Connect with us

Hot Topic

Suku Dinas SDA Jakpus Kerahkan 70 Petugas Atasi Banjir Benhil Raya

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Usai hujan lebat, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat mengerahkan 70 petugas untuk mengatasi banjir di Jalan Benhil Raya akibat limpasan air dari saluran Kali Krukut mengguyur Ibu Kota dan sekitarnya sejak Sabtu dini hari.

“Kita saat ini turunkan petugas sekitar 70 orang. Ini lebih luas cakupannya dibanding kemarin. Kalau baru di permukiman. Sekarang sampai ke jalan raya depan RSAL Mintoharjo,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Pusat Glen Santista, Sabut (20/2).

Glen mengatakan permukaan air Kali Krukut kembali melimpas karena saat ini volume air di Pintu Air Manggarai sudah cukup tinggi dengan status terkini Siaga II.

“Kita upayakan ini bisa cepat surut, kita berharap Pintu Air Manggarai turun statusnya dari Siaga II itu jadi bisa lebih cepat penangannya,” ujar Glen.

Selain menyiapkan petugas, sebanyak tiga pompa mobile juga disiagakan untuk menangani air yang meninggi di depan RSAL Mintoharjo itu.

“Masing- masing kapasitasnya 75 liter per detik,” ujar Glen.

Sebelumnya, banjir ataupun genangan air memang kerap terjadi di kawasan Bendungan Hilir terutama yang dekat dengan Kali Krukut.

Pada Jumat (19/2), banjir sempat terjadi selama lima jam lamanya di pemukiman Gang XVII Bendungan Hilir, namun petugas mengoptimalkan mesin pompa untuk menyedot debit air.

Meski demikian, akibat hujan lebat terjadi pada Sabtu dini hari maka banjir kembali terjadi di kawasan Benhil tepatnya di Jalan Bendungan Hilir Raya depan RSAL Mintoharjo.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Proses Identifikasi Korban Pesawat Sriwijaya Air Resmi Ditutup, 59 Korban Teridentifikasi

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Tim DVI Polri resmi menutup proses identifikasi korban insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ 182 di sekitar Kepulauan Seribu pada 9 Februari 2021 lalu.

“Sejak tanggal 2 Maret ini tugas Tim DVI dinyatakan telah selesai,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers, Selasa 2 Maret 2021.

Rusdi memyatakan, proses identifikasi berakhir hari ini. Sebelum penutupan, Tim DVI berhasil mengidentifikasi satu korban perempuan berumur 57 tahun bernama Razanah dengan menggunakan metode DNA.

“Hari ini tim juga berhasil merekonsiliasi dan mengidentifikasi satu korban lagi dengan menggunakan metode DNA, korban yang berhasil diidentifikasi atas nama Razanah, perempuan berumur 57 tahun,” kata Rusdi.

Sementara itu, seluruh body part maupun properti yang telah ditemukan oleh Tim SAR telah semuanya diidentifikasi baik dengan menggunakan DNA maupun sidik jari.

“Jadi dengan keberhasilan identifikasi hari ini jumlah seluruhan korban yang berhasil diidentifikasi tim dvi sebanyak 59 korban. 30 laki-laki dan 29 perempuan,” katanya.

“Dengan menggunakan metode identifikasi ini 13 dengan menggunakan sidik jari, kemudian 46 dengan metode DNA dari seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan,” ujar Rusdi.

Rusdi menyatakan, setidaknya ada tiga korban yang belum teridentifikasi dari data manifest penumpang dan kru pesawat Sriwijaya SJ 182 yang berjumlah 62.

“Masih ada tiga yang belum berhasil diidentifikasi yaitu, korban pertama atas nama Arkana Nadhif Wahyudi ini laki-laki berumur tujuh bulan, korban kedua Daniya perempuan berumur dua tahun, kemudian korban ketiga Panca Widia Nursanti ini perempuan berumur 46 tahun,” ujarnya.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Rusdianto menyampaikan, tidak teridentifikasinya tiga korban tersebut karena data pembanding yang telah diperiksa tidak ada yang cocok.

“Belum dapat teridentifikasi, karena belum adanya sampel yang dijadikan pembanding. Namun, demikian bila ada perkembangan lebih lanjut kami akan infokan kembali,” kata Rusdianto.

Berikut 59 daftar nama korban Sriwijaya Air SJ 182 yang telah teridentifikasi:

1. Okky Bisma (30), pramugara Sriwijaya Air, teridentifikasi 11 Januari 2021.

2. Fadly Satrianto (38), co-pilot NAM , teridentifikasi 12 Januari 2021.

3. Khasanah (50), teridentifikasi 12 Januari 2021.

4. Asy Habul Yamin (36), teridentifikasi 12 Januari 2021.

5. Indah Halimah Putri (26), teridentifikasi 13 Januari 2021.

6. Agus Minarni (47), teridentifikasi 13 Januari 2021.

7. Ricko Mahulette (32), teridentifikasi 14 Januari 2021.

8. Ihsan Adhlan Hakim (33), teridentifikasi 14 Januari 2021.

9. Supianto (37), teridentifikasi 14 Januari 2021.

10. Pipit Supiyono (23), teridentifikasi 14 Januari 2021.

11. Mia Tresetyani (23), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 14 Januari 2021.

12. Yohanes Suherdi (37), teridentifikasi 14 Januari 2021.

13. Toni Ismail (59), teridentifikasi 15 Januari 2021.

14. Dinda Amelia (15), teridentifikasi 15 Januari 2021.

15. Isti Yudha Prastika (34), teridentifikasi 15 Januari 2021.

16. Putri Wahyuni (25), teridentifikasi 15 Januari 2021.

17. Rahmawati (59), teridentifikasi 15 Januari 2021.

18. Arneta Fauziah, teridentifikasi 16 Januari 2021.

19. Arifin Ilyas (26), teridentifikasi 16 Januari 2021.

20. Makrufatul Yeti Srianingsih (30), teridentifikasi 16 Januari 2021.

21. Beben Sopian (58), teridentifikasi 16 Januari 2021.

22. Nelly (49), teridentifikasi 16 Januari 2021.

23. Rizky Wahyudi (26), teridentifikasi 16 Januari 2021.

24. Rosi Wahyuni (51), teridentifikasi 16 Januari 2021.

25. Fao Nuntius Zai, bayi berumur 11 bulan, teridentifikasi 17 Januari 2021.

26. Yuni Dwi Saputri (34), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 17 Januari 2021.

27. Iu Iskandar (52), teridentifikasi 17 Januari 2021.

28. Oke Dhurrotul Jannah (24), pramugari NAM Air, teridentifikasi 17 Januari 2021.

29. Diego Mamahit, teridentifikasi 17 Januari 2021.

30. Didik Gunardi (49), pramugara NAM Air, teridentifikasi 18 Januari 2021.

31. Athar Rizki Riawan (8), teridentifikasi 18 Januari 2021.

32. Gita Lestari (36), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 18 Januari 2021.

33. Fathima Ashalina (2), teridentifikasi 18 Januari 2021.

34. Rahmania Ekananda (39), teridentifikasi 18 Januari 2021.

35. Kolisun (37), teridentifikasi 19 Januari 2021.

36. Grislend Gloria Natalies (28), teridentifikasi 19 Januari 2021.

37. Faisal Rahman (30), teridentifikasi 19 Januari 2021.

38. Andi Syifa Kamila (26), teridentifikasi 19 Januari 2021.

39. Shinta (23), teridentifikasi 19 Januari 2021.

40. Mulyadi (39), teridentifikasi 19 Januari 2021.

41. Yulian Andhika, teridentifikasi 20 Januari 2021.

42. Ratih Windania, teridentifikasi 20 Januari 2021.

43. Teofilius Ura, teridentifikasi 20 Januari 2021.

44. Sevia Daro (24), teridentifikasi 21 Januari 2021.

45. Angga Fernanda Afrion (27), teridentifikasi 21 Januari 2021.

46. Rion Yogatama (29), teridentifikasi 21 Januari 2021.

47. Rusni (44), teridentifikasi 21 Januari 2021.

48. Yumna Fanisyatuzahra (3), teridentifikasi 22 Januari 2021.

49. Muhammad Nur Kholifatul Amin (46), teridentifikasi 22 Januari 2021.

50. Fazila Ammara (6), teridentifikasi 25 Januari 2021.

51. Sugiono Effendy (36), teridentifikasi 25 Januari 2021.

52. Yohanes (33), teridentifikasi 25 Januari 2021.

53. Nabila Anjani (11), teridentifikasi 25 Januari 2021.

54. Zurisya Zuar Zai (8), teridentifikasi 26 Januari 2021.

55. Umbu Kristin Zai (2), teridentifikasi 26 Januari 2021.

56. Afwan RZ (54), pilot Sriwijaya Air, teridentifikasi 29 Januari 2021.

57. Suyanto (40), teridentifikasi 29 Januari 2021.

58. Riyanto (32), teridentifikasi 29 Januari 2021.

59. Razanah (57), teridentifikasi 2 Maret 2021.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Jokowi Cabut Perpres Izin Investasi Miras dan Minuman Beralkohol

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Presiden Jokowi mencabut Peraturan Presiden (perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken pada 2 Februari 2021.

Dengan pencabutan ini, pengusaha atau pemodal tidak diberi izin melakukan investasi minuman keras (miras) atau minuman beralkohol.

Jokowi membatalkan perpres itu usai mendengar masukan dari sejumlah kelompok masyarakat seperti ulama, MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas lainnya.

“Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama, MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas serta tokoh-tokoh agama yang lain saya sampaikan lampiran perpres pembukaan investasi baru industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” kata Jokowi dalam konferensi pers, Selasa 2 Maret 2021.

Diketahui dalam perpres sebelumnya, pengusaha diizinkan untuk membuka usaha minuman keras.

Ada dua persyaratan yang harus dipenuhi oleh investor yang hendak menempatkan modalnya di sektor miras.

Pertama, penanaman modal baru dapat dilakukan di Provinsi yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal setempat.

Kedua, penanaman modal di luar provinsi tersebut, maka harus mendapat ketetapan dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Baku Tembak di Poso, Putra Eks Pimpinan MIT Santoso Tewas

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Baku tembak terjadi antara Satgas Madago Raya dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pada Senin 1 Maret 2021 sekitar pukul 16.30 WITA.

Lokasi baku tembak terjadi di wilayah Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Satgas Madago Raya berhasil menembak mati dua terduga teroris yakni Alvin dan Khairul. Khairul diduga adalah putra eks pimpinan MIT Poso, Santoso.

“Khairul ini merupakan putra dari pentolan sipil bersenjata Santoso, sedangkan Alvin berasal dari Banten,” kata Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso, Selasa 2 Maret 2021.

Namun, dalam kontak tembak itu, gugur salah satu prajurit TNI Praka Dedi Irawan. Saat ini jenazahnya telah diberangkatkan ke Jakarta, untuk pemakamannya menunggu koordinasi dengan pihak keluarganya.

Abdul menyatakan, dalam waktu dekat, proses identifikasi Alvian dan Khairul akan diperkuat dengan tes DNA dan sidik jari.

Menurut Abdul, saat baku tembak, ada empat orang yang saat itu terlibat. Salah satunya diduga adalah pimpinan MIT, Ali Kalora.

“Mereka waktu itu ada berempat, dan dipimpin oleh Ali Kalora, namun dua orang berhasil kabur dan sampai saat ini masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Adapun dari olah TKP, didapati beberapa barang bukti berupa amunisi, GPS, tas ransel, golok dan lainnya.

Abdul menyatakan, keberadaan para DPO MIT Poso pimpinan Ali Kalora di pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara itu disinyalir untuk melakukan amaliah atau teror. Sehingga aparat melakukan penyergapan hingga berujung kontak tembak.

Dengan tertembaknya dua DPO tersebut, kini sisa DPO berjumlah 9 orang. Para DPO ini terbagi dua kelompok satu kelompok dipimpin Ali Kalora, berjumlah empat orang dan satu kelompoknya 7 orang.

“Semoga tidak bertambah lagi, tapi sayangnya masih ada simpatisan-simpatisan,” katanya.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC