Connect with us

Nasional

Sekdaprov Jatim Buka Pameran Lukisan Secara Virtual

Published

on

Channel9.id-Surabaya. Heru Tjahyono selaku Sekdaprov Jawa Timur membuka pameran lukisan secara virtual. Pameran lukisan ini diikuti puluhan pelukis Jawa Timur.

Meski pamerannya digelar secara virtual, upacara pembukaan diselenggarakan gabungan antara offline dan online. Pembukaan diselenggarakan di Taman Budaya Jatim, Jalan Genteng Kali Surabaya, dengan audiens yang hadir secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Pameran lukisan secara virtual bertajuk ‘Harmoni Seni Rupa Jawa Timur’ ini diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-75 Provinsi Jawa Timur, yang jatuh pada 12 Oktober. Pameran diikuti 83 pelukis yang berasal dari hampir semua wilayah di Jatim, bekerja sama dengan situs khusus untuk lukisan, pasarlukisan.com.

Masing-masing pelukis mengirimkan satu karya yang diseleksi dan diverifikasi oleh satu tim yang terdiri dari tiga orang. Masing-masing Agus Koecink (Surabaya), Wahyu Nugroho (Pasuruan) dan Syarifudin dari Malang.

Baca juga : Usaha Pelukis Banyuwangi Bangkit di Tengah Pandemi

Heru Tjahyono, Sekdaprov Jatim dalam sambutannya mengatakan, meskipun ruang menjadi sempit akibat pandemi, tetapi Pemprov Jatim tetap mencarikan ruang bagi para seniman. Khususnya para pelukis untuk tetap berekspresi melalui pameran secara virtual.

“Tetapi pameran secara virtual ini diperlukan hanya untuk menginformasikan kepada masyarakat luas, menginformasikan kepada pasar yang lebih luas. Karena kesan orang tentu berbeda melihat lukisan melalui handphone, dengan melihat lukisan secara aslinya. Kalau kita melihat lukisan secara fisik, kita akan mendapatkan rasa dan misteri dari lukisan tersebut. Karena itu nantinya diperlukan inovasi-inovasi lagi, misalnya pameran lukisan secara outdoor, di tempat terbuka, agar tetap dapat menerapkan protokol kesehatan,” kata Heru, pada selasa malam.

Heru berharap, Disbudpar Jawa Timur dapat mengkolaborasikan antara pameran lukisan dengan destinasi pariwisata yang ada di Jawa Timur. Misalnya pameran lukisan dengan latar belakang air terjun Coban Rondo di Kecamatan Pujon, Kota Batu. Atau di tempat lain.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarto menyatakan, pameran secara virtual ini diselenggarakan sebagai kepedulian Pemprov kepada masyarakat di wilayah seni rupa.

“Pameran ini bisa diakses oleh masyarakat bukan saja yang tinggal di Jawa Timur, tetapi juga secara global. Mereka setidaknya dapat memantau pergerakan seniman Jatim,” katanya.

Melalui aplikasi Zoom, Pustanto, Kepala Galeri Nasional mengapresiasi pameran virtual pelukis Jawa Timur ini. “Sekarang ini kondisi memang sedang tidak normal, sehingga kita dihadapkan pada situasi pilihan. Termasuk bagaimana mau berpameran. Pameran secara online memang berbeda dengan pameran offline. Tetapi sisi baiknya pameran secara online tidak memiliki batas ruang, sehingga karya-karya yang dipamerkan bisa diakses oleh masyarakat kapan saja, dan di mana saja mereka berada. Kami mengapresiasi ruang yang disediakan Disbudpar Jawa Timur ini,” kata Pustanto.

Agus Koecink, salah seorang dari tim seleksi menilai, karya-karya yang akan dipamerkan secara virtual ini amat variatif. Meliputi genre dekoratif, naturalis, abstrak, surealis dan sebagainya. Mereka itu mengikuti pameran dengan sistem undangan dan open call. Mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini.

“Memang dalam proses penyebaran dan seleksi ini ada kendala, karena harus bekerja secara online. Terutama materi-materi undangan atau pengumuman open call yang terkadang tidak bisa dibuka atau di-download. Karena ternyata HP pelukis bukan android, dan lain sebagainya. Tetapi itu masalah teknis yang akhirnya bisa diselesaikan juga,” ujarnya.

“Di tengah masa pandemi ini, saya lihat semangat mereka untuk terus menciptakan karya patutlah kita hargai. Ini menandakan bahwa masyarakat seni di Jawa Timur ini terus bergerak mencipta, dan memang perlu diwadahi oleh institusi yang menangani seni dan budaya di pemerintahan,” pungkas Agus.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Sambut Nataru, KAI Madiun Siap Operasikan 4 KA

Published

on

By

Channel9.id-Madiun. Sambut libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Jawa Timur, akan mengoperasikan empat kereta api (KA) selama liburan.

KAI Daop 7 Madiun telah membuka layanan pemesanan tiket KA libur Natal dan tahun baru. Bagi para calon penumpang dapat melakukan pemesanan secara daring yang bisa dipesan H-30 keberangkatan untuk KA jarak jauh dan H-14 untuk KA lokal melalui aplikasi KAI Access serta mitra eksternal yang telah bekerja sama dengan KAI.

“KAI Daop 7 Madiun mengoperasikan empat KA pada Desember 2020 untuk melayani penumpang saat libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, Rabu (2/12).

Adapun Kereta yang dioperasikan Daop Madiun adalah KA Brantas relasi Blitar–Pasarsenen, KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong, KA Singasari relasi Blitar-Pasarsenen Jakarta, dan KA Anjasmoro relasi Jombang-Pasarsenen Jakarta.

Ixfan menjelaskan dari empat KA tersebut, ada dua KA yang beroperasi pada hari-hari tertentu yakni KA Singasari yang berangkat dari Blitar dan KA Anjasmoro keberangkatan Stasiun Jombang, keduanya tujuan Pasarsenen Jakarta.

Selain empat KA dengan keberangkatan wilayah Daop 7 Madiun, juga terdapat beberapa KA yang melintas di wilayah Daop 7 Madiun guna melayani liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Yaitu KA Bima, Gajayana, Argo Wilis, Turangga, Malabar, Jayakarta, dan Matarmaja.

Ixfan menjelaskan untuk pengoperasian KA tersebut akan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah seperti mewajibkan para penumpang menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan di tempat yang disediakan ataupun menggunakan penyanitasi tangan.

Selain itu, penumpang KA jarak jauh juga diwajibkan menunjukkan dokumen kesehatan berupa tes cepat atau surat bebas gejala influenza, serta menggunakan face shield selama berada di atas KA hingga tiba di tujuan.

“KAI secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat bertujuan untuk menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan seluruh penumpangnya sehat sampai di tujuan,” ujarnya.

Continue Reading

Nasional

Respon Generasi Milenial IAIN Metro Gelar Diklatpim

Published

on

By

Channel9.id – Metro. Sebanyak 40 Aktivis Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (Diklatpimda).

Ida Umami Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Metro mengatakan pengurus organisasi kemahasiswaan harus dibekali wawasan kepemimpinan yang cukup untuk menjawab masalah-masalah yang dihadapi.

“Pengurus Ormawa yang notabene generasi millennial harus paham situasi nasional dan global agar kelak menjadi sarjana yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata Ida didampingi Lucki Kasubbag Kemahasiswaan, Rabu (1/12).

Kepada mahasiswa Mantan Direktur Pascasarjana IAIN Metro ini berharap agar mahasiswa menjadikan kampus sebagai laboratorium kepemimpinan yang efektif.

“Saya berharap kalian banyak belajar memimpin dan dipimpin di kampus IAIN Metro ini, karena di sini gudangnya SDM,” katanya.

Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Diktis Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Ruchman Basori sebagai salah satu nara sumber mengatakan mahasiswa sepanjang sejarah bangsa telah memainkan fungsi perubahan sehingga muncul fakta angkatan kebanhgkitan nasional 1908, sumpah pemuda 1928, kemerdekaan 1945, pejuang ampere 1966, Angkatan 1974 hingga melahirkan reformasi 1998.

Atas peran sejarah inilah lanjut Mantan Aktivis ’98 ini mahasiswa disebut the agent of change, the agent of intelectual, dan the agent of development.

“Regenerasi kepemimpinan harus terus dilakukan karena pemimpin bukan lahir dengan sendirinya tetapi harus diciptakan,” lanjut Ruchman.

Ruchman mengutip Imam Al-Mawardi dalam Al-ahkam Al Sulthoniyah, kepemimpinan dalam pandangan Islam adalah sebuah keharusan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Keberadaan pemimpin (imamah) sangat penting, karena imamah mempunyai dua tujuan: Pertama, li khilafati an-nubuwwah fi-harosati ad-din, yakni sebagai pengganti misi kenabian untuk menjaga agama; dan kedua: Wa sissati ad-dunnya, untuk memimpin atau mengatur urusan dunia,” terangnya.

Kepada pemimpin mahasiswa millennial Mantan Ketua I Senat Mahasiswa Mahasiswa IAIN Walisongo menegaskan mahasiswa adalah Indonesia Masa Depan dan Masa Depan Indonesia.

“Jangan sia-siakan studi di perguruan ntinggi hanya dengan kuliah di kelas, jadilah aktivis untuk merubah dunia dan memberikan manfaat untuk kemanusian,” tegasnya.

Di akhir sessi Ruchman menyampaikan 3 peran utama pemimpin mahasiswa yaitu Path-Finding yaitu terus mencari alur/benang merah keberadaan organisasi; aligning: penyelarasan terhadap semua aspirasi anggota dan peran empowerment, yaitu pemberdayaan terhadap semua sumber daya anggota.

Diklatpimda adalah jenjang pengkaderan pemimpin Ormawa tingkat dasar. Pada level menengah adalah Diklatpim Lanjutan (Diklatpimlan) dan untuk jenjang tertinggi adalah Diklatpimnas.

RB

Continue Reading

Nasional

Pembentukan Pemerintahan Sementara Papua Barat Hanya Gimik

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani menilai, pembentukan Pemerintahan Sementara Papua Barat oleh Ketua The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda hanya sebatas gimik.

Lantaran, Benny hanya memanfaatkan momen pada 1 Desember untuk mengangkat isu kemerdekaan Papua.

“Tiap kali 1 Desember always the same thing. Mereka kan selalu memanfaatkan momen itu,” katanya, Rabu (2/12).

Karena itu, Christina menganggap apa yang dilakukan ULMWP hanya gimik untuk mencari perhatian.

“Mereka pasti mencoba gimik-gimik baru untuk menarik perhatian bahkan kayak di sidang PBB. Itukan kita lihat ada pattern, ada pola yang selalu diambil. Ya namanya orang usaha ya pasti segala sesuatu dilakukan,” kata Christina.

Christina menyatakan, apapun usaha yang dilakukan tidak membuat wilayah tersebut lepas dari NKRI.

“Nah sekarang masalahnya mau gimana? Lepas dari Indonesia? Ya ga bisalah, kita mengakui NKRI itu satu. Lalu kaya di Inggris dulu juga deklarasi, di Oxford, di sana juga mengakuinya Indonesia kita kok,” kata Christina.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC