Connect with us

Lifestyle & Sport

Sego Tempong, Ikon Kuliner Khas Banyuwangi

Published

on

Channel9.id-Banyuwangi. Tak pus rasanya, bila tak mencicipi kuliner khas Banyuwangi. Salah satunya ialah Sego Tempong. Kuliner ini adalah makanan tradisional berupa sajian nasi yang disajikan dengan berbagai lauk pauk, lalapan, dan sambal yang khas.

Sekilas, makanan ini tampak sangat sederhana. Namun, kesederhanaan itu lah yang memberi rasa dan kenikmatan yang sangat khas.

Sego Tempong atau nasi tempong kuliner pedas muncul di tahun 1980an. Nama Sego Tempong sendiri diambil dari kata “tempong” yang dalam bahasa asing berarti “tampar”. Makanan ini dinamakan demikian karena memang ciri khas dari Sego Tempong ini adalah sambalnya yang pedas seakan menampar mulut kita.

Karena rasanya yang khas, kini Sego Tempong telah menjadi salah satu ikon kuliner di Banyuwangi. Sehingga juga dapat dinikmati oleh masyarakat kota maupun para wisatawan yang datang ke sana.

Sego Tempong ini terdiri dari sajian nasi, lauk pauk, sambal dan sayuran sebagai lalapan. Untuk sambal yang disajikan merupakan sambal tomat pedas yang diolah dari bahan seperti cabai rawit, tomat, terasi dan lain-lain.

Satu porsi nasi tempong biasanya disajikan aneka lauk pauk seperti tahu, tempe, ikan asin dan perkedel jagung. Untuk sayuran juga terdapat sayur bayam rebus, terong rebus, mentimun dan daun kemangi sebagai lalapan. Selain itu ada juga menu tambahan seperti telur dadar, hati, pepes, ayam goreng dan beberapa jenis makanan laut lainnya. Dan tidak lupa juga sambal tempong yang menjadi ciri khas dari sajian Sego Tempong ini.

virdika rizky utama

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Tak Banyak Diketahui, Ini Manfaat Daun Kersen Bagi Kesehatan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kersen (Muntingia calabura) merupakan tanaman tropis yang mudah ditemukan dan, karenanya, pasti siapa pun tak asing dengannya.

Jika merasa asing, cobalah menarik ingatan ke masa lalu. Barangkali Anda familiar dengan pohon ini. Sebab buah dari pohon ini kerap menjadi incaran anak-anak. Jika sudah matang, buah ini berwarna merah dan rasanya manis.

Seiring berjalannya waktu, ditemukan bahwa daun tanaman ini bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, tak banyak yang mengetahuinya. Lantas apa saja manfaatnya?

Pereda nyeri
Sebuah penelitian mengatakan bahwa daun kersen berkhasiat sebagai analgesik atau pereda nyeri. Sebab ekstrak etanol daun kersen memiliki efek analgesik, yang berasal dari kandungan flavonoid.

Menurunkan gula dalam darah
Peneliti mengatakan, rebusan daun kersen bermanfaat sebagai penurun gula darah. Tentu ini bermanfaat bagi penderita diabetes.

Berdasarkan sebuah penelitian, yang melibatkan kelinci sebagai percobaan, mendapati bahwa terjadi penurunan glukosa pada hewan ini setelah diberi rebusan daun kersen dalam konsentrasi tertentu.

Baca juga : Kurangi Konsumsi Kopi, Hati-hati Gejala Putus Kafein

Antioksidan
Senyawa ini bisa melawan efek radikal bebas, pun mencegah oksidasi yang tidak diinginkan. Diketahui, radikal bebas ialah molekul yang busa menyerang tubuh, misanya sinar matahari, polusi, maupun asap rokok.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ekstrak metanol daun kersen mendapati adanya aktivitas antioksidan yang lebih kuat daripada bagian bunga dan buahnya. Antioksidan ini diduga berasal dari senyawa fenolik tinggi di bagian daun kersen.

Antibakteri
Daun kersen banyak dimanfaatkan untuk pengobatan alami. Diketahui, bahwa daun ini mengandung tanin, flavonoid, saponin dan senyawa polifenol yang berperan sebagai antibakteri.

Selain itu, sebuah studi mendapati bahwa ekstrak daun kersen pada konsentrasi tertentu bisa menghambat aktivitas enzim yang dihasilkan bakteri Streptococcus mutans–bakteri yang menyebabkan gigi berlubang.

Antiinflamasi
Studu lain mengatakan bahwa daun kersen mengandung senyawa yang memberi efek antiinflamasi. Senyawa yang dimaksud ialah flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, terpenoid, dan steroid.

Demikian manfaat daun kersen sebagai obat alami. Kendati demikian, ada baiknya berkonsultasi dulu ke dokter sebelum mengonsumsinya, bila memiliki kondisi medis tertentu.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kurangi Konsumsi Kopi, Hati-hati Gejala Putus Kafein

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sebagian orang tidak bisa melewatkan kopi, bahkan menjadi suatu kewajiban. Jika dalam sehari tak meminum kopi, ada saja yang merasa sakit kepala, gelisah, hingga mood kacau. Hal ini terjadi karena seseorang mengalami gejala putus kafein.

Putus kafein atau caffeine withdrawali terjadi saat dosis kafein per hari berkurang atau berhenti. Mengurangi kafein secara tiba-tiba dan drastis berdampak buruk bagi kondisi tubuh, psikologis, dan emosionalmu.

Adapun gelaja putus kafein yang paling umum yaitu sakit kepala, mual, lemas atau mudah lelah, sulit fokus, gelisah atau cemas, murung, mudah marah, dan sebagainya.

Seseorang akan merasakan beberapa gejalanya berhari-hari, atau hingga dosis kafein kembali dipenuhi. Hal ini tentu bisa menggagalkan niat seseorang untuk mengurangi konsumsi kafein atau menghentikan kebiasaan minum kopi.

Kendati begitu, gejala itu bisa diatasi dengan banyak minum air putih, mengonsumsi pereda sakit kepala, istirahat cukup, dan banyak beraktivitas atau berolahraga.

Baca juga : Wajib Batasi Kopi Saat Menstruasi

Jika ingin menghentikan kebiasaan minum kopi, kurangilah asupannya secara perlahan. Misalnya, bila terbiasa minum tiga cangkir kopi per hari, cobalah menguranginya dengan minum dua cangkir per hari dulu. Barulah kemudian minum satu cangkir per hari. Lakukan ini secara bertahap hingga bisa berhenti.

Sebagai informasi, WebMD melaporkan bahwa ketergantungan kafein bukan kecanduan serius. Sebab efeknya tidak separah zat-zat terlarang dan berbahaya lainnya, yang bisa mendorong seseorang melakukan hal-hal berbahaya.

Jika memang ingin mengurangi konsumsi kafein harian, lakukanlah perlahan. Banyak-banyaklah beraktivitas atau berolahraga dan istirahat cukup, agar tubuh fit, perhatian fokus, dan tak cepat lelah.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Banyak Anak di Blitar Melangsungkan Pernikahan Dini

Published

on

By

Channel9.id-Blitar. Selama masa pandemi Covid-19 banyak anak di Kota Blitar yang terjebak dalam pergaulan bebas sehingga terjadi kehamilan dan melangsungkan pernikahan dini.

Sesuai dari data yang di rangkum pernikahan dini naik signifikan mulai Juni lalu, Ada 62 permohonan dispensasi nikah diajukan oleh pasangan di bawah umur. Sementara pada Maret ada 53 permohonan, April ada 29 permohonan dan Mei 14 ada permohonan.

“Sejak Januari sampai Agustus tahun ini, kami terima permohonan dispensasi kawin sebanyak 408. Naik hampir 100 persen dibandingkan tahun 2019 sebanyak 245,” kata Humas PA Blitar, Nur Kholis, Sabtu (19/9/2020).

Di tahun 2017, perkawinan anak di Blitar ada 207 kasus, 2018 turun menjadi 157 kasus. Namun pada 2019 melonjak menjadi 245 kasus.

Baca juga : Aparatur Sipil Dilarang Poliandri, Tapi Boleh Poligami

Nur Kholis menilai, naiknya angka perkawinan anak terjadi karena dua faktor. Pertama karena berlakunya UU Perkawinan No 1/1974 pada Oktober 2019. UU Perkawinan telah menyepakati usia minimum nikah bagi laki-laki dan perempuan jadi 19 tahun. Kedua karena pandemi COVID-19.

“Revisi UU Perkawinan itu yang utama, karena yang minta dispensasi kawin kebanyakan usia 15 sampai 17 tahun. Kalau karena pandemi, menyumbang 30 persen dari angka kenaikan yang ada,” tuturnya.

Kondisi ini menjadi keprihatinan bagi Kemenag Kabupaten Blitar. Revisi UU Perkawinan yang diharapkan bisa mengurangi laju angka perkawinan anak, ternyata belum menjadi solusi. Pun dengan Perbup Blitar Tahun 2019 tentang Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Perempuan, belum mampu meningkatkan pemahaman soal risiko yang ditimbulkan dari perkawinan anak.

“Kondisi ini diperparah dengan pandemi (COVID-19). Anak tidak ada aktivitas belajar di sekolah, orang tua bingung mencari penghasilan sehingga pengawasan pada anak lemah. Dan pengaruh negatif gadget. Waktu luang anak lebih banyak dan bebas, ini membuat banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas,” ungkap Humas Kemenag Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi.

Jamil mengaku telah melaporkan kondisi ini kepada Bupati Blitar dan stakeholder terkait. Menurutnya, menyelamatkan generasi muda dari situasi seperti ini merupakan kewajiban bersama. Penting dirumuskan skema pembelajaran yang efektif dan efisien, agar anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Dibentuknya kelompok belajar dalam jumlah terbatas di bawah pengawasan ortu dan guru, lanjutnya, bisa dilakukan. Atau meningkatkan peran guru dengan mengunjungi anak didiknya secara berkala. Utamanya, menyadarkan orang tua akan tanggung jawab mendidik anak-anak mereka.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC