Connect with us

Internasional

Selandia Baru Berencana Percepat Program Vaksinasi

Published

on

Selandia Baru Berencana Percepat Program Vaksinasi

Channel9.id-Selandia Baru. Selandia Baru dikabarkan berencana untuk memvaksin 100,000 warganya dalam sehari dalam imunisasi masalnya yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober nanti, ungkap Perdana Menteri Jacinda Ardern di hari Selasa (12/10/2021). Rencana ini dicanangkan disaat ia ingin meningkatkan percepatan program vaksinasinya sebelum melonggarkan peraturan lockdownnya di Auckland.

Baca juga: Selandia Baru Targetkan 90% Warganya Mendapat Vaksin

Ardern pada hari Selasa mendesak seluruh warganya yang sudah diatas usia 12 tahun untuk “Lipat lengan bajunya untuk Selandia Baru dan bantu jadikan kami salah satu negara yang berhasil memvaksin warganya. Dengan begitu kita dapat melindungi negara kita dari dunia,” seru Ardern. Sekitar 58% atau sekitar 2.44 juta populasi warga Selandia Baru yang sudah diatas 12 tahun sudah divaksin dua kali.

“Tidak ada yang dapat menghentikan ketika selain warga kita sendiri yang tidak mau divaksin,” ujar Ardern pada jumpa pers di Wellington.

Selandia Baru, yang merupakan salah satu negara yang berhasil menangani pandemi Covid-19, harus menjalani lockdown sejak awal bulan Agustus lalu dikarenakan mewabahnya varian Delta. Varian baru tersebut menyebabkan 4,345 warga Selandia Baru terjangkit virus corona dan 28 diantaranya meninggal.

Pada hari Selasa, Selandia Baru melaporkan ada 43 kasus baru dan sebagian besar terjadi di kota terbesarnya, Auckland. Angka tersebut naik dari hari sebelumnya yang hanya mencapai 35.

Penduduk Auckland yang mencapai 1.7 juta harus mematuhi peraturan lockdown sejak pertengahan Agustus lalu dalam upayanya melawan varian Delta. Sebagian peraturan lockdown sudah dilonggarkan pada minggu lalu, dengan mengizinkan orang-orang untuk berkumpul sampai 10 orang dan bepergian ke pantai dan taman-taman.

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Laos Berhasil Sita Angkutan Narkoba Terbesar di Asia

Published

on

By

Laos Berhasil Sita Angkutan Narkoba Terbesar di Asia

Channel9-Laos. Kepolisian Laos telah menyita angkutan obat-obatan ilegal di daerah Segitiga Emas, ungkap konfirmasi dari dua narasumber keamanan di Thailand, Kamis (28/10/2021). Menurut PBB, penyitaan itu merupakan penggrebekan tunggal narkoba terbesar di Asia.

Lebih dari 55 juta pil amfetamin dan sekitar 1.5 ton kristal metamfetamin ditahan oleh kepolisian Laos di hari Rabu. Polisi Laos itu memberhentikan sebuah truk yang berkedok membawa kerdus-kerdus bir di daerah utara Bokeo, dimana merupakan daerah perbatasan Laos dengan Thailand dan Myanmar.

Jeremy Douglas, perwakilan Asia Tenggara di United Nations on Drugs and Crime (UNODC) menyebutkan kalau penemuan tersebut merupakan “sejauh ini ini penyitaan terbesar dalam sejarah Asia Timur dan Tenggara,” ujarnya.

Penggrebekan di hari Rabu itu diikuti dengan penyitaan oleh kepolisian Laos yang menyita sekitar 16 juta pil amfetamin di dua lokasi penggrebekan berbeda di daerah yang sama dalam kurun waktu seminggu.

Segitiga Emas – yang terletak di timur laut Myanmar yang berbatasan dengan Thailand dan Laos – mempunyai sejarah panjang sebagai daerah perdagangan narkoba.

Daerah itu terkenal sebagai pusat produksi besar-besaran amfetamin – semacam obat stimulus, terutama metamfetamin yang dijual oleh para sindikat kriminal Asia dengan pendistribusiannya yang sampai ke Jepang dan Selandia Baru.

Douglas mengatakan kalau meningkatnya jumlah narkoba yang disita di Laos adalah dikarenakan adanya perubahan jalur perdagangan narkoba di Myanmar.

“Ini ada hubungannya dengan jatuhnya keamanan dan kepemerintahan di wilayah Segitiga Emas dan Shan di Myanmar,” jelas Douglas.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Presiden Tsai Konfirmasi Ada Pasukan AS di Taiwan

Published

on

By

Presiden Tsai Konfirmasi Ada Pasukan AS di Taiwan

Channel9.id-Taiwan. Sekelompok kecil pasukan AS dikonfirmasi sedang berada di Taiwan untuk melakukan latihan bersama, ujar Presiden Tsai Ing-Wen saat diwawancarai oleh CNN, Kamis (28/10/2021). Kabar tersebut mengkonfirmasi adanya pasukan AS di Taiwan yang Cina anggap sebagai bagian dari wilayahnya.

Ketegangan antara Taiwan dan Cina masih belum reda dengan kedua negara bersikukuh dengan pendapatnya mengenai kedaulatan pulau kecil tersebut.

“Kami mempunyai beragam kerja sama dengan AS yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami,” ujar Tsai saat diwawancarai oleh CNN pada hari Kamis.

Saat ditanya seberapa banyak pasukan AS yang dikerahkan di Taiwan, Tsai hanya mengatakan “tidak sebanyak yang orang-orang kira”. Pengkonfirmasian adanya pasukan AS di Taiwan ini dapat mengancam hubungan AS-Cina.

Saat ditanya mengenai komentar presidennya, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-Cheng menyatakan kalau interaksi hubungan militer Taiwan-AS “sudah banyak dan cukup sering” dan sudah berlangsung cukup lama.

“Selama berlangsungnya interaksi ini, beragam topik dapat didiskusikan,” ujarnya.

Namun saat ditanya kalau pengerahan pasukan AS ini bisa menjadi alasan Cina untuk menyerang Taiwan, Cheng menjelaskan kalau Tsai tidak mengatakan kalau pasukan AS itu akan beroperasi secara permanen di Taiwan.

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara lainnya, tidak mempunyai hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Namun mereka merupakan aliansi terpenting Taiwan di kancah internasional dan juga penyumbang persenjataan utamanya.

Tsai sudah mengatakan kalau Taiwan adalah negara merdeka dan berulangkali menyerukan janjinya untuk mempertahankan demokrasi dan kebebasan negaranya.

Saat ditanya mengenai laporan adanya pasukan AS di Taiwan, Kemenlu Cina sudah mengatakan pada awal bulan ini kalau Amerika Serikat harus mencabut hubungan militer dan penjualan senjatanya ke Taiwan demi menjaga hubungan AS-Cina.

Di tahun 1979, Amerika Serikat menarik pasukannya secara permanen dari Taiwan ketika hubungan diplomatik antar keduanya memburuk setelah AS lebih memilih Cina.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

India Khawatir Peraturan Perbatasan Baru Cina di Daerah Himalaya

Published

on

By

India Khawatir Peraturan Perbatasan Baru Cina di Daerah Himalaya

Channel9.id-India. Menteri Luar Negeri India pada hari Rabu menyebutkan kalau mereka khawatir dengan peraturan baru Cina dalam upayanya untuk memperkuat pertahanan perbatasannya ditengah-tengah perseteruan militer mereka yang sudah berlangsung lama di daerah Himalaya, Kamis (28/10/2021).

Sebelumnya di hari Sabtu, Cina mengesahkan sebuah kebijakan yang secara spesifik mengatur bagaimana mereka memerintah dan menjaga daerah perbatasan darat yang seluas 22,000 km dengan ke-14 negara tetangganya, seperti Rusia, Korea Utara, dan India.

“Keputusan sepihak Cina untuk membuat undang-undang yang dapat bersinggungan dengan kebijakan bilateral kami di daerah perbatasan sudah menjadi perhatian kami,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India Arindam Bagchi pada pernyataannya.

Baca juga: Bencana Banjir di India dan Nepal Menelan Lebih 150 Orang

Daerah perbatasan sepanjang 3,500 km antara India dengan Cina masih belum memiliki batas yang tetap, dan kedua negara tersebut sudah saling mengklaim sebagian besar daerah tersebut merupakan bagian dari wilayah negaranya. Kedua negara pernah terlibat perang di daerah perbatasan pada tahun 1962.

Ribuan tentara dari India dan Cina masih melakukan jaga-jaga di daerah Ladakh, Himalaya. Kedua pasukan tersebut masih berseteru di dataran tinggi tersebut sejak tahun lalu walaupun sudah sering melakukan diskusi puluhan kali.

“Kami juga berharap kalau Cina tidak akan mengambil langkah gegabah dengan dalih sudah melakukannya sesuai dengan peraturan baru tersebut, yang mana dapat memicu tegangnya situasi di daerah perbatasan India-Cina tersebut,” ujar Bagchi.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC