Channel9.id-Jakarta. Peluncuran sebuah film biasanya di bioskop, tapi menjadi istimewa jika tempat lainnya. Demikian dengan artis dan anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang memberikan usulan peluncuran film ‘Seni Merayu Tuhan’ yang diadaptasi dari buku karya Husein Ja’far Al Hadar atau biasa disapa Habib Ja’far di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia.
Selaku pemeran film itu sekaligus juga pernah menulis buku, Rieke mengatakan hal itu akan menjadi istimewa dengan adanya karya yang lahir dari buku dan diadaptasi ke dalam medium film, tapi kembali ke jantung literasi bangsa Indonesia.
“Aku maksa ke produser supaya ‘launching’ di Perpustakaan (Nasional) sebenarnya, karena kan ini film dari buku dan perpustakaan itu keren,” ujar Rieke saat menghadiri peluncuran film itu di Perpusnas, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Lebih lanjut, Rieke mengungkapkan rasa senangnya karena kembali terlibat dalam proyek film bersama Wahana Kreator.
“Alhamdulillah, terima kasih loh ya, Wahana dan tim serta semua yang sudah kembali mengajak aku untuk bermain di film. Tahun lalu, tepat pada kira-kira tanggal-tanggal ini di bulan Juli, ‘launching’ juga (film produksi Wahana) ‘Agen +62’ begitu, dan tahun ini di 2026, ‘Seni Merayu Tuhan’ dari bukunya Habib,” tuturnya.
Bagi Rieke, film tersebut sangat cocok diluncurkan di perpustakaan karena perpustakaan bukan sekadar gudang buku, melainkan ruang perjumpaan dengan peradaban.
“Di perpustakaan kita akan berjumpa dengan banyak tokoh, dengan banyak kisah, kehidupan. Kalau lagi cari jati diri, enggak usah pusing. Cari aja panduannya di buku-buku yang luar biasa di perpustakaan,” kata Rieke.
Selain menyoroti sisi literasi, Rieke membagikan pengalaman pribadinya saat proses syuting sambil menjalani rutinitas sebagai anggota legislatif.
Rieke menyampaikan hal itu memungkinkan karena pengambilan gambar hanya berjalan tiga hingga lima jam di akhir pekan. Saat itu, ia juga tidak ingin hanya berdiam di rumah.
Ia mengaku momen mengikuti syuting film tersebut menjadi wadah rekreasi bagi dirinya sebagai ibu yang harus belajar ikhlas saat anak-anaknya mulai tumbuh dewasa.
“Film ini juga jadi pelarian aku pas ‘weekend’ saat ‘shooting’ itu ya. Aku ketemu sama teman-teman (aktor dan aktris), sama anak-anak yang manis-manis, luar biasa, gitu. Jadi, aku kayak, oh tenang lah, masih ada anakku (rupanya),” ujar Rieke.
Rieke menambahkan bahwa film ini merupakan cerminan dari perjalanan spiritualnya sebagai seorang ibu.
“Film ini, menurut aku sih kalau mau nonton, ya nonton. Karena di sini, banyak banget, ah, aku sendiri akhirnya jadi terobati,” pungkasnya.
Rieke berharap film karya sutradara Cesa David Luckmansyah itu mampu menyentuh sisi emosional penonton dan memberikan perspektif baru tentang hubungan orang tua dan anak.
Film ‘Seni Merayu Tuhan’ mengisahkan tentang perjalanan seorang pemuda bernama Hikmah (diperankan oleh Ari Irham) dalam fase menuju kedewasaan. Cerita ini menyoroti titik terendah Hikmah saat kehilangan ibunya, yang kemudian membawanya pada pencarian makna tentang keluarga, cinta, dan kehilangan.
Film ‘Seni Merayu Tuhan’ dijadwalkan akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Kontributor; Akhmad Sekhu





