Ronald Dewa Rilis Album ‘Galau Gagal Move On’, Andalkan Lagu ‘Salah Mencinta’
Lifestyle & Sport

Ronald Dewa Rilis Album ‘Galau Gagal Move On’, Andalkan Lagu ‘Salah Mencinta’

Channel9.id-Jakarta. Penyanyi dan pencipta lagu Ronald Dewa resmi merilis album penuh bertajuk Galau Gagal Move On. Album ini merangkum perjalanan emosionalnya dalam bermusik, mulai dari kisah cinta, penantian, hingga perpisahan yang meninggalkan kenangan.

Berbeda dari album yang mengusung satu cerita utuh, Ronald menyajikan 12 lagu dalam format catatan harian yang merekam perjalanan perasaannya sejak masih duduk di bangku sekolah hingga sekarang.

“Kalau lagu galau gue diputar di Spotify, ternyata banyak juga. Dari situ kepikiran untuk bikin satu album yang isinya kumpulan lagu-lagu ciptaan gue yang galau dari zaman masih sekolah sampai sekarang,” ujar Ronald Dewa kepada wartawan di Jakarta.

Dari 12 lagu yang disuguhkan, Ronald memilih ‘Salah Mencinta’ sebagai lagu andalan. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang harus menerima kenyataan pahit ketika perjuangan cintanya tidak berakhir bahagia karena sang kekasih memilih orang lain.

Melalui lagu tersebut, Ronald mengajak pendengar merefleksikan perjalanan asmara sekaligus belajar menerima kenyataan dan merelakan seseorang yang tidak ditakdirkan untuk bersama.

Album Galau Gagal Move On memadukan karya-karya lama yang diciptakan Ronald sejak masa sekolah dengan tiga komposisi baru. Seluruh lagu menghadirkan beragam dinamika cinta yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

Ronald tidak bermaksud menggurui pendengar agar segera melupakan masa lalu. Sebaliknya, ia mengajak penikmat musik menerima kenangan dan membiarkan perasaan mengalir melalui nada dan lirik.

Nuansa kehilangan dalam ‘Salah Mencinta’ juga diterjemahkan melalui video musik yang menggambarkan seseorang merasa terasing di tengah keramaian. Visual tersebut menjadi simbol kehampaan dan terputusnya ikatan batin setelah sebuah hubungan berakhir.

Video musik itu turut menampilkan dua bangunan Kopdes yang berdiri saling berhadapan sebagai simbol jarak emosional. Menurut Ronald, visual tersebut menggambarkan dua orang yang tampak berdekatan, tetapi tak lagi dapat berjalan berdampingan.

“Seperti dua Kopdes yang berdiri berseberangan, cinta bisa begitu dekat di pandangan, namun tak pernah lagi bisa berdampingan,” pungkas Ronald Dewa.

Melalui album Galau Gagal Move On, Ronald menghadirkan ruang bagi pendengar untuk menyelami luka, mengenang perjalanan cinta, dan berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua kisah asmara berakhir sesuai harapan.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

81  +    =  82