Channel9.id-Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi tuan rumah Temu Nasional Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) se-Indonesia. Pertemuan ini digelar untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarkampus dalam mencegah serta menangani kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan bertajuk “Seminar Nasional, Workshop, dan Temu Nasional Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) se-Indonesia” berlangsung 8-9 September 2026 di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ. Tema yang diangkat yakni “Mewujudkan Kampus yang Aman, Nyaman, Inklusif, Bebas dari Kekerasan, dan Berdampak”.
Sebanyak 117 dari 125 perguruan tinggi yang diundang mendaftarkan diri dalam kegiatan tersebut. Namun, sekitar 20 kampus dengan total 30 peserta batal hadir secara langsung akibat gangguan penerbangan menyusul erupsi gunung berapi. Peserta yang terkendala perjalanan kemudian mengikuti kegiatan secara daring.
Kepala Satgas PPK UNJ Ikhlasiah Dalimoenthe mengatakan temu nasional ini lahir dari kebutuhan Satgas PPKPT untuk memiliki ruang komunikasi bersama. Menurutnya, sejak terbitnya Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024, belum ada forum nasional yang mempertemukan Satgas PPKPT dari berbagai perguruan tinggi.
“Dari pertemuan ini, kami berharap dapat lahir diskusi-diskusi yang memberikan solusi konkret, deklarasi bersama, dan mungkin pembentukan Forum Komunikasi Satgas PPKPT se-Indonesia,” ujar Ikhlasiah.
Ia mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan akan forum tersebut semakin besar. Terlebih, persoalan kekerasan di kampus semakin kompleks, mulai dari bullying hingga kekerasan seksual yang dapat berdampak terhadap kondisi psikologis dan keberlangsungan pendidikan mahasiswa.
Rektor UNJ Prof. Komarudin menyambut baik gagasan pembentukan Forum Komunikasi Satgas PPKPT se-Indonesia. Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi, bertukar pengalaman, hingga merumuskan solusi bersama.
“Kalau nanti terbentuk Forum Komunikasi Satgas se-Indonesia, kami sangat mendukung,” kata Komarudin.
Komarudin mengatakan UNJ telah memiliki regulasi mengenai pencegahan bullying dan kekerasan bahkan sebelum kebijakan nasional diterbitkan. Setelah regulasi kementerian terbit, UNJ juga segera membentuk Satgas sebagai bagian dari komitmen menciptakan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan.
“Karena kami bergerak cepat, UNJ sering diundang oleh Kementerian dan perguruan tinggi lain untuk berbagi model penanganannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ineke Indraswati menegaskan kekerasan di perguruan tinggi merupakan persoalan serius yang menyangkut kemanusiaan dan nilai-nilai peradaban.
Ia meminta kampus tidak lagi menutup-nutupi kasus kekerasan demi menjaga nama baik institusi. Penanganan kasus harus mengutamakan kepentingan korban, termasuk pemulihan, keamanan, serta kerahasiaan identitas korban.
“Sudah tidak boleh ada lagi kampus yang berusaha menutup-nutupi suatu kasus demi menjaga nama baik. Nama baik kampus justru dijaga dengan penanganan yang transparan dan akuntabel, bukan dengan pembungkaman,” tegas Ineke.
Selain perlindungan korban, perguruan tinggi juga diminta memberikan perlindungan kepada pelapor dan anggota Satgas yang menjalankan tugas penanganan kasus.
Rangkaian kegiatan hari kedua diisi dengan penandatanganan kerja sama antara Satgas PPK UNJ dan Satgas PPKPT dari berbagai perguruan tinggi. Peserta juga dijadwalkan mengunjungi Komnas Perempuan dan Komnas HAM untuk memperkuat wawasan serta sinergi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan.
Kegiatan ditutup dengan Deklarasi Bersama untuk mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Melalui temu nasional tersebut, UNJ berharap Forum Komunikasi Satgas PPKPT se-Indonesia dapat terbentuk sebagai ruang berbagi pengalaman, praktik baik, dan solusi bersama dalam membangun lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Baca juga: UNJ Gelar Sarasehan Diaspora Indramayu, Bahas Pengembangan Potensi Daerah




