Connect with us

Nasional

Sri Sultan HB X Berjanji Ajukan Aspirasi Buruh kepada Jokowi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menemui sejumlah perwakilan organisasi buruh yang menggelar aksi penolakan UU Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020, di Yogyakarta.

Perwakilan buruh yang berasal dari organisasi seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK-Indonesia), Serikat Pekerja Mandiri (SPM), Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) itu ditemui Sultan secara tertutup di Dalem Ageng, Komplek Kepatihan.

Baca juga: UU Ciptaker Disebut Komersialkan Pendidikan, Jokowi: Hanya Untuk Kawasan Ekonomi Khusus

Awalnya pertemuan akan terbuka untuk media di Bangsal Kepatihan. Namun, kemudian diubah secara tertutup.

Usai pertemuan, Sultan menuturkan bahwa buruh meminta dirinya dapat memfasilitasi untuk mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Kalangan buruh meminta Sultan mengirimkan surat mosi tidak percaya kepada Presiden Jokowi pasca pengesahan UU Omnibus Law yang dinilai merugikan.

“Saya sanggupi untuk membuat surat yang nanti saya tandatangani selaku Gubernur DIY kepada presiden, sebagai respons atas aspirasi para buruh,” ujar Sultan.

Sultan menuturkan, dalam pertemuan itu para buruh juga meminta agar berbagai bantuan yang mandek atau belum bisa diterima buruh di masa pandemi Covid-19 ini dapat segera diterima. Sultan pun juga akan memfasilitasi tuntutan itu.

Ketua Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Irsyad Ade Irawan yang turut dalam pertemuan dengan Sultan itu mengatakan, setidaknya ada empat tuntutan yang disampaikan.

Pertama meminta Sultan membuat dan mengirimkan surat mosi tidak percaya kepada Presiden Jokowi. Kedua, meminta Pemerintah DIY ikut mendesak Presiden Jokowi dan partai pendukung mencabut dan membatalkan UU Cipta Kerja dengan kewenangannya. Ketiga, meningkatkan pendapatan upah bagi buruh di pabrik dan koperasi-koperasi.

Sedangkan tuntutan keempat, ujar Irsyad, pihaknya meminta Sultan HB X agar menaikkan upah minimum kota/kabupaten tahun 2021 sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). “Kami sudah melakukan survei KHL itu bersama rekan-rekan buruh lainnya, dan diperoleh (UMK layak) nilainya sebesar Rp 3 juta,” ujarnya.

Survei KHL itu pun perlu disuarakan karena saat ini UMK di Kota Jogja hanya Rp 2,2 juta saja.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Persembahan Buku di Peringatan 1 Tahun Wafatnya Profesor HAR Tilaar

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Hari ini (30/10), tepat setahun telah berpulang Profesor Henry Alex Rudolf Tilaar ke pangkuan ilahi. Pihak keluarga pun kemudian mengadakan acara ‘Misa Arwah: Mengenang 1 Tahun Berpulang ke Rumah Bapa di Surga’ untuk mengenang kepergian begawan pendidikan itu di Forest Chapel and Asembly Hall San Diego Hill Memorial Park, Karawang.

Dalam kesempatan itu, beberapa murid Prof. Tilaar memberikan persembahan kepada sosok yang dikenal produktif menulis tersebut. Murid-muridnya itu mempersembahkan sebuah buku kompilasi bertema Pendidikan.

“Untuk itu dari murid muridnya ada sebuah persembahan yang ditujukan  sebagai tribute pada bapak karena kesetiaannya pada guru dan dunia pendidikan pada umumnya. Untuk itu, murid muridnya dari Taman Pembelajar Rawamangun (TPR), mempersembahkan sebuah penghargaan untuk bapak,” ujar Wulan Tilaar, putri mendiang Prof. Alex Tilaar saat berpidato mewakili keluarga besar, Jumat (30/10).

Wulan Tilaar mengatakan, Prof. Alex Tilaar dikenal sebagai seorang yang baik, kuat. Dia mengenang mengenang sosok ayahandanya sebagai seorang yang setia. Tidak hanya kepada keluarga, kesetiannya juga terwujud dengan apa yang dia perjuangkan dalam dunia pendidikan sampai akhir hayatnya.

Baca juga : Tak Kantongi Izin, Deklarasi KAMI Dibubarkan

Beberapa sumber menuturkan, semangat mengajar dan belajar Profesor Alex Tilaar itu sudah dipupuk sejak kecil karena dia adalah anak dari keturunan atau keluarga guru. Makanya, di usia senjanya pun dia tetap memberi peran dalam dunia pendidikan nasional.

Sosok yang lahir di suatu desa yang relatif terpencil di tepi Danau Tondano, Sulawesi Utara pada 16 Juni 1932 itu memulai karier pendidiknya sejak 1952. Ya, di usianya yang masih muda, Alex Tilaar sapaan akrabnya sudah menggeluti dunia pendidikan.

Kecintaanya pada dunia pendidikan membuatnya ingin mengabdi di bidang tersebut. Tercatat, hampir 45 tahun hidup Alex Tilaar untuk pendidikan hingga pada 1997 Tilaar menjadi guru besar di UNJ.

Prof. Alex Tilaar juga ditunjuk sebagai Guru Besar di Universitas Indonesia dan Universitas Kristen Indonesia Jakarta. Selama bergelut di bidang ini, Alex Tilaar dikenal aktif dengan bergabung di beberapa organisasi profesi, di antaranya Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISIP) sebagai anggota dewan penasihat dan menjadi Anggota Ikatan Sarjana dan Pengembangan Sosial Indonesia (ISPPSI).

IG

Continue Reading

Nasional

Tak Kantongi Izin, Deklarasi KAMI Dibubarkan

Published

on

By

Channel9.id-Jambi. Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jambi dibubarkan. Polisi mengatakan yang membubarkan yakni Satgas COVID-19.

“Satgas COVID, kan ada satgas COVID-nya juga,” kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Kuswahyudi Tresnadi, Jumat (30/10/2020).

“Iya campuran (petugas)” ujarnya.

Baca juga : Pendapatan Anjlok, Boeing Akan PHK 7.000 Karyawan

Kuswahyudi mengatakan acara itu tidak mengantongi izin sehingga dibubarkan. Acara dihentikan sekitar pukul 16.00 WIB.

“Nggak ada izin, sesuai protokol nggak ada rekomendasi dibubarin,” ujarnya.

Belum diketahui jumlah massa yang hadir dalam deklarasi. Namun, dia mengatakan tidak ada tokoh seperti Gatot Nurmantyo yang hadir dalam deklarasi di Jambi karena dilakukan secara virtual.

“Zoom meeting katanya, iya (dihadiri massa)” ujarnya.

IG

Continue Reading

Nasional

Pendapatan Anjlok, Boeing Akan PHK 7.000 Karyawan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Boeing kembali mengumumkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 7.000 karyawan. Hal ini dilakukan menyusul anjloknya pendapatan perusahaan.

Sebelumnya, pembuat pesawat telah mengumumkan pengurangan staf sebanyak 19.000 pekerjaan awal tahun ini, melalui kombinasi PHK sukarela dan tidak sukarela. Namun pada hari rabu, perusahaan memperkirakan jumlah karyawan yang di PHK menjadi sekitar 130.000 pekerjaan pada akhir 2021.

Artinya akan ada tambahan 7.000 PHK, di samping pengurangan alami di perusahaan sepanjang tahun. Pada bulan Agustus, perusahaan telah memperingatkan karyawan akan ada PHK tambahan yang akan datang.

Baca juga : Kapolri: Humas Jadi Sumber Informasi Tepercaya

Oleh karena itu, perusahaan menawarkan putaran baru pembelian. Boeing tidak segera mengidentifikasi di mana PHK akan terjadi dan belum bisa memastikan apakah ini akan menjadi akhir dari PHK yang dilakukan.

Perusahaan membukukan kerugian USD754 juta atau setara Rp11,15 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD) tidak termasuk barang-barang khusus, pada kuartal terakhir karena pendapatan turun USD5,8 miliar atau setara Rp85,79 triliun atau 29%.

Maskapai penerbangan pun telah menunda pengiriman pesawat baru dan membatalkan pesanan karena penurunan tajam dalam perjalanan udara yang disebabkan oleh pandemi. Boeing mendapatkan sebagian besar pendapatannya dari penjualan pesawat pada saat pengiriman.

“Pandemi global terus menambah tekanan pada bisnis kami pada kuartal ini, dan kami menyelaraskan diri dengan kenyataan baru ini,” kata CEO Dave Calhoun melansir dari CNN, Jumat (30/10/2020).

Calhoun memperkirakan bahwa lalu lintas udara global tidak akan kembali ke level 2019 setidaknya selama tiga tahun lagi. Dan menurutnya, proses recovery akan membutuhkan beberapa tahun untuk mengejar tingkat pertumbuhan yang telah diramalkan sebelum pandemi.

Dampak pandemi pada penjualan pesawat akan berlangsung selama bertahun-tahun yang akan datang, katanya, menambahkan bahwa prospek pasar pesawat komersial 10 tahun Boeing sekitar 11% lebih rendah dari yang diasumsikan tahun lalu.

“Dari perspektif 20 tahun, kami masih melihat dampak Covid, tapi lebih kecil,” ucapnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC