Connect with us

Lifestyle & Sport

Sakit Kepala Melanda di Siang Hari, Atasi dengan Cara Ini

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Sakit kepala terkadang muncul di siang hari. Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu. Terlebih jika Anda sedang menyelesaikan suatu pekerjaan. Bisa-bisa jadi tak fokus.

Sebetulnya, jenis sakit kepala ini tak berbahaya dan di malam hari gejalanya akan berkurang. Namun, tetap saja sakit kepala ini mengganggu.

Coba Anda ingat-ingat. Kira-kira apakah stres karena pekerjaan, kurang minum, atau telat makan? Jika demikian, berarti inilah yang menjadi penyebab sakit kepala Anda. Anda tak usah khawatir, karena asa sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit kepala ini, yaitu:

1. Rilekskan tubuh
Umumnya, sakit kepala di siang hari yang terjadi ialah sakit kepala tegang. Kepala Anda seperti diikat kencang dengan tali dan biasanya leher belakang terasa tidak nyaman.

Untuk mengatasi sakit kepala ini, rilekskan tubuh Anda. Tarik napas dalam lewat hidung, lalu embuskan perlahan lewat mulut. Latihan pernapasan ini membantu mengendurkan otot-otot kepala yang tegang dan meredakan sakit kepala. Hal terpenting, lepaskan beban pikiran yang mengganggu dan hindari stres.

Baca juga : Lamban Berpikir Saat Bekerja, Berikut Cara Kembalikan Konsentrasi

2. Banyak minum air putih
Minumlah banyak air putih untuk meredakan sakit kepala di siang hari. Untuk diketahui, kekurangan minum bisa menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi bisa menyempitkan pembuluh darah di otak. Sehingga, aliran darah yang mengandung oksigen jadi sulit mencapai otak dan menimbulkan tekanan berlebihan di kepala.

Atau bisa jadi Anda kebanyakan minum kopi. Maka, sebaiknya batasi minum kopi dan gantilah dengan minum air putih untuk menurunkan risiko sakit kepala.

3. Duduk tegak
Posisi duduk yang salah juga bisa memicu sakit kepala di siang hari. Posisi duduk membungkuk bisa membuat otot-otot leher kaku. Selain itu, posisi duduk ini juga bisa menarik saraf-saraf di kepala dan menimbulkan rasa sakit.

Anda disarankan duduk dengan tegak dan pastikan pandangan tetap lurus ke depan. Posisi duduk yang baik bisa mengurangi risiko sakit leher, sakit punggung, dan sakit kepala di siang hari saat bekerja.

4. Kompres hangat atau dingin
Coba kompres kepala dengan bantalan hangat. Suhu panasnya bisa mengendurkan otot-otot kepala yang kaku. Bahkan, rasa hangatnya bisa menjalar sampai ke leher dan bahu, sehingga meringankan pegal linu di tubuh bagian atas.

Atau Anda bisa mengompres dengan air air dingin.

5. Minum obat
Sudah coba duduk tegak, atur pernapasan, hingga kompres hangat tapi sakit kepala tak juga membaik? Kalau demikian, segera minum obat pereda nyeri untuk meringankan sakit kepala, seperti apirin, ibuprofen, dan naproxen.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa Jadi Gejala Umum Covid-19

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kehilangan indera penciuman dan perasa didapati sebagai gejala Covid-19 paling umum. Temuan ini menggugurkan anggapan sebelumnya, yang menyebutkan bahwa batuk kering dan demamlah yang menjadi gejala umum Covid-19.

Data teranyar tersebut berdasarkan hasil temuan para peneliti di Pusat Statistik Nasional Inggris, setelah melacak data statistik terkait gejala yang ditimbulkan akibat infeksi virus corona. Data statistik pada periode 15 Agustus hingga 26 Oktober ini menunjukkan bahwa lebih banyak pasien yang kehilangan indera penciuman dan perasa, daripada gelaja lainnya.

“Gambaran keseluruhan memperlihatkan bahwa gejala kehilangan kemampuan mencium dan merasa atau mencecap paling banyak terjadi di semua umur,” ungkap laporan tersebut, Rabu (25/11).

Secara rinci, ada 20-40% pasien berusia 35 tahun ke atas yang kehilangan indera penciuman dan perasa. Hanya 15-25% di antaranya yang mengalami demam. Sementara itu, yang mengalami batuk hanya 13-18%.

Di kelompok lain yang usainya lebih muda, 60% di antaranya kehilangan indera penciuman dan perasa. Hanya 15-25% yang melaporkan demam, dan kurang dari 10% yang melaporkan batuk.

Hanya sedikit anak-anak yang mengalami gejala batuk. “Tingkat anak-anak usia sekolah yang positif COVID-19 dan mengalami gejala batuk tetap rendah selama periode tersebut (saat ini sekitar 5%),” lanjut laporan tersebut. Bahkan, sepertiga anak-anak yang positif Covid-19 tak mengalami satu dari 20 gejala yang dialami orang dewasa. Artinya banyak dari mereka yang tak bergejala.

Untuk diketahui, sejumlah penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa anosmia atau hilangnya kemampuan indera penciuman menjadi salah satu gejala khas pada penderita Covid-19. Virus yang menginfeksi penderita disebut menyerang indera penciuman dan memblokir fungsi vital untuk sementara.

Anosmia tak hanya dialami pasien bergejala, tetapi juga bisa dialami oleh kelompok tak bergejala. Pada Covid-19, anosmia umumnya terjadi tanpa diiringi hidung tersumbat.

Lebih lanjut, peneliti bahkan menyebut bahwa anosmia kemungkinan bisa menjadi patokan untuk mendeteksi dini keberadaan virus corona.

(LH)

Continue Reading

Hot Topic

Kabaharkam Polri Dukung PSSI Gelar Liga 1 Februari 2021

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto menyampaikan, Polri mendukung PSSI dan operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (PT LIB) menggelar lanjutan Liga 1 2020/2021, Februari 2021 mendatang.

Agus menyatakan, selama kompetisi tersebut diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan sesuai instruksi pemerintah, maka Institusi Polri akan mendukung penuh.

“Terima kasih atas kehadiran dan informasinya. Pada prinsipnya kami akan memberikan dukungan penuh. Salah satunya mematangkan koordinasi untuk mendapatkan izin keramaian,” kata Agus Andrianto, saat menerima kunjungan perwakilan PT LIB, Kamis (26/11).

Baca juga: Direktur LIB Diperiksa Satas Anti Mafia Bola

Dalam pertemuan yang digelar di Mabes Polri tersebut, PT LIB dan PSSI menjelaskan banyak hal terkait rencana kelanjutan kompetisi Liga 1 2020.

(HY)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

‘Si Tangan Tuhan’ Meninggal Dunia, Argentina Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dunia sepakbola, khususnya Argentina baru saja kehilangan salah satu putra terbaiknya, Diego Maradona. Pemerintah Argentina pun menetapkan tiga hari berkabung nasional.

Legenda yang dijuluki ‘Si Tangan Tuhan’ itu meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) malam WIB. Legenda sepakbola Argentina itu mengembuskan napas terakhir akibat henti jantung.

Status Maradona sebagai putra terbaik Argentina di lapangan hijau tak akan bisa disangkal. Ia menggendong timnas Argentina memenangi Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Baca juga: Duka Dunia Sepak Bola, Maradona Meninggal Dunia

Maradona mencetak lima gol di turnamen itu, menjadi top skor Argentina dan hanya kalah tajam dari penyerang Inggris Gary Lineker di kejuaraan. Pada turnamen itu pula, dunia melihat sihir Maradona ketika mencetak gol indah melewati lima pemain dan kiper Inggris.

Dari laga yang sama, Maradona mendapatkan julukan ‘Si Tangan Tuhan’ setelah mencetak gol dengan tangan ke gawang Peter Shilton. Gelar Piala Dunia 1986 hingga kini adalah gelar Piala Dunia terakhir yang bisa dimenangi Argentina.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Diego Maradona, pemerintah Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional. Presiden Argentina Alberto Fernandez bahkan langsung mengunggah foto bersama Maradona.

“Kamu membawa kami ke tempat tertinggi di dunia. Kamu membuat kami luar biasa bahagia. Kamu adalah yang terbaik dari semua. Terima kasih telah hadir, Diego. Kami akan merindukanmu di sisa hidup kami,” tulis Presiden Argentina.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC