Hot Topic Nasional

Sah! Ini 9 Nama Anggota AHWA untuk Tetapkan Rais Aam PBNU

Channel9.id – Jakarta. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan tabulasi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU. Penetapan itu selesai dilakukan pada Sidang Pleno IV di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Kamis 23 Desember 2021.

PBNU memilih total sembilan anggota Ahwa. Mereka nantinya akan menetapkan Rais ‘Aam PBNU masa khidmat 2021-2026.

Kesembilan Ahwa tersebut adalah KH Mustofa Bisri, KH Ma’ruf Amin, KH Miftachul Akhyar, TG Turmudzi, KH Anwarar Manshur, KH Nurul Huda Jazuli, KH Dimyati Rois, ​​​KH Ali Akbar M, dan KH Zainal Abidin.

Baca juga: Sisa Saldo Akhir PBNU 2015-2021 Capai Rp8 Miliar

Dalam Sidang Komisi Rekomendasi Muktamar ke-34 NU hari ini, para peserta muktamar juga telah membahas dan mendiskusikan berbagai rekomendasi. Terdapat sebelas tema atau klaster rekomendasi, itu nantinya bakal ditujukan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Kesebelas itu adalah soal paham keagamaan, demokrasi dan gerakan anti-korupsi, ekonomi dan kesejahteraan, daulat rakyat atas tanah, pendidikan, pesantren, kebudayaan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan dan iklim, internasional, dan masalah-masalah lain yang bersifat mendesak.

Ketua Komisi Rekomendasi Muktamar NU, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid menjelaskan, rekomendasi akan diputuskan khusus pada hal-hal selama menjadi aspirasi jamaah dan jamiyah NU kepada pihak-pihak ada di luar.

“Kami menggunakan kerangka berpikir yang kita buat untuk memudahkan proses menyusun hal-hal yang akan direkomendasikan. Dalam tingkat muktamar yang akan kita fokuskan adalah sifatnya yang besar, general, bukan parsial,” kata Alissa Wahid, di GSG Unila.

Alissa menyebutkan, tiga dimensi rekomendasi telah dikerangkakan. Pertama, hal-hal berkaitan dengan kepentingan NU dalam konteks bangsa dan negara seperti UU Pesantren. Kedua, tawaran kontribusi NU atas kondisi bangsa dan negara seperti radikalisme dan paham keagamaan ekstrem. Kontribusi NU adalah menawarkan gagasan Islam Nusantara yang berpaham moderat.

“Ketiga, terkait ruang yang diberikan kepada NU untuk merespons peradaban dunia. Dalam hal ini, kita akan berangkat dari yang menjadi keprihatinan NU dan apa yang ditawarkan NU. Jadi ada 3 cara pandang ini, yang kita gunakan untuk menentukan yang akan kita rekomendasikan,” tandas dia.

HY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11  +    =  16