Connect with us

Lifestyle & Sport

Risiko Buncit Bagi Kesehatan

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Banyak orang sepakat bahwa perut buncit menurunkan rasa percaya diri karena mengganggu penampilan. Di balik kekhawatiran akan penampilan ini, rupanya perut buncit pun berbahaya pada kondisi kesehatan.

Buncit pada perut mengindikasikan adanya penimbunan lemak di bagian perut. Diketahui, ada dua macam jenis lemak di bagian ini, yakni lemak subkutan dan lemak viseral. Lemak subkutan ialah lemak di bawah kulit, yang bisa dicubit dan terlihat. Sementara lemak viseral berada di sekitar organ dalam tubuh, sehingga tidak terlihat. Lemak inilah yang kerap dihubungkan dengan obesitas. Selain berisiko menimbulak penyakit tertentu—seperti penyakit jantung, lemak ini pun sangat sulit dihilangkan.

Penyebab Buncit
Perut buncit terjadi karena asupan makanan melebihi kebutuhan energi yang diperlukan untuk aktivitas fisik. Jika seseorang terlalu banyak makan namun kurang beraktivitas, maka penumpukan lemak pada tubuh, termasuk lemak di perut kemungkinan terjadi.

Selain itu, faktor lain yang memicu perut buncit di antaranya adanya riwayat obesitas pada keluarga, kurang tidur, kebiasaan mengonsumsi alkohol, stres, usia tua, dan ketidakseimbangan hormon pada perempuan menopause.

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki obesitas, ukurlah lingkar pinggang. Posisikan pengukur sejajar antara tulang panggul dan pusar. Seorang dinyatakan obesitas bila lingkar pinggang melebihi 102 cm bagi pria dan di atas 89 cm pada perempuan. Atau, Anda bisa menghitung indeks massa tubuh untuk memantau status gizi. Semakin tinggi angka indeks massa tubuh, artinya jumlah lemak di dalam tubuh semakin banyak.

Bahaya Buncit
Jika perut Anda buncit, sudah seharusnya waspada. Sebab kondisi ini meningkatkan risiko sejumlah penyakit yang berbahaya. Pasalnya timbunan lemak dalam tubuh bisa memproduksi senyawa peradangan dan hormon yang mengganggu metabolisme. Ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Tak hanya itu, berdasarkan sejumlah penelitian, lemak perut berkaitan erat dengan kanker usus besar, kanker kerongkongan, dan kanker pankreas.

Perut buncit pun kerap dikaitkan dengan penyakit kolesterol tinggi, diabetes, gangguan pernapasan, bahkan meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular.

Baca juga : Bukan Cuma Karena Masalah Gigi dan Mulut, Bau Mulut Juga Indikasi Penyakit Lain

Menimbang bahaya akibat perut bunci pada kesehatan, Anda sebaiknya mencoba untuk mengecilkan kebuncitan Anda. Misalnya mengencangkan otot perut dengan olahraga sit-up atau gerakan lain. Cobalah membarengi olahraga dengan diet untuk mengurangi lemak tubuh, termasuk lemak di perut.

Memang, mengecilkan perut buncit bukan perkara mudah. Namun tak ada salahnya untuk diusahakan demi kesehatan Anda sendiri. Mulailah menjalani hidup sehat dengan menjaga pola makan dan mengubah gaya hidup. Adapun caranya yaitu dengan memerhatikan makanan uang dikonsumsi dan kalorinya, perbanyak aktivitas fisik, mengurangi alkohol, mengelola stres, dan tidur yang cukup.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Cara Menghilangkan Sensasi Panas di Tangan Setelah Mengolah dan Makan Cabai

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Rasa panas di tangan kerap timbul setelah mengolah cabai untuk sambal dan mengonsumsinya. Sensasi di tangan ini sama seperti di mulut dan perut. Mengapa demikian?

Menurut laporan Huffington Post, senyawa kimia capsaicin pada cabai menyebabkan tangan atau perut terasa panas dan terbakar. Ia bisa merangsang dan mengikat reseptor rasa sakit. Sehingga, ketika reseptor ini diaktifkan, Anda akan merasa sensasi panas dan terbakar.

Kendati begitu, capsaicin tak akan menyebabkan kerusakan jaringan atau luka bakar. Sebab molekul capsaicin hanya berikatan saja dengan reseptor rasa sakit di sekitar tangan.

Baca juga : Sakit Kepala Melanda di Siang Hari, Atasi dengan Cara Ini

Sensasi panas ini cukup mengganggu. Anda sebetulnya bisa mencegah kemunculam sensasi ini dengan menggunakan sarung tangan saat mengolah cabai. Namun, jika lupa atau dirasa merepotkan, Anda bisa mengatasi tangan panas dengan cara berikut.

1. Cuci tangan dengan sabun pencuci piring
Mengapa harus sabun cuci piring? Karena sabun ini lebih mudah menghilangkan minyak pada cabai yang menempel di tangan, sabun pencuci tangan biasa.

Gosok sabun cuci piring pada seluruh bagian telapak tangan dan juga bawah kuku. Kemudian, bilas dengan air hingga bersih.

2. Menggosok tangan dengan minyak zaitun
Minyak zaitun bisa menghilangkan capsaicin di tangan.

Anda bisa menggosokkan minyak zaitun ke tangan untuk menghilangkan sisa minyak cabai yang menempel. Tunggu satu hingga dua menit, kemudian bilas dengan air dan sabun pencuci piring.

3. Rendam tangan di produk susu
Produk susu bersifat asam. Ia bisa membantu meminimalisasi rasa panas di tangan akibat cabai.

Protein susu kasein bisa memecah capsaicin. Selain itu, berbagai produk susu juga mengandung lemak yang membantu melarutkan capsaicin.

Cobalah rendam tangan dalam semangkuk susu. Diamkan selama beberapa saat atau sampai rasa panas mulai mereda. Kemudian bilas dengan air bersih.

Selanjutnya, Anda bisa mencucinya tangan dengan sabun pencuci piring jika masih merasa sensasi panas.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Sakit Kepala Melanda di Siang Hari, Atasi dengan Cara Ini

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sakit kepala terkadang muncul di siang hari. Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu. Terlebih jika Anda sedang menyelesaikan suatu pekerjaan. Bisa-bisa jadi tak fokus.

Sebetulnya, jenis sakit kepala ini tak berbahaya dan di malam hari gejalanya akan berkurang. Namun, tetap saja sakit kepala ini mengganggu.

Coba Anda ingat-ingat. Kira-kira apakah stres karena pekerjaan, kurang minum, atau telat makan? Jika demikian, berarti inilah yang menjadi penyebab sakit kepala Anda. Anda tak usah khawatir, karena asa sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit kepala ini, yaitu:

1. Rilekskan tubuh
Umumnya, sakit kepala di siang hari yang terjadi ialah sakit kepala tegang. Kepala Anda seperti diikat kencang dengan tali dan biasanya leher belakang terasa tidak nyaman.

Untuk mengatasi sakit kepala ini, rilekskan tubuh Anda. Tarik napas dalam lewat hidung, lalu embuskan perlahan lewat mulut. Latihan pernapasan ini membantu mengendurkan otot-otot kepala yang tegang dan meredakan sakit kepala. Hal terpenting, lepaskan beban pikiran yang mengganggu dan hindari stres.

Baca juga : Lamban Berpikir Saat Bekerja, Berikut Cara Kembalikan Konsentrasi

2. Banyak minum air putih
Minumlah banyak air putih untuk meredakan sakit kepala di siang hari. Untuk diketahui, kekurangan minum bisa menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi bisa menyempitkan pembuluh darah di otak. Sehingga, aliran darah yang mengandung oksigen jadi sulit mencapai otak dan menimbulkan tekanan berlebihan di kepala.

Atau bisa jadi Anda kebanyakan minum kopi. Maka, sebaiknya batasi minum kopi dan gantilah dengan minum air putih untuk menurunkan risiko sakit kepala.

3. Duduk tegak
Posisi duduk yang salah juga bisa memicu sakit kepala di siang hari. Posisi duduk membungkuk bisa membuat otot-otot leher kaku. Selain itu, posisi duduk ini juga bisa menarik saraf-saraf di kepala dan menimbulkan rasa sakit.

Anda disarankan duduk dengan tegak dan pastikan pandangan tetap lurus ke depan. Posisi duduk yang baik bisa mengurangi risiko sakit leher, sakit punggung, dan sakit kepala di siang hari saat bekerja.

4. Kompres hangat atau dingin
Coba kompres kepala dengan bantalan hangat. Suhu panasnya bisa mengendurkan otot-otot kepala yang kaku. Bahkan, rasa hangatnya bisa menjalar sampai ke leher dan bahu, sehingga meringankan pegal linu di tubuh bagian atas.

Atau Anda bisa mengompres dengan air air dingin.

5. Minum obat
Sudah coba duduk tegak, atur pernapasan, hingga kompres hangat tapi sakit kepala tak juga membaik? Kalau demikian, segera minum obat pereda nyeri untuk meringankan sakit kepala, seperti apirin, ibuprofen, dan naproxen.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Lamban Berpikir Saat Bekerja, Berikut Cara Kembalikan Konsentrasi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mungkin Anda pernah mendadak lupa atau hilang fokus saat bekerja. Efekknya, produktivitas menurun drastis. Biasanya hal ini terjadi karena stres akibat kewalahan beban kegiatan harian.

Stres ini kemudian membuat Anda kesulitan berpikir jernih dan berkonsentrasi. Sebab ketika stres, otak cenderung memilih untuk memikirkan masalah ketimbang cara mencari solusi ke depannya. Bahkan, Anda menjadi malas berpikir dan memikirkan hal lainnya. Kerap kali Anda kebingungan dan linglung karena fungsi kognitif otak tidak bekerja baik.

Baca juga : Mudah Lesu Saat Beraktivitas, Tips Tingkatkan Stamina

Karena kesulitan berpikir jernih dan berkonsentrasi itu, Anda jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk menyerap informasi. Bahkan terkadang disertai dengan kesulitan menyampaikan pendapat. Anda tak usah khawatir sebab masalah ini bisa diatasi dengan beberapa cara agar bisa lebih fokus saat bekerja, baik di rumah maupun di kantor. Berikut ini caranya.

1. Pastikan cukup tidur
Penyebab utama Anda sulit bekerja ialah kurang tidur. Agar tidur Anda berkualitas, kamar tidur harus nyaman. Pastikan jauh dari gadget, suhu ruang kamar ideal, jauh dari kebisingan, hingga kualitas kasur dan sprei yang digunakan baik.

Jika ada kesempatan untuk tidur siang, jangan lewatkan. Tidur siang setidaknya 15 menit setelah makan siang bisa kembali menyegarkan tubuh.

2. Buat tempat kerja senyaman mungkin
Suasana kerja yang nyaman membuat Anda lebih berkonsentrasi dan fokus. Anda bisa menghias meja kerja dengan benda-benda yang membahagiakan dan memotivasi Anda, seperti foto keluarga hingga tanaman segar. Cara ini bisa membantu mengurangi stres.

3. Peregangan
Setelah berjam-jam menatap layar, luangkan waktu untuk melakukan peregangan sederhana supaya mata dan otot-otot rileks.

Anda bisa menggerak-gerakan kaki, bahu, kepala, dan tangan supaya sirkulasi darah di area tersebut berjalan lebih lancar. Jika memungkinkan, jalanlah ke luar tempat kerja untuk sekadar menghirup udara segar sehingga tubuh dan pikiran lebih rileks.

4. Asah otak setiap hari
Lamban berpikir karena penurunan fungsi kognitif otak sebenarnya merupakan tanda proses penuaan. Namun, jika kesehatan otak dijaga, bisa membantu mengatasi masalah susah konsentrasi.

Coba asah otak Anda dengan mengisi teka-teki silang, main catur, menulis, membaca dan lain sebagainya. Cara ini bisa membantu mengasah otak supaya pikiran tetap tajam.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC