & Paperstock dari Belanda, hingga Watchdog dari Prancis juga hadir dengan dukungan institusi budaya di negara masing-masing.

Sementara dari Indonesia, SUVJF menghadirkan Straight and Stretch Quartet, Salamander Big Band, hingga deretan musisi muda seperti Rason Trio, JZKA Trio, LaDju, dan Michael Ananda Trio.

Yuri menegaskan, festival ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki misi menjaga keberlanjutan ekosistem jazz Indonesia melalui regenerasi musisi.

“Bakat-bakat mereka luar biasa. Kita bisa melihat Rayson, gitaris berusia 14 tahun, atau JZKA Trio yang usianya masih belasan tahun tetapi kualitas permainannya sudah bisa disebut sebagai prodigy,” katanya.

Ia berharap panggung internasional seperti SUVJF mampu menjadi ruang bagi musisi muda untuk berkembang, membangun jejaring, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia melalui musik jazz.

Di sisi lain, General Manager STHALA, A Tribute Portfolio Hotel Ubud Bali, Lasta Arimbawa, mengatakan penyelenggaraan SUVJF sejalan dengan komitmen hotel dalam merayakan keberagaman budaya sekaligus mendukung pelaku UMKM dan industri kreatif lokal.

“Festival ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi ruang pertemuan bagi musisi dan pecinta jazz dari berbagai negara. Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan festival ini,” ujar Lasta.

Dengan latar alam Ubud yang asri, SUVJF 2026 diharapkan kembali menjadi salah satu festival jazz internasional yang menghadirkan pertunjukan musik berkualitas sekaligus memperkuat pertukaran budaya di Indonesia.

Kontributor; Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  41  =  49