Nasional

Revitalisasi Sekolah 2026 Mulai Berjalan, 3.408 Satuan Pendidikan Terima Penyaluran

Channel9.id – Jakarta. Pemerintah mulai menjalankan program revitalisasi sekolah tahun 2026 dengan menyelesaikan perjanjian kerja sama bersama 4.838 satuan pendidikan. Selain itu, bantuan revitalisasi juga telah disalurkan ke 3.408 satuan pendidikan dengan total anggaran yang mulai berjalan mencapai Rp2,6 triliun.

Program revitalisasi sekolah pada 2026 ditargetkan menjangkau 71.744 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp14 triliun. Penambahan sasaran tersebut disebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pelaksanaan program revitalisasi tahun 2026 kini telah memasuki tahap awal pembangunan di berbagai daerah. Pemerintah juga menetapkan prioritas bagi sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kerusakan berat.

“Sekarang ini kami sudah mulai melaksanakan dalam tahun 2026 itu telah diselesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan serta penyaluran ke 3.408 satuan pendidikan,” kata Mu’ti dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Mu’ti menyebut target revitalisasi sekolah tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding rencana sebelumnya. Menurut dia, pemerintah menambah sasaran sekitar 60 ribu satuan pendidikan agar pemerataan kualitas sarana pendidikan dapat dipercepat.

“Direncanakan ada penambahan sasaran sekitar 60.000 satuan pendidikan. Bapak Presiden beberapa kali menyampaikan itu, sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah memprioritaskan sekolah terdampak bencana alam dalam pelaksanaan program revitalisasi tahun depan. Prioritas juga diberikan kepada sekolah di wilayah 3T dan sekolah dengan kondisi rusak berat.

“Sekolah-sekolah di daerah 3T dan sekolah yang memang rusak berat, walaupun bukan di daerah bencana, bukan pula karena 3T, tapi yang rusak berat itu kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun 2026,” kata Mu’ti.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  21  =  24