Connect with us

Lifestyle & Sport

Semangati Tenaga Kesehatan, Kemenkes Ajak Masyarakat Tepuk Tangan 56 Detik

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Kemenkes mengajak masyarakat melakukan tepuk tangan 56 detik untuk menyemangati tenaga kesehatan dalam melawan pandemi Covid-19.

Hal itu dinamakan kampanye Gerakan 56 detik. Kampanye bertujuan memberi penghargaan bagi para tenaga kesehatan yang telah berjuang memerangi Covid-19 selama sekitar delapan bulan.

“Kini saatnya kita satukan tekad dan semangat untuk Indonesia sehat, berikan tepuk tangan kita untuk seluruh pejuang Covid 19, untuk kita semua,” tulis Kemenkes dalam akun Instagram resmi @kemenkes_ri, Rabu (11/11) malam.

Kampanye ini juga dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-56.

Dalam unggahannya, Kemenkes juga mengajak masyarakat berlomba tepuk tangan. Warganet diminta mengunggah foto atau video bertepuk tangan mulai pukul 14.00 WIB dengan tagar #HKN56 dan #GERAKAN56DETIK.

“Kumpulkan like terbanyak dan dapatkan hadiahnya. Berhadiah jutaan rupiah untuk 30 pemenang,” kata Kemenkes.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Laga Imbang Mike Tyson Vs Roy Jones Jr

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pertarungan ekshibisi antara Mike Tyson melawan Roy Jones Jr. yang berlangsung di Staples Center, Los, Angeles, Amerika Serikat, Minggu (29/11) berakhir tanpa pemenang atau imbang.

Duel Mike Tyson dan Roy Jones Jr. kali ini berlangsung delapan ronde dengan masing-masing rondenya berjalan dua menit. Selin itu, tidak ada hakim yang hadir untuk memberikan skor pada pertarungan bertajuk ekshibisi ini.

Meski tanpa pemenang, keduanya mengaku senang dan bangga bisa menuntaskan pertarungan delapan ronde.

“Saya bahagia, kami di sini untuk menghibur publik dan kami telah melakukannya. Saya senang bisa berada di sini dan ingin melakukannya lagi,” kata Mike Tyson seusai duel.

Baca juga: Mike Tyson Siap Naik Ring Lawan Roy Jones Jr. 

Begitupun dengan Roy Jones yang berharap bisa melakukan duel kembali. “Saya senang dengan hasil ini. Mungkin kita bisa melakukannya lagi.” kata Roy Jones Jr.

Bagi Mike Tyson, pertarungan ini merupakan yang pertama kali usai ia menyatakan pensiun pada 2005. Petinju dijuluki ‘Leher Beton’ ini tampil lebih agresif sepanjang pertandingan. Sementara Roy Jones Jr terlihat lebih banyak melakukan clinch untuk menahan serangan Tyson. Meski keduanya telah melewati usia setengah abad, namun keduanya masih terlihat fit.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Bukan Hanya Baik Untuk Jantung, Olahraga Rutin Bisa Percantik Kulit

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Di masa pandemi Covid-19 ini banyak orang yang menghabiskan waktunya di dalam rumah. Di antaranya, banyak yang mengisi waktu luang dengan berolahraga. Jadi, jangan kaget kalau melihat temanmu yang sudah lama tak kamu temui tiba-tiba menjadi lebih fit atau langsing dan kulitnya nampak sehat dan glowing.

“Lho, kulit sehat dengan berolahraga memangnya ada hubungannya?” Iya, betul. Hal ini telah dibuktikan oleh sejumlah ahli dermatologi, lho. Salah satunya Ellen Marmur di Mount Sinai School of Medicine. Ia mengatakan bahwa aktivitas fisik, seperti olahraga, yang bisa memperlancar sirkulasi darah tak hanya membantu menjaga kesehatan Kamu, tapi juga bisa menjaga kesehatan kulit.

Baca juga : Kebiasaan yang Tak Kamu Sadari Bisa Munculkan Keriput di Wajah

Untuk Kamu yang mudah berjerawat atau punya masalah kulit lain, tentunya sangat memerhatikan asupan makanan dan enggan untuk beraktivitasi fisik yang memicu keluar keringat serta membikin Kamu tak nyaman karenanya. Nah, Kamu sebaiknya hilangi rasa gelisah ini. Pasalnya, berolahraga justru bisa membantumu mempercantik kulitmu, lho Memang apa saja sih manfaat olahraga untuk kecantikan? Simak ulasan berikut ini ya.

1. Kulit lebih bersih
Kamu mungkin merasa tak nyaman jika banyak berkerigat. Namun, harus Kamu ketahui, keringat yang keluar saat berolahraga justru membuat kulitmu jadi lebih sehat dan bersih.

Selama berolahraga, kelenjar keringat akan memproduksi banyak keringat dari pori-pori. Dengan begitu, kotoran yang terkunci di pori akan terdorong keluar oleh keringat, sehingga pori-pori kembali bersih dan segar. Nah, setelah selesal olahraga dan keringat sudah tak lagi keluar serta suhu tubuh sudah kembali normal, segeralah mandi dan bersihkan kulit agar kotoran tak menumpuk di kulit.

2. Kulit lebih cerah karena sirkulasi darah lancar
Terbukti, olahraga bisa memperlancar sirkulasi darah. Lancarnya peredaran darah bisa menyuplai oksigen dan nutrisi bagi kulit. Jika kulit menerima suplai keduanya, maka kesehatan kulit terjaga. Kulit Kamu menjadi lebih lembap dan cerah merata.

Maka dari itu, dengan rutin berolahraga setiap hari, Kamu bisa merasakan dampak positifnya bagi kulit.

3. Mencegah kemunculan jerawat
Kotoran yang menumpuk pada wajah bukanlah satu-satunya penyebab munculnya jerawat. Sebab stres pun bisa memicu kemunculan jerawat. Saat stres produksi hormon dan juga minyak pada tubuh menjadi tak terkendali, dan akhirnya jerawat muncul.

Dengan berolahraga, stresmu bisa hilang karena aktivitas ini bisa memberi efek rileks pada otak maupun tubuh. Pasalnya, olahraga bisa memicu produksi hormon endorfin, yakni hormon yang bisa membuatmu merasa lebih senang dan tenang.

4. Mencegah penuaan dini
Memang menua adalah keniscayaan. Untku diketahui, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen semakin menurun sehingga akan memicu pengeriputan pada kulit. Adapun kolagen berperan untuk menjaga elastisitas dan kekuatan kulit.

Namun, Kamu tak perlu khawatir, proses dan kemunculan tanda-tanda penuaan itu bisa diperlambat dengan berolahraga, lho. pasalnya, berolahraga secara rutin bisa meningkatkan produksi kolagen pada kulit, sehingga proses penuaan dini pada kulit bisa dicegah.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Covid-19 Disebut Bukan dari Cina

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Asal-usul virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 kerap dipertanyakan. Mulanya virus ini disebut berasa dari Wuhan, Cina, karena pertama kali menyebar di wilayah ini. Namun kemudian sejumlah penelitian dilakukan dan di antaranya ada yang menyebutkan bahwa virus ini bukan dari Cina.

Ya, sudah nyaris setahun virus ini bersemayam di muka bumi, namun belum ada jawaban pasti mengenai dari mana virus ini berasal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut merespons sejumlah dugaan ini, termasuk pernyataan dari Cina yang berulang kali menegaskan Covid-19 bukan berasal dari negaranya. Klaim Cina ini berdasarkan pada ‘bukti’ adanya jejak Covid-19 di makanan beku impor. Selain itu, Cina juga merujuk pada jurnal ilmiah yang mendapati bahwa Covid-19 kemungkinan sudah beredar di Eropa lebih dulu.

“Saya pikir sangat spekulatif bagi kami untuk mengatakan bahwa penyakit itu tidak muncul di Cina,” ujar pakar darurat WHO Mike Ryan saat ditanya apakah Covid-19 muncul pertama kali di luar Cina saat briefing virtual di Jenewa, dikutip dari Reuters.

Baca juga : Dr Reisa Ajak Masyarakat Kenali Vaksin Covid-19

“Jelas dari perspektif kesehatan masyarakat bahwa Anda memulai penyelidikan di mana kasus manusia pertama kali muncul,” imbuh dia, mengatakan bahwa bukti kemudian dapat mengarah ke tempat lain.

Untuk diketahui, WHO saat ini kembali menginvestigasi asal-usul Covid-19 ke Wuhan, Cina mencari tahu soal awal mula wabah. Sebelumnya WHO sempat dituduh Trump terkait ‘Cina-sentris’, namun WHO membantah tuduhan tersebut berulang kali.

Sementara itu, studi baru-baru ini menyebutkan bahwa Covid-19 kemungkinan berasal dari India. Tim peneliti asal Cina yang dipimpin Dr Shen Libing ini melakukan pendekatan lain guna melacak asal-usul Covid-19. Mereka menghitung jumlah mutasi Covid-19 dalam setiap jenis virus.

Terdapat 17 negara yang menjadi objek penelitian. Kemudian didapati delapan negara yang memiliki mutasi paling sedikit, di antaranya Australia, Bangladesh, Yunani, AS, Rusia, India, Italia, dan Ceko.

Namun, area asal muasal wabah harus mempunyai keragaman genetik yang luar biasa. India dan Bangladesh disebut menjadi yang potensial, demikian lapor studi yang dimuat di The Lancet berjudul ‘The Early Cryptic Transmission and Evolution of SARS-CoV-2 in Human Hosts’.

“Informasi geografis strain yang paling sedikit bermutasi dan keanekaragaman strain menunjukkan bahwa India menjadi tempat penularan SARS-CoV-2 dari manusia ke manusia yang paling awal terjadi,” tegas Shen.

Shen kemudian menyebut cuaca ekstrem mungkin memicu pandemi Covid-19 di India. Untuk diketahui, pada Mei 2019, India diserang gelombang panas terpanjang kedua. Kekeringan ini memaksa hewan dan manusia ambil sumber air minum dari tempat yang sama. “Ini mungkin telah meningkatkan kemungkinan virus menular ke manusia,” sambungnya.

Dibantah Ilmuwan Lain
Namun, ilmuwan lain mempertanyakan temuan Shen itu. Mereka mengatakan prinsip penelitian dan perangkat lunak yang digunakan tak sesuai dengan standar yang diharapkan untuk jenis analisis filogenetik ini.

“Memilih urutan virus yang tampaknya memiliki jumlah perbedaan paling sedikit dari yang lain dalam kumpulan acak tidak mungkin menghasilkan ‘nenek moyang’ dari virus,” ujar Marc Suchard, profesor di Departemen Biostatistik dan Genetika Manusia di Universitas California, Los Angeles.

Temuan Shen juga dibantah Mukesh Thakur, Ahli Virologi pemerintah India yang juga aktif di Zoological Survey of India. Thakur menekankan argumen yang dibangun oleh peneliti Cina tidak kuat. “Tampaknya hasil salah tafsir,” ucapnya.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC