Connect with us

Hot Topic

Sempat Kabur, WN Rusia Buronan Interpol Bersama Kekasihnya Ditangkap di Bali

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Polisi bersama Imigrasi Khusus Kelas I Ngurah Rai berhasil menangkap buronan Interpol, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, yang sebelumnya melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Kota Denpasar, Provinsi Bali pada 11 Februari 2021.

WN Rusia itu ditangkap di Villa Seminyak II, Jalan Umalas 1, Kuta Utara, Bali, Rabu 24 Februari 2021 dini hari.

“Tim Mabes Polri, Resmob Polda Bali bersama dengan pihak Imigrasi Khusus Kelas I Ngurah Rai telah melakukan penangkapan terhadap DPO red notice Interpol, WNA Rusia bernama Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Rabu 23 Februari 2021.

Tim gabungan juga menangkap seorang perempuan bernama Ekaterina Trubkina. Dia merupakan kekasih Andrew. Ekaterina ikut ditangkap karena diduga terlibat dalam pelarian Andrew.

“Diamankan bersama pacarnya tanpa melakukan perlawanan, dilanjutkan membawa DPO tersebut ke kantor Imigrasi,” kata Argo.

Diketahui, buronan Interpol, Andrew Ayer kabur dari Imigrasi. Dia tidak kunjung kembali, usai meminta izin untuk mengambil makanan dari istrinya.

Peristiwa ini bermula saat Andrew akan dipindahkan ke rumah detensi. Andrew sebelumnya telah menjalani hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Kerobokan.

Usai masa hukuman pidana berakhir, dia diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 3 Februari 2021 untuk dikenai tindakan administrasi keimigrasian pendeportasian dan pengusulan cekal.

Andrew pun dipindahkan dari Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar pada 2 Februari lalu. Pemindahan dilakukan karena adanya keterbatasan ruang detensi.

Saat proses administrasi guna menyiapkan surat penyerahan untuk diambil oleh Interpol, Andrew mengaku dijenguk oleh istrinya sekitar pukul 13.30 Wita. Andrew beralasan mau mengambil makanan.

“Nahas kita pindahkan itu kita kan mau ambil sidik jarinya, pada saat mau ambil sidik jarinya itu lah dia duduk di pojok, petugasnya duduk di belakang meja, tiba-tiba dia ngomong ‘izin pak istri saya bawa makanan di luar’ tanpa dijawab oleh petugas imigrasi dia sudah menuju keluar,” kata Pejabat humas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai Putu Sudana, Minggu 14 Februari 2021

Usai beberapa saat tak kunjung kembali, petugas kemudian mencarinya. Andrew sudah tidak ada dan berlari ke luar, dalam CCTV yang terekam di depan ruangan, Andrew langsung berlari saat ke luar ruangan.

“Petugas imigrasinya mau di belakangnya itu karena terhalang meja, kan mejanya panjang, dia tidak secepat itu bergeraknya, dia keluar dari pintu itu seolah-olah seperti biasa seperti mau keluar mau lihat istri, tapi sampai di luar itu dia baru lari. Setelah menyelinap lewat tembok sedikit langsung dia lari,” kata Putu.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Jokowi Cabut Perpres Izin Investasi Miras dan Minuman Beralkohol

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Presiden Jokowi mencabut Peraturan Presiden (perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken pada 2 Februari 2021.

Dengan pencabutan ini, pengusaha atau pemodal tidak diberi izin melakukan investasi minuman keras (miras) atau minuman beralkohol.

Jokowi membatalkan perpres itu usai mendengar masukan dari sejumlah kelompok masyarakat seperti ulama, MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas lainnya.

“Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama, MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas serta tokoh-tokoh agama yang lain saya sampaikan lampiran perpres pembukaan investasi baru industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” kata Jokowi dalam konferensi pers, Selasa 2 Maret 2021.

Diketahui dalam perpres sebelumnya, pengusaha diizinkan untuk membuka usaha minuman keras.

Ada dua persyaratan yang harus dipenuhi oleh investor yang hendak menempatkan modalnya di sektor miras.

Pertama, penanaman modal baru dapat dilakukan di Provinsi yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal setempat.

Kedua, penanaman modal di luar provinsi tersebut, maka harus mendapat ketetapan dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Baku Tembak di Poso, Putra Eks Pimpinan MIT Santoso Tewas

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Baku tembak terjadi antara Satgas Madago Raya dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pada Senin 1 Maret 2021 sekitar pukul 16.30 WITA.

Lokasi baku tembak terjadi di wilayah Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Satgas Madago Raya berhasil menembak mati dua terduga teroris yakni Alvin dan Khairul. Khairul diduga adalah putra eks pimpinan MIT Poso, Santoso.

“Khairul ini merupakan putra dari pentolan sipil bersenjata Santoso, sedangkan Alvin berasal dari Banten,” kata Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso, Selasa 2 Maret 2021.

Namun, dalam kontak tembak itu, gugur salah satu prajurit TNI Praka Dedi Irawan. Saat ini jenazahnya telah diberangkatkan ke Jakarta, untuk pemakamannya menunggu koordinasi dengan pihak keluarganya.

Abdul menyatakan, dalam waktu dekat, proses identifikasi Alvian dan Khairul akan diperkuat dengan tes DNA dan sidik jari.

Menurut Abdul, saat baku tembak, ada empat orang yang saat itu terlibat. Salah satunya diduga adalah pimpinan MIT, Ali Kalora.

“Mereka waktu itu ada berempat, dan dipimpin oleh Ali Kalora, namun dua orang berhasil kabur dan sampai saat ini masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Adapun dari olah TKP, didapati beberapa barang bukti berupa amunisi, GPS, tas ransel, golok dan lainnya.

Abdul menyatakan, keberadaan para DPO MIT Poso pimpinan Ali Kalora di pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara itu disinyalir untuk melakukan amaliah atau teror. Sehingga aparat melakukan penyergapan hingga berujung kontak tembak.

Dengan tertembaknya dua DPO tersebut, kini sisa DPO berjumlah 9 orang. Para DPO ini terbagi dua kelompok satu kelompok dipimpin Ali Kalora, berjumlah empat orang dan satu kelompoknya 7 orang.

“Semoga tidak bertambah lagi, tapi sayangnya masih ada simpatisan-simpatisan,” katanya.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Ungkap Sindikat Pengedar Uang Asing Palsu, DPR Apresiasi Polresta Banyuwangi

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri untuk membasmi sindikat pengedar uang asing palsu antar provinsi. Menurutnya, peredaran uang palsu tersebut sangat meresahkan masyarakat.

Pernyataan itu diungkapkan menyusul kinerja Satreskrim Polresta Banyuwangi Jawa Timur yang berhasil membongkar dan menangkap 10 anggota yang diduga sindikat pengedar uang asing palsu antar provinsi. Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang palsu jika dihitung berdasarkan uang asli senilai Rp 4,5 triliun.

“Kami sangat mengapresiasi Polresta Banyuwangi yang telah berhasil membongkar para sindikat uang palsu antarprovinsi. Kehadiran sindikat ini sangat meresahkan masyarakat, karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang kurang paham dan tertipu. Bayangkan jika uang palsu senilai 4.5 tiliun uang asli tersebut berhasil beredar dan dipergunakan masyarakat,” kata Sahroni dalam keterangannya, Selasa 2 Maret 2021.

Sahroni pun meminta kepada pihak kepolisian segera mengusut tuntas terkait peredaran uang palsu ini. Tujuannya demi menghindari makin banyaknya warga yang tertipu.

“Menurut informasi yang didapat, sindikat uang palsu yang berada di Jawa Timur ini mendapatkan uangnya dari Jakarta. Karenanya, saya meminta kepada para Kapolda untuk berkoordinasi demi menelusuri jaringannya hingga tuntas. Sindikat ini harus dibasmi hingga ke akarnya dan diberikan hukuman yang berat agar ada efek jera,” pungkasnya.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC