Connect with us

Nasional

Subsidi Kuota Mendikbud Banjir Kritik

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan subsidi bantuan internet untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ia menyebut program ini sebagai jawaban atas kecemasan masyarakat di sektor pendidikan kala pandemi Covid-19. Anggaran untuk program ini mencapai Rp7,2 triliun.

“Kami telah melakukan perjuangan internal untuk bisa mendapatkan anggaran tambahan untuk bisa menjawab kecemasan masyarakat yang nomor satu, yaitu pulsa, pulsa, pulsa,” katanya di hadapan Komisi X DPR RI, Kamis  27 Agustus lalu.

Baca juga: Subsidi Kuota Guna Optimalisasi PJJ

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkritik program ini membuat banyak siswa, guru dan orang tua yang mengeluhkan kuota umum hanya dialokasi sebanyak 5 gigabyte dari keseluruhan kuota.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menyoroti jumlah kuota umum yang minim. Subsidi kuota dibagi menjadi dua, yakni kuota belajar untuk mengakses aplikasi dan situs yang ditentukan Kemendikbud, dan kuota umum untuk mengakses internet tanpa batasan.

“Selama PJJ hampir setiap hari menggunakan mesin pencari untuk melihat praktik bidang keahliannya, seperti jurusan tata boga mencari referensi di aplikasi Youtube. Sementara aplikasi Youtube tidak termasuk dalam paket kuota belajar,” tulisnya, Senin (28/09).

Jumlah penerima kuota gratis pun tak mencakup seluruh siswa, guru, mahasiswa dan dosen. Bulan ini, kuota gratis disalurkan kepada 27.305.495 penerima.

Padahal menurut Dapodik, total jumlah siswa mencapai 52.202.289 orang, dan ada 3.146.502 guru. PDDikti mencatat total jumlah mahasiswa mencapai 8.399.451, serta 286.050 dosen. Artinya bantuan kuota baru dinikmati 42 persen peserta didik dan pendidik.

Alokasinya juga tak merata di 34 provinsi. Sebanyak 16.424.143 dari 26.623.776 peserta didik penerima kuota berada di Pulau Jawa. Dalam kata lain, 61 persen siswa dan mahasiswa yang menerima kuota hanya berasal dari enam provinsi.

Untuk pendidik, jumlah yang menerima kuota dan berada di Pulau Jawa mencapai 54 persen dari keseluruhan. Tepatnya ada 853.806 dari 1.553.090 pendidik yang berada di provinsi di Jawa.

Sementara, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengkritik kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim mengenai subsidi bantuan kuota internet untuk pelajar. Dia mengatakan bantuan kuota Nadiem minim data, sehingga bisa jadi salah sasaran dan boros anggaran.

Menurutnya, Kemendikbud harus lebih rinci menetapkan syarat penerima kuota gratis. Saat ini penerima hanya diwajibkan terdaftar di Data Pokok Pendidikan atau Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), memiliki nomor HP aktif, dan menjalani pembelajaran tahun ajaran ini.

“Karena filosofinya kan memberi yang tidak mampu. [Tapi] Karena keterbatasan data, semua disubsidi. Bagi yang punya kemampuan, lebih baik tidak usah dicantumkan kepada anaknya,” katanya melalui konferensi video, Senin (07/09).

“Berapa dari 68 juta siswa yang tidak punya smartphone? Kalau bisa dari Rp7,2 triliun kita minta diupayakan dipecah untuk pemberian subsidi smartphone,” lanjutnya lagi.

Insiden salah sasaran yang paling disorot ketika anggota Ombudsman RI Alvin Lie mendapat 50 gigabyte kuota gratis untuk belajar daring. Kemendikbud mengatakan Alvin menerima kuota karena tengah menempuh pendidikan S3.

Alvin tak merasa membutuhkan kuota tersebut, karena sudah memiliki pendapatan yang cukup. Ia menilai pemberian kuota seharusnya diverifikasi dengan baik sehingga menyasar mereka yang membutuhkan.

“Rasa-rasanya mahasiswa S3 seperti saya enggak perlu diberikan kuota internet. Ini kan untuk membantu yang masih muda. Kalau S2, S3 kan umumnya sudah bekerja,” ujarnya, Selasa (22/09).

Sedangkan, Federasi Serikat Guru Indonesia memprediksi bantuan kuota bakal merugi hingga Rp1,7 triliun. Ini karena besaran kuota yang diberikan kepada peserta didik dan pendidik masif, sehingga ada kemungkinan kuota tak terpakai semua.

Besaran kuota bervariasi tergantung jenjang pendidikan. Siswa PAUD menerima 20 gigabyte, siswa pendidikan dasar dan menengah 35 gigabyte, guru 42 gigabyte, serta dosen dan mahasiswa 50 gigabyte.

“Karena kuota sisa akan hangus bersamaan masa aktif kuota, kami memprediksi ada sekitar 15 dari 30 gigabyte (GB) tidak akan terpakai,” kata Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Fahriza Marta Tanjung, Minggu (27/09).

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Sekdaprov Jatim Buka Pameran Lukisan Secara Virtual

Published

on

By

Channel9.id-Surabaya. Heru Tjahyono selaku Sekdaprov Jawa Timur membuka pameran lukisan secara virtual. Pameran lukisan ini diikuti puluhan pelukis Jawa Timur.

Meski pamerannya digelar secara virtual, upacara pembukaan diselenggarakan gabungan antara offline dan online. Pembukaan diselenggarakan di Taman Budaya Jatim, Jalan Genteng Kali Surabaya, dengan audiens yang hadir secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Pameran lukisan secara virtual bertajuk ‘Harmoni Seni Rupa Jawa Timur’ ini diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-75 Provinsi Jawa Timur, yang jatuh pada 12 Oktober. Pameran diikuti 83 pelukis yang berasal dari hampir semua wilayah di Jatim, bekerja sama dengan situs khusus untuk lukisan, pasarlukisan.com.

Masing-masing pelukis mengirimkan satu karya yang diseleksi dan diverifikasi oleh satu tim yang terdiri dari tiga orang. Masing-masing Agus Koecink (Surabaya), Wahyu Nugroho (Pasuruan) dan Syarifudin dari Malang.

Baca juga : Usaha Pelukis Banyuwangi Bangkit di Tengah Pandemi

Heru Tjahyono, Sekdaprov Jatim dalam sambutannya mengatakan, meskipun ruang menjadi sempit akibat pandemi, tetapi Pemprov Jatim tetap mencarikan ruang bagi para seniman. Khususnya para pelukis untuk tetap berekspresi melalui pameran secara virtual.

“Tetapi pameran secara virtual ini diperlukan hanya untuk menginformasikan kepada masyarakat luas, menginformasikan kepada pasar yang lebih luas. Karena kesan orang tentu berbeda melihat lukisan melalui handphone, dengan melihat lukisan secara aslinya. Kalau kita melihat lukisan secara fisik, kita akan mendapatkan rasa dan misteri dari lukisan tersebut. Karena itu nantinya diperlukan inovasi-inovasi lagi, misalnya pameran lukisan secara outdoor, di tempat terbuka, agar tetap dapat menerapkan protokol kesehatan,” kata Heru, pada selasa malam.

Heru berharap, Disbudpar Jawa Timur dapat mengkolaborasikan antara pameran lukisan dengan destinasi pariwisata yang ada di Jawa Timur. Misalnya pameran lukisan dengan latar belakang air terjun Coban Rondo di Kecamatan Pujon, Kota Batu. Atau di tempat lain.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarto menyatakan, pameran secara virtual ini diselenggarakan sebagai kepedulian Pemprov kepada masyarakat di wilayah seni rupa.

“Pameran ini bisa diakses oleh masyarakat bukan saja yang tinggal di Jawa Timur, tetapi juga secara global. Mereka setidaknya dapat memantau pergerakan seniman Jatim,” katanya.

Melalui aplikasi Zoom, Pustanto, Kepala Galeri Nasional mengapresiasi pameran virtual pelukis Jawa Timur ini. “Sekarang ini kondisi memang sedang tidak normal, sehingga kita dihadapkan pada situasi pilihan. Termasuk bagaimana mau berpameran. Pameran secara online memang berbeda dengan pameran offline. Tetapi sisi baiknya pameran secara online tidak memiliki batas ruang, sehingga karya-karya yang dipamerkan bisa diakses oleh masyarakat kapan saja, dan di mana saja mereka berada. Kami mengapresiasi ruang yang disediakan Disbudpar Jawa Timur ini,” kata Pustanto.

Agus Koecink, salah seorang dari tim seleksi menilai, karya-karya yang akan dipamerkan secara virtual ini amat variatif. Meliputi genre dekoratif, naturalis, abstrak, surealis dan sebagainya. Mereka itu mengikuti pameran dengan sistem undangan dan open call. Mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini.

“Memang dalam proses penyebaran dan seleksi ini ada kendala, karena harus bekerja secara online. Terutama materi-materi undangan atau pengumuman open call yang terkadang tidak bisa dibuka atau di-download. Karena ternyata HP pelukis bukan android, dan lain sebagainya. Tetapi itu masalah teknis yang akhirnya bisa diselesaikan juga,” ujarnya.

“Di tengah masa pandemi ini, saya lihat semangat mereka untuk terus menciptakan karya patutlah kita hargai. Ini menandakan bahwa masyarakat seni di Jawa Timur ini terus bergerak mencipta, dan memang perlu diwadahi oleh institusi yang menangani seni dan budaya di pemerintahan,” pungkas Agus.

Continue Reading

Hot Topic

Peringatan Sumpah Pemuda, Ini Pesan Ketua KPK Kepada Generasi Muda

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Rakyat Indonesia kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2020. Pada kesempatan ini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri berpesan agar para pemuda dan pemudi Indonesia dapat mengisi masa mudanya dengan baik dan memperkuat integritas diri.

Firli mengatakan bahwa Hari Sumpah Pemuda menjadi momen dimana seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia dimanapun berada, bersatu padu dalam sebuah sumpah, “Sumpah Pemuda”, yang dicetuskan oleh para pemuda dan pemudi pada masa pergerakan kemerdekaan.

“Di masa itu, para pemuda-pemudi tampil di depan menjadi agen dan motor perubahan nasib serta penentu masa depan bangsa, yang lama terpuruk dalam belenggu kolonialisme penjajah,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (28/10/2020).

“Sumpah pemuda yang digelorakan para pemuda dan pemudi kala itu, telah membakar bara semangat persatuan dan kesatuan dalam diri seluruh bangsa Indonesia, yang ingin lepas dari imperialisme para penjajah di bumi pertiwi.”

Menurut Firli banyak sekali nilai-nilai serta teladan yang dapat dipetik dari Sumpah Pemuda dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, termasuk dalam menghadapi persoalan korupsi yang masih marak.

“Tidak sedikit esensi dari Sumpah Pemuda yang mengajarkan dan menguatkan kita dalam menghadapi serta melewati ragam permasalahan bangsa, salah satunya persoalan korupsi yang masih berurat akar di negara ini.”

Pria berpangkat komisaris jenderal polisi itu menegaskan bahwa perlu peran aktif segenap tumpah darah Indonesia serta dukungan seluruh eksponen bangsa dalam upaya memberantas korupsi di negara ini.

Dia mengatakan bahwa perlu ada satu bahasa ‘Anti Korupsi’ agar kejahatan kemanusiaan (korupsi) ini benar-benar hilang dari bumi pertiwi.

IG

Continue Reading

Nasional

Persentase Pasien Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah Dari Dunia

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, persentase kasus aktif di Indonesia menurut Wiku sekitar 7% lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang berada di angka 23,84%.

Sementara itu,  jumlah kasus sembuh saat ini sudah 322.248 orang, ini adalah 81,3%, dimana kasus sembuh dunia 73,49%. Penambahan kasus positif sebanyak 3.520, kasus aktif 60.685 atau 16,4%.

Hal ini disampaikan Wiku melalui keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/10/2020).

“Bahwa kasus sembuh di dunia akhir-akhir ini cenderung menurun. Sedangkan kasus sembuh di Indonesia, persentasenya cenderung meningkat. Ini adalah kabar baik yang harus dipertahankan sehingga angka kesembuhan bisa naik terus dan diharapkan tidak ada yang meninggal,” kata Wiku.

Baca juga: Jokowi: Pengadaan Vaksin Covid-19 Jangan Terburu-buru

Melihat jumlah kasus yang meninggal saat ini, Wiku menyebut totalnya ada 13.512 kasus atau 3,4% dibandingkan rata-rata dunia 2,65%. Angka kematian di Indonesia harus diturunkan dan harus mengejar rata-rata dunia atau menjadi lebih rendah. Wiku melanjutkan dengan menjabarkan perkembangan mingguan secara spesifik.

Pada jumlah kasus positif mengalami perkembangan yang baik karena mengalami penurunan sebesar 4,5%. “Kami mengapresiasi provinsi Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat yang pada pekan sebelumnya masih masuk ke dalam lima besar, namun pekan ink berhasil keluar dari lima besar dengan berupaya menekan angka kasusnya,” katanya.

Wiku menyebut, ada 5 provinsi yang mendapatkan perhatian khusus karena mengalami kenaikan kasus tertinggi pekan ini. Diantaranya Jawa Barat naik 627, Banten naik 345, Kepulauan Riau naik 238, Riau naik 234 dan Jawa Tengah naik 184. Ia mengatakan, daerah-daerah yang minggu sebelumnya mengalami perbaikan, ternyata minggu terjadi peningkatan kasus, yang artinya daerah ini menjadi lengah.

“Daerah-daerah tersebut diminta evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan di masyarakatnya. Ia menekankan, daerah-daerah jangan sekedar berlomba-lomba masuk lima besar kasus positif karena hal ini bukanlah prestasi,” lanjut Wiku.

Meski perkembangan baik terjadi pada kasus positif, tidak demikian pada angka kematian pasien Covid-19. Pekan ini ada kenaikan sebesar 18% dan lebih besar dari pekan sebelumnya. Namun ada daerah yang berhasil keluar dari lima besar pekan lalu diantaranya Banten, Aceh, DKI Jakarta dan Sumatera Utara.

Kelima provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi yakni Jawa Barat naik 89, Sumatera Barat naik 22, Jawa Tengah naik 16, Kepulauan Riau naik 10 dan Nusa Tenggara Barat naik 7. Sementara persentase kematian tertinggi berada di Jawa Timur sebesar 7,24%, Nusa Tenggara Barat 5,64%, Sumatera Selatan 5,47%, Jawa Tengah 5,44% dan Bengkulu 5,02%.

Selanjutnya, meski angka kesembuhan secara nasional terus mengalami perbaikan, namun jumlah kesembuhan mengalami perlambatan sebesar 6,4% dari pekan sebelumnya. Seharusnya jumlah kesembuhan harus terus dijaga agar terus bertambah.

Secara perkembangan mingguan, Wiku mengkonfirmasi ada 5 provinsi tertinggi mengalami kenaikan kesembuhan. Diantaranya Riau naik 1.894, Sumatera Barat naik 587, Sulawesi Tenggara naik 542, Sumatera Selatan naik 127 dan Jambi naik 81.

Untuk daerah dengan persentase kesembuhan tertinggi berada di Gorontalo (94,47%), Bali (89,8%), Kalimantan Selatan (89,5%), Jawa Timur (88,16%) dan Maluku Utara (88,12%). “Dimohon provinsi yang telah disebutkan agar meningkatkan angka kesembuhan. Kepada provinsi lainnya agar mencapai angka kesembuhan tertinggi,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC