Connect with us

Techno

Sistem Suntik Mati IMEI Diminta Segera Berjalan

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Sistem aturan IMEI akan menyuntik mati ponsel ilegal atau BM per Selasa ini (14/9). DPR mendesak pemerintah untuk segera menjalankan aturan ini.

Menurut Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi, pihaknya di Komisi I mendukung upaya pemberantasan peredaran perangkat ilegal di Indonesia. Karenanya, DPR mengimbau agar aturan IMEI segera dijalankan.

“Kami dukung hal ini, yang harusnya sudah dimulai. Hal ini akan memberikan potensi kenaikan penerimaan negara selain juga stimulan pengusaha/pedagang ponsel resmi, agar persaingan menjadi imbang, hanya fokus pada pelayanan, yang tidak mungkin bila masih ada barang BM,” tutur Bobby.

Ia menekankan bahwa hal yang mesti diperhatikan ialah bagaimana sistem cek-ricek sistem Central Equipment Identity Register (CEIR) dari Kementerian Perindustrian bisa terintegrasi dengan sistem Equipment Identity Register (EIR) di operator.

“Dengan sistem di Ditjen SDPPI juga asosiasi ATSI, yaitu data tanda pendaftaran (TPP) produk Impor dan TPP produksi ponsel,” sambung Bobby.

“Jangan sampai sinkronisasi data ini, tersendat-sendat yang bisa memperlambat proses registrasi yang ujungnya membuat susah konsumen,” tambahnya.

Di lain sisi, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Post dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo Ismail menyarankan untuk mempertanyakan hal itu kepada pihak Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) yang lebih tahu dan menjalankan sistem aturan tersebut. “Cek ke ATSI saja,” ucap dia.

Baca juga : Aturan IMEI Belum Kunjung Efektif

Sementara itu, Sekjen ATSI Marwan O. Baasir mengatakan bahwa update perihal sistem aturan IMEI untuk memblokir perangkat ilegal akan diinfokan pada hari ini. “Tunggu ya, masih menunggu dulu,” ungkapnya.

Diketahui, aturan IMEI disosialisasikan pertama kali pada 18 Oktober 2019. Kemudian resmi diberlakukan pada 18 April 2020.

Pemerintah melalui tiga kementerian, yaitu Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan kemudian melibatkan Bea-Cukai serta operator seluler, guna menyetop peredaran ponsel ilegal melalui aturan IMEI.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Mempelajari Tata surya dengan Aplikasi Tiga dimensi

Published

on

By

Channel9.id-Surabaya. Untuk mempermudah para siswa dalam mempelajari dan memahami tentang tata surya, Enam mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuat media pembelajaran tata surya dengan aplikasi Augmented Reality (AR) atau tiga dimensi.

Keenam mahasiswa ini tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat. Keenamnya yakni Zahrotul Jannah, Nur Fauziah, Tri Nadia Ningsih, Rr Fadila Kusumaning Ayu, Devaldi Akbar Suryadi dan Manilaturrohmah.

Media pembelajaran ini ditujukan bagi anak sekolah dasar belajar daring. Salah satu mahasiswa, Nur Fauziah menjelaskan inspirasi ini berawal dari melihat banyakanya anak SD yang kesulitan memahami tata surya.

Kesulitan ini karena media pembelajaran tiga dimensi yang ada, membuat beberapa siswa menilai jika tata surya memiliki penyanggah.

“Jadi kami mencoba membuat media pembelajaran dari gambar, namun banyak siswa yang belum memahami tata surya kita, akhirnya kami enam orang membuat aplikasi AR yang dapat melihatkan langsung tata surya kita,” kata Fauziah di Surabaya, Jumat (18/9/20).

Selain itu, Fauziah memaparkan kerja aplikasi ini melalui handphone atau tablet dengan membuka aplikasi AR. Lalu, diarahkan ke kartu yang sudah disediakan untuk melihat tatanan tata surya serta orbit yang mengelilinginya.

Baca juga : Pengguna Bisa Masuk WhatsApp Web dengan Satu Sentuhan

Fauziah menjelaskan dalam aplikasi ini akan terlihat jika tata surya tetap bergerak mengelilingi orbit. Dia menambahkan jika ingin melihat lebih dekat bagaimana para bumi, bisa diarahkan lagi ke kartu yang sudah diprogram untuk mengeluarkan bentuk tiga dimensi bentuk bumi. “Siswa juga seakan akan bisa memegang bentuk bumi tersebut,” tambah Fauziah.

Selain itu, Fauziah menambahkan alat peraga dan aplikasi AR tata surya ini sudah diberikan ke SDN Patengteng 2 Bangkalan. Sekolah ini dipilih bukan tanpa alasan, karena SDN ini berada di pelosok Madura, yang kesulitan dalam media pembelajaran tata surya.

“Kami juga memandu anak-anak sekolah dasar melalui aplikasi zoom tentang media pembelajaran ini,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Fauziah menyebut media pembelajaran ini cocok diterapkan di tengah pandemi COVID-19 yang saat ini. Apalagi kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui daring.

“Pembelajaran online ini sangat berguna, jadi siswa akan bisa memahami tentang tata surya,” jelas Fauziah.

Hingga kini, Fauziah mengatakan pihaknya masih akan mengembangkan media pembelajaran AR lebih baik lagi. Agar, siswa bisa semakin paham tentang tata Surya. “Kami pasti mengembangkan agar siswa semakin paham dengan tata surya kita,” pungkas Fauziah.

Continue Reading

Techno

Pengguna Bisa Masuk WhatsApp Web dengan Satu Sentuhan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kebanyakan orang yang mengunakan WhatsApp di ponsel. Namun, banyak pula menggunakan layanan perpesanan ini di web atau desktop. Menimbang hal ini, fitur membuka aplikasi dengan satu sentuhan tengah dibahas.

Kendati begitu, perlu dicatat, lantaran WhatsApp bergantung dengan nomor telepon, siapa pun tetap harus dekat dengan ponsel jika masuk ke WhatsApp Web.

Sejauh ini, otentikasi yang dijalankan ialah dengan memindai kode QR di layar laptop atau komputer dengan kamera ponsel agar akun bisa diakses. Meski cara tersebut ini tak rumit, pengguna tetap harus lepas dari laptop atau komputer untuk kemudian mencocokkan kodenya dengan lensa kamera.

Guna menjawab kerepotan ini, WhatsApp menggadang fitur login baru. Menurut informasi dari WABetaInfo, dalam versi beta terbaru aplikasi WhatsApp untuk Android, ada fitur untuk login dengan sidik jari. Sebelumnya, fitur ini sudah ada di WhatsApp untuk smartphone.

Dengan fitur tersebut, ada sejumlah keuntungan. Pertama, cara ini disebut lebih aman dan menghindari risiko dari tangan jahil menemukan ponsel dan masuk ke akun kalian. Kedua, metode ini lebih cepat karena hanya dengan menyentuh ponsel saja. Lebih nyaman daripada harus mengambil ponsel dan mencocokkan kode QR dengan kamera.

Kendati begitu, informasi dari WABetaInfo tak bisa diprediksi kapan fitur bisa dipakai oleh pengguna. Pengguna hanya harus menunggu.

(LH)

Continue Reading

Techno

Kemungkinan Corona Berkembang Seperti HIV

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 berpotensi menyerang antibodi. Sehingga Covid-19 bisa menjadi penyakit kronis tanpa gejala, seperti HIV. Demikian ungkap Guru Besar Ilmu Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Chaerul Anwar Nidom, Rabu (16/9).

Hal itu bisa terjadi, lanjut Chaerul, lantaran virus punya pola genetik yang berpotensi memunculkan fenomena ADE (antibody-dependent Enhancement). ADE ialah fenomena di mana virus berikatan dengan antibodi untuk menginfeksi sel inang.

“Virus ADE ini bisa melawan antibodi yang ada dalam tubuh,” tambahnya.

Ia memaparkan, perkiraan potensi ini berdasarkan pengamatan susunan asam amino virus corona di Indonesia. Susunan ini memiliki pola efek ADE.

Potensi terjadinya fenomena ini dilihat dari pola tertentu dari susunan DNA/RNA virus. “(Potensi) itu empiris dari data virus yang memilki ADE, kemudian kita analogikan jika terjadi pada Covid. Karena semua virus di indonesia tidak satu pun yang tidak memiliki struktur ADE,” lanjutnya.

Baca juga : Peneliti Temukan Antibodi Penghalang Infeksi Covid-19

Sebelumnya, virus corona menginfeksi sel lewat reseptor ACE2 yang ada di paru-paru. Namun dengan adanya fenomena ADE, sel akan masuk ke sel lewat makrofag. “Sehingga, virus berkembang di sel mikrofag (sel darah putih) bukan di sel saluran pernafasan lagi,” sambung Chaerul.

“Akibatnya virus berkembang di makrofag dan merusak sel makrofag, seperti cara kerja HIV. Kemudian baru masuk ke paru dan organ lainnya,” tambah dia.

Dengan begitu, reseptor ACE2 nantinya bukan lagi target vaksin karena bukan lagi yang diserang virus.

Chaerul menjelaskan dengan gambar, bagaimana virus berpola ADE berikatan dengan antibodi dan masuk ke dalam mikrofag, bereplikasi, dan bermutasi. Model ini pun mengikuti pola HIV yang masuk ke inang lewat makrofag, bukan ke sel.

Fenomena ADE ini sudah terjadi pada penyakit lain. “Virus Covid-19 punya susunan ADE di mana ADE ini mempunyai efek seperti yang ada di SARS, MERS, Demam Berdarah, HIV, Ebola, dan Zika,” sambungnya.

Pola ADE ini ditemukan dalam mutasi virus corona D614G yang sudah menyebar di Indonesia. Bahkan, lanjut Chaerul, ada di 57,5% virus corona SARS-CoV-2 yang menyebar di Indonesia. ADE ini membuat antibodi tak efektif menetralisir virus.

Chaerul pun mengatakan, jika benar Covid-19 bisa masuk ke makrofag, maka penyakit ini ke dalam jangka panjang akan menjadi penyakit kronis seperti HIV.

“Maka si pasien tak menunjukkan gejala klinis…tapi akan menjadi kronis lama, seperti yang terjadi di HIV karena sistem imun korban terganggu akibat pembelokan titik reseptor” paparnya.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC